Bagus Permadi
Bagus Permadi Pedagang

pedagang, pembelajar yang suka travelling dan mendongeng untuk ketiga bidadari cantikku

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Geliat UKM, Konveksi Baju Senam dan Ekonomi Kerakyatan

15 November 2017   17:46 Diperbarui: 20 November 2017   04:27 1834 1 0
Geliat UKM, Konveksi Baju Senam dan Ekonomi Kerakyatan
credit: http://bali.tribunnews.com

Konveksi baju senam saat ini tumbuh seperti jamur di musim penghujan, pertumbuhannya sangat masif dan terlihat menjanjikan potensi. Kondisi ini sangat berkebalikan dengan kabar tutupnya 8 gerai Ramayana jelang akhir Agustus 2017 lalu, walaupun disebutkan bahwa penutupan tersebut tidak bersifat permanen namun perseroan berencana melakukan renovasi. Namun penyebab utama tutupnya 8 gerai divisi supermarket tersebut utamanya karena merugi santer diberitakan.

Belum lagi sebelumnya 30 gerai 7 Eleven pun ditutup pada awal 2017, dimana pada tahun sebelumnya di 2016 sudah terjadi penutupan 20 gerainya. Alasan utama kembali pada kondisi ekonomi yang tidak bagus, daya saing tinggi sehingga daya beli konsumen menjadi rendah. Sementara Hypermart pun melakukan langkah serupa dengan menutup 2 gerainya karena dianggap tidak menguntungkan.

Langkah efisiensi sangatlah wajar dalam strategi bisnis pada level apapun. Sehingga tidak perlu juga kita terkaget-kaget, namun tetap perlu diperhatikan secara cermat bahwa yang terjadi saat ini bukanlah penurunan tapi pegeseran. Karena beberapa fakta pada kondisi akar rumput perdagangan berdasarkan pengamatan pribadi :

1. Meningkatnya jumlah seller online di marketplace, setidaknya 3 dari 5 marketplace besar yang saya ikuti perkembangannya yaitu Lazada, Tokopedia dan Shopee saat ini tengah intens menggiatkan komunitas seller di beberapa kota besar di Indonesia diantaranya Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Makassar. 

Pertumbuhan member yang ada di masing-masing komunitas seller ini luar biasa, hampir di setiap pertemuan selalu ada setidaknya belasan member baru dan tiap pertemuan yang diadakan di hotel tidak kurang menghadirkan 200-an seller. Metode masing-masing marketplace memang sedikit berbeda dalam menggalang kekuatan para seller, ada yang pematerinya langsung dari pihak marketplace namun ada pula komunitas yang sudah mandiri dan rata-rata para seller sangat solid untuk berbagi informasi tentang cara berjualan di marketplace. Fakta yang mengejutkan adalah para seller tersebut bisa mengirimkan puluhan hingga ratusan paket per hari!

2. Meningkatnya volume transaksi harian pedagang online, bila di tahun 2012 orang masih takut untuk belanja online maka sekarang sudah sangat berbeda. Misal belanja baju senam aerobik sudah banyak para wanita pecinta senam ini bertransaksi melalui marketplace, dan pada beberapa toko yang saya amati, hampir setiap hari selalu ada order order dari marketplace, apalagi saat momen 11-11 seperti ini bisa jadi mereka kebanjiran order.

3. Tumbuh pesatnya bisnis logistik, brand besar di logistik retail yaitu JNE dan Tiki. Pernah dengar kabar mereka menutup salah satu cabangnya, ternyata yang ada adalah kabar pengiriman yang membeludak sehingga terjadi keterlambatan dan coba perhatikan di satu kota, cabang JNE tersebar merata di pelosok kota seperti Surabaya, bahkan terkadang ada cabang JNE di kedua sisi jalan dan hanya terpisahkan oleh jalan raya yang cukup ramai.

Kembali pada salah satu komoditas yaitu baju senam wanita dan pakaian olahraga, sebagai contoh kasus kecil untuk dicermati. Setidaknya ada beberapa fakta menarik yang bisa kita simak bersama:

1. Jumlah seller di channel instagram meningkat pesat, sudahkah anda punya instagram? coba login dan buka akun instagram anda kemudian ketikkan kata kunci "baju senam" maka jumlah akun personal yang menjadi berjualan baju senam berjumlah ratusan akun. Hal ini baru satu kata kunci, coba anda ketikkan lagi pakaian olahraga, konveksi baju senam, legging zumba maka anda akan temukan banyak sekali akun penjual baju senam wanita disana. Ini berlaku untuk produk-produk lainnya secara umum yang bersifat ritel dan khususnya bagi pelanggan wanita. Belum lagi coba ketikkan kata kunci baju senam tersebut pada facebook, google maka jumlahnya bisa ribuan penjual anda temukan.

dokpri: screen capture instagram dengan kata kunci
dokpri: screen capture instagram dengan kata kunci
2. Konveksi baju senam pun turut bermain, awalnya dimulai dengan reseller yang menjualkan produk dari konveksi atau pabrikan yang sudah memiliki brand lokal yang dikenal luas. Namun sekarang bahkan brand dan konveksi baju senam pun turun sendiri melalui channel-channel social media. Baju model apapun yang kita minta bisa dibuatkan dalam kurun waktu yang relatif pendek, 2minggu. Itupun bila kebetulan stok ada yang ready maka 3-4hari barang sudah bisa sampai ke rumah anda.

berikut salah satu referensi berita tentang konveksi baju senam yang berlokasi di Jawa Timur.

3. Persaingan harga baju senam yang kompetitif, dengan semakin tingginya supply komoditas baju senam khususnya di online maka mau tak mau harga memang akan tertekan. Pelanggan diberikan begitu banyak pilihan dan reseller dan konveksi baju senam juga berlomba-lomba membuat desain yang menarik, maka tak bisa dipungkiri persaingan dari sisi harga menjadi kompetitif dan produsen juga harus selalu siap putar otak kreatif untuk menghasilkan desain-desain baju senam terbaru dengan bahan-bahan yang terjangkau dari sisi harga dengan tetap memberikan kualitas produk terbaik bagi pelanggan.

Kabar menggeliatnya UKM ini seharusnya menggembirakan pemerintah sebagai pengayom dan penentu kebijakan, dari jumlah SDM yang terserap dalam hitungan kasar saja tentu jumlahnya cukup lumayan. Belum lagi dari sisi hulu dan hilir komoditas tersebut, entu akan turut memberikan daya dongkrak yang cukup besar, seperti naiknya permintaan benang dan kain (seperti: dryfit, spandex, polyester), meningkatnya pertumbuhan transaksi alat-alat jahit dan mesin-mesin konveksi. 

Sementara pada hilir semisal meningkatnya permintaan kos-kos an yang dibutuhkan oleh para tenaga kerja atau buruh jahit, warung-warung makan yang tumbuh subur yang berada di sekitar area konveksi, bisnis logistik ritel dan sebagainya.

Semoga terjadinya pergeseran yang saat ini menguntungkan pelaku UKM khususnya disini konveksi baju senam dan para resellernya, mereka dapat memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin agar menjadi daya ungkit yang meningkatkan daya saing mereka dalam menghasilkan produk yang berkualitas dan berujung pada dikenalnya brand-brand baju senam lokal, industri baju senam dan pakaian olahraga Indonesia, serta meningkatkan taraf hidup para pekerjanya. 

Bagi pemerintah semoga dapat membuat kebijakan-kebijakan yang mendukung industri konveksi baju senam dalam negeri, menanggulangi ekspor besar-besaran negara-negara tetangga yang justru mematikan UKM dalam negeri dan tidak serta merta sekedar menjadikan UKM ini sebagai "sapi perah" melalui kebijakan perpajakan yang sekarang mulai diperketat.

Bagi para pecinta olahraga ayo kita gunakan produk-produk lokal berkualitas dan Semoga Jayalah Indonesiaku, Indonesia kita!