Birokrasi

Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa Melalui Empat Pilar

5 Juli 2018   14:32 Diperbarui: 5 Juli 2018   14:31 343 0 0
Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa Melalui Empat Pilar
Gambar 1 Suasana Sosialisasi Empat Pilar di Daerah Pemilihan Kalsel 1, lebih tepatnya di Kec. Barabai HST (1/06/2018)

                                                                                                                                                                        Gambar 1

Suasana Sosialisasi Empat Pilar di Daerah Pemilihan Kalsel 1, lebih tepatnya di Kec. Barabai HST (1/06/2018) 

Belakang ini terjadi banyak berbagai peristiwa intoleransi dan radikalisme yang bertolak belakang dengan kultur Bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi Rasa Cinta Tanah Air (Nasionalisme),  Toleransi, sopan Santun.

Hal itu terjadi karena berbagai faktor, seperti banyaknya para pemimpin suatu kelompok yang menyerukan kebencian terhadap suatu kelompok  tertentu, serangan berbagai konten radikal dan intoleran yang disebar luaskan melalui sosmed, dan lain-lain.

Salah satu kiat untuk menanamkan cinta tanah air, menurut Dr.H. Zainul Arifin Noor , yaitu dengan melakukan sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika kepada seluruh komponen bangsa.

Di hadapan ratusan konstituen,  Zainul Arifin  menuturkan dengan sosialisasi, diharapkan masyarakat luas  menjadi paham mengenai Empat Pilar MPR.

Bicara lebih jauh soal Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Empat Pilar MPR adalah sesuatu yang memang wajib diketahui dan diaplikasikan  oleh seluruh elemen bangsa  Indonesia bahkan Mahkamah Konstitusi sepakat untuk terus disosialisasikan.

Empat Pilar juga jika ditarik keatas muaranya ada pada dasar dan ideologi negara. Semua masyarakat  mesti memahami bahwa rakyat Indonesia sebagai bangsa memiliki karakter, bangsa Indonesia memiliki karakter yakni Pancasila dan itu harus dijaga.

"Karena Pancasila merupakan karakter bangsa, maka semua kita yang ada disini dan seluruh rakyat Indonesia harus berkomitmen nyata bahwa kita adalah bangsa yang relijius yakni sila pertama, juga bangsa yang berperikemanusiaan humanis yakni sila kedua, bangsa yang bersatu nasionalis sila ketiga, dan bangsa yang demokratis berkedauatan rakyat serta bangsa yang muara satu satunya dari cita-cita semua adalah sosial justice, kesejahteraan sosial," jelasnya.

Menurut Zainul Arifin, lima hal tersebut (Pancasila) jka dipahami dan diamalkan secara benar, akan mengalir pada konstitusi bangsa, mengalir pada komitmen NKRI dan akan akhirnya akan mengalir pada kokohnya Bhinneka Tunggal Ika, sedangkan esensi dari Bhinneka Tunggal Ika adalah bersatu secara harmonis dalam perbedaan atau keberagaman.

"Mengenal, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa dirasa wajib sebab dalam era globalisasi, bangsa ini berada dalam ancaman memudarnya nilai-nilai moral seperti maraknya peredaran narkoba, pornografi dan informasi hoax", Ungkap  Zainul Arifin di sela-sela Acara Sosialisasi Empat Pilar di Barabai, HST, Kalsel (01/06/2018)

Zainul Arifin juga menjelaskan bahwa Empat pilar kebangsaan, harus terus dipegang teguh dalam kehidupan bernegara. Karena Indonesia terus diserang ideologi yang menyimpang dari Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa  ini menjelaskan, betapa pentingnya Sila Ketiga Pancasila yakni, Persatuan Indonesia untuk bisa diresapi dan dihayati maknanya oleh masyarakat Kalimantan Selatan. Agar jelas bagaimana mencintai negara ini.

Karena, persatuan dan kesatuan tidak akan terjadi jika para elite politik dan tokoh masyarakatnya, tak mampu memberikan contoh dan teladan yang baik pula, dalam mengimplementasikan empat pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.