haqqi husaini
haqqi husaini

Syekh Shohibul Faroji Azmatkhan Al-Hafizh Syekh Sayyid Hafiz Shohibul Faroji Azmatkhan Ba'alawi (bernama lengkap Shohibul Faroji Azmatkhan Ba'alawi Al-Husaini ibn Muhammad Mishbah ibn Bahruddin Azmatkhan; (bahasa Arab:الشيخ السيد صاحب الفرج عظمت خان باعلوي الحسيني)‎ ; lahir di Banyuwangi 25 Jumadil Akhir 1397 H/ 13 Juni 1977 M) adalah tokoh sufi dan alawiyyin yang berasal dari Indonesia. NASAB Syekh Shohibul Faroji Azmatkhan melalui ayahnya adalah keturunan Sayyid Ja'far Shadiq Sunan Kudus, dan melalui ibunya adalah keturunan Sayyid Abdul Hamid Azmatkhan Pangeran Diponegoro. Gelar Azmatkhan diberikan karena ia keturunan dari Sayyid Abdul Malik Azmatkhan, yaitu seorang sayyid yang lahir di Tarim, Hadramaut, dan kemudian menjadi raja di India. Sayyid Abdul Malik Azmatkhan adalah leluhur Walisongo. Nasabnya adalah: Nabi Muhammad Rasulullah, Menikah dengan Sayyidah Khadijah binti Khuwailid Al-Quraishi, Wafat di Madinah 12 Rabiul Awwal 11 H, memiliki anak yaitu: Sayyidah Fathimah Az-Zahra, Menikah dengan Al-Imam Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah,Wafat di Madinah 634 M, memiliki anak yaitu: Al-Imam As-Sayyid Al-Husain, Menikah dengan Syahrbanu binti Yazdigird, kaisar terakhir Sasaniyah, Persia, Wafat di Karbala Iraq 64 H/ 680 M, memiliki anak yaitu: Al-Imam As-Sayyid Ali Zainal Abidin, Menikah dengan Fathimah binti Hasan bin Ali bin Abi Thalib, Wafat di Baqi Madinah 93 H/713 M, memiliki anak yaitu: Al-Imam As-Sayyid Muhammad Al-Baqir, Menikah dengan Ummu Farwah binti Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar Ash-Shiddiq, Wafat di Baqi Madinah 114 H/731 M, memiliki anak yaitu: Al-Imam As-Sayyid Ja’far Shadiq, Menikah dengan Fathimah binti Husain bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Ali bin Abi Thalib, Wafat di Baqi Madinah 148 H/765 M, memiliki anak yaitu: Al-Imam As-Sayyid Ali Al-Uraidhi, Wafat di Al-'Uraidh Madinah 210 H, memiliki anak yaitu: Al-Imam As-Sayyid Muhammad An-Naqib, Wafat di Bashrah 243 H, memiliki anak yaitu: Al-Imam As-Sayyid Isa Ar-Rumi Al-Azraq, Wafat di Bashrah 298 H, memiliki anak yaitu: Al-Imam As-Sayyid Ahmad Al-Muhajir, Wafat di Hasys Yaman 345 H, memiliki anak yaitu: Al-Imam As-Sayyid Ubaidillah, Wafat di Sumal Yaman 383 H, memiliki anak yaitu: Al-Imam As-Sayyid Alwi, Wafat di Hadramaut Yaman 400 H, memiliki anak yaitu: Al-Imam As-Sayyid Muhammad, Wafat di Bayt Jubair Yaman 446 H, memiliki anak yaitu: Al-Imam As-Sayyid Alwi, Wafat di Bayt Jubair Yaman 512 H, memiliki anak yaitu: Al-Imam As-Sayyid Ali Khali’ Qasam, Wafat di Tarim Yaman 529 H, memiliki anak yaitu: Al-Imam As-Sayyid Muhammad Shahib Mirbath, Wafat di Marbath Oman 556 H, memiliki anak yaitu: Al-Imam As-Sayyid Alwi Ammil Faqih, Wafat di Yaman 613 H, memiliki anak yaitu: Al-Imam As-Sayyid Abdul Malik Azmatkhan, Menikah dengan Ummu Abdillah binti Raja Nasarabad India Lama. Wafat di Nasarabad India 653 H, memiliki anak yaitu: As-Sayyid Abdillah Amir Khan, Wafat di Nasarabad India 696 H, memiliki anak yaitu: As-Sayyid Ahmad Jalaluddin, Wafat di Nasarabad India 711 H, memiliki anak yaitu: As-Sayyid Jamaluddin Al-Husain, Menikah dengan Amira Fathimah binti Amir Husain bin Muhammad Taraghay (Pendiri Dinasti Timuriyyah, Raja Uzbekistan, Samarkand). Wafat di Wajo Sulawesi 760 H, memiliki anak yaitu: As-Sayyid Ibrahim Zainuddin Al-akbar (IBRAHIM ASMORO), Menikah dengan Dewi Chondro Wulan binti Raja Champa Terakhir Dinasti Ming. Wafat di desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, Tuban, 834 H, memiliki anak yaitu: As-Sayyid Fadhal Ali Murtadha (SUNAN SANTRI), Menikah dengan Syarifah Sarah bin Maulana Malik Ibrahim Azmatkhan, Wafat di Gresik 895 H, memiliki anak yaitu: As-Sayyid Utsman Haji (SUNAN NGUDUNG), Wafat di Troloyo Mojokerto, 945 H, memiliki anak yaitu: As-Sayyid Ja’far Shadiq Azmatkhan Al-Hafizh (SUNAN KUDUS), Menikah dengan Syarifah Dewi Rahil binti Sunan Bonang Azmatkhan, Wafat di Kudus 5 Mei 1550M/ 958 H, memiliki anak yaitu: As-Sayyid Amir Hasan Azmatkhan Al-Hafizh (Panembahan Wali Qutub I), Menikah dengan Dewi Ratih binti Raden Fattah Azmatkhan, Wafat di Kudus 1570M/ 978 H, memiliki anak yaitu: As-Sayyid Shaleh Azmatkhan Al-Hafizh (Panembahan Pekaos), Menikah dengan Ratu Maduratna binti Khalifah Ismail bin Khalifah Ibrahim bin Khalifah Sughra bin Khalifah Husain (Sultan/ Raja Madura Pertama/ Pendiri Kerajaan Madura), Wafat di Surabaya 1590 M/ 998 H, memiliki anak yaitu: As-Sayyid Ahmad Baidhawi Azmatkhan Al-Hafizh (Pangeran Ketandhur Bangkal), Wafat di Sumenep Jawa Timur 1610 M/ 1019 H, memiliki anak yaitu: As-Sayyid Yusuf Azmatkhan Al-Hafizh (Pangeran Waliyul Ilmi), Menikah dengan Fathimah binti Yusuf Anggawi Al-Hasani, Wafat di Madura 1630 M/ 1039 H, memiliki anak yaitu: As-Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan Al-Hafizh (Pangeran Dipakusuma I/ Menantu Susuhunan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayyidul Imam, menikah dengan putrinya yang bernama # Raden Ayu Dipakusuma, adik dari Sultan Mansur Jayo Ing Lago), Wafat di Palembang 1712 M/ 1124 H, memiliki anak yaitu: As-Sayyid Hasan Azmatkhan Al-Hafizh (Pangeran Dipakusuma II), tercatat sebagai Imam Masjidil Haram http://madawis.blogspot.com/2013/08/4-azmatkhan-yang-pernah-menjadi-imam.html, Menikah dengan Putri Hijaz Al-Hasani, yaitu Sharifa Muzeyma binti Al-Malik Ghalib (Raja Hijaz), Wafat di Madinah Munawwarah, Saudi Arabia 1814 M/ 1229 H, memiliki anak yaitu: As-Sayyid Sulaiman Azmatkhan Al-Hafizh (Pangean Dipakusuma III), tercatat sebagai Imam Masjidil Haram http://madawis.blogspot.com/2013/08/4-azmatkhan-yang-pernah-menjadi-imam.html,. Wafat di Madinah Munawwarah, Saudi Arabia 1834 M/ 1250 H, memiliki anak yaitu: As-Sayyid Makkiy Azmatkhan Al-Hafizh (Mufti Besar Hijaz dari Pemerintahan Amir 'Abdullah Kamil Pasha bin Muhammad), tercatat sebagai Imam Masjidil Haram http://madawis.blogspot.com/2013/08/4-azmatkhan-yang-pernah-menjadi-imam.html, Menikah dengan Maryam (puteri Ke-2) binti Imam Nawawi Al-Bantani Azmatkhan (dan hidup di Makkah). Wafat di Madinah Al-Munawwarah, 1877 M/ 1294 H, memiliki anak yaitu: As-Sayyid Mujtaba Azmatkhan Al-Hafizh (Pangeran Macan Putih I/ Sultan Blambangan Islam/ Sultan Tawang Alun, Menikah dengan putri bungsu Pangeran Diponegoro, yaitu Raden Ayu Putri Muna Adimah Azmatkhan, Wafat di Banyuwangi 1897 M/ 1315 H, memiliki anak yaitu: As-Sayyid Mushthafa Azmatkhan Al-Hafizh (Pangeran Macan Putih II), Menikah dengan Syarifah Hamatun Mujahidah (Hamatun II) binti Imam Bonjol, Wafat di Banyuwangi 1917 M/ 1335 H, memiliki anak yaitu: As-Sayyid Abdurrazzaq Azmatkhan Al-Hafizh (Pangeran Macan Putih III), Menikah dengan Ummu Banin binti Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Azmatkhan, Wafat di Banyuwangi 1937 M/ 1356 H, memiliki anak yaitu: As-Sayyid Bahruddin Azmatkhan Al-Hafizh Al-Muhaddits (Panembahan Wali Qutub II), Menikah dengan Amnah binti Munir bin Siraj bin Abdullah Faqih. Wafat di Banyuwangi 1992 M/ 1413 H, memiliki anak yaitu: As-Sayyid Muhammad Misbah Azmatkhan (Pangeran Tawang Alun II), Menikah dengan Syarifah Ummul Khoir Salmah Diponegoro Azmatkhan, memiliki anak yaitu: As-Sayyid Shohibul Faroji Azmatkhan Al-Hafizh (Syekh Mufti Kesultanan Palembang Darussalam/ Pangeran Penghulu Nata Agama). HUBUNGAN GENETIK (GENEALOGI) SYEKH SHOHIBUL FAROJI DENGAN BEBERAPA TOKOH KAISAR YAZDIGIRD (KAISAR SASANIYAH-PERSIA). Hubungan Genetiknya adalah : Syekh Shohibul Faroji Azmatkhan bin Muhammad Misbah bin Bahruddin bin Abdurrazzaq bin Musthafa bin Mujtaba bin Makkiy bin Sulaiman bin Hasan bin Abdul Wahid bin Yusuf bin Ahmad Baidhawi bin Shalih bin Amir Hasan bin Sunan Kudus bin Sunan Ngudung bin Fadhal Ali Murtadha bin Ibrahim Zainuddin Akbar Asmaraqandi bin Husain Jamaluddin bin Ahmad Jalaluddin bin Abdullah Amir Khan bin Abdul Malik Azmatkhan bin Alwi Ammul Faqih bin Muhammad Shahib Mirbath bin Ali Khali' Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Muhajir bin Isa Ar-Rumi bin Muhammad An-Naqib bin 'Ali Uraidhi bin Imam Ja'far Shadiq bin Imam Muhammad Al-Baqir bin Imam Ali Zainal Abidin bin Syahrbanu binti Yazdigird, kaisar terakhir Sasaniyah, Persia. IMAM HASAN BIN ALI BIN ABI THALIB. Hubungan Genetiknya adalah : Syekh Shohibul Faroji Azmatkhan bin Muhammad Misbah bin Bahruddin bin Abdurrazzaq bin Musthafa bin Mujtaba bin Makkiy bin Sulaiman bin Hasan bin Abdul Wahid bin Yusuf bin Ahmad Baidhawi bin Shalih bin Amir Hasan bin Sunan Kudus bin Sunan Ngudung bin Fadhal Ali Murtadha bin Ibrahim Zainuddin Akbar Asmaraqandi bin Husain Jamaluddin bin Ahmad Jalaluddin bin Abdullah Amir Khan bin Abdul Malik Azmatkhan bin Alwi Ammul Faqih bin Muhammad Shahib Mirbath bin Ali Khali' Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Muhajir bin Isa Ar-Rumi bin Muhammad An-Naqib bin 'Ali Uraidhi bin Imam Ja'far Shadiq bin Imam Muhammad Al-Baqir bin Fathimah binti Hasan bin Ali bin Abi Thalib. SAHABAT ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ. Hubungan Genetiknya adalah : Syekh Shohibul Faroji Azmatkhan bin Muhammad Misbah bin Bahruddin bin Abdurrazzaq bin Musthafa bin Mujtaba bin Makkiy bin Sulaiman bin Hasan bin Abdul Wahid bin Yusuf bin Ahmad Baidhawi bin Shalih bin Amir Hasan bin Sunan Kudus bin Sunan Ngudung bin Fadhal Ali Murtadha bin Ibrahim Zainuddin Akbar Asmaraqandi bin Husain Jamaluddin bin Ahmad Jalaluddin bin Abdullah Amir Khan bin Abdul Malik Azmatkhan bin Alwi Ammul Faqih bin Muhammad Shahib Mirbath bin Ali Khali' Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Muhajir bin Isa Ar-Rumi bin Muhammad An-Naqib bin 'Ali Uraidhi bin Imam Ja'far Shadiq bin Ummu Farwah binti Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar Ash-Shiddiq (Khulafaur Rasyidun Ke-1). RAJA INDIA LAMA. Hubungan Genetiknya adalah : Syekh Shohibul Faroji Azmatkhan bin Muhammad Misbah bin Bahruddin bin Abdurrazzaq bin Musthafa bin Mujtaba bin Makkiy bin Sulaiman bin Hasan bin Abdul Wahid bin Yusuf bin Ahmad Baidhawi bin Shalih bin Amir Hasan bin Sunan Kudus bin Sunan Ngudung bin Fadhal Ali Murtadha bin Ibrahim Zainuddin Akbar Asmaraqandi bin Husain Jamaluddin bin Ahmad Jalaluddin bin Abdullah Amir Khan bin Ummu Abdillah binti Raja Nasarabad India Lama. RAJA MUHAMMAD TARAGHAY/RAJA UZBEKISTAN (PENDIRI DINASTI TIMURIYYAH). Hubungan Genetiknya adalah : Syekh Shohibul Faroji Azmatkhan bin Muhammad Misbah bin Bahruddin bin Abdurrazzaq bin Musthafa bin Mujtaba bin Makkiy bin Sulaiman bin Hasan bin Abdul Wahid bin Yusuf bin Ahmad Baidhawi bin Shalih bin Amir Hasan bin Sunan Kudus bin Sunan Ngudung bin Fadhal Ali Murtadha bin Ibrahim Zainuddin Akbar Asmaraqandi bin Amira Fathimah binti Amir Husain bin Muhammad Taraghay (Pendiri Dinasti Timuriyyah, Raja Uzbekistan, Samarkand) RAJA CHAMPA (RAJA TERAKHIR DINASTI MING), Hubungan Genetiknya adalah : Syekh Shohibul Faroji Azmatkhan bin Muhammad Misbah bin Bahruddin bin Abdurrazzaq bin Musthafa bin Mujtaba bin Makkiy bin Sulaiman bin Hasan bin Abdul Wahid bin Yusuf bin Ahmad Baidhawi bin Shalih bin Amir Hasan bin Sunan Kudus bin Sunan Ngudung bin Fadhal Ali Murtadha bin Dewi Chondro Wulan binti Raja Champa Terakhir Dinasti Ming MAULANA MALIK IBRAHIM. Hubungan Genetiknya adalah : Syekh Shohibul Faroji Azmatkhan bin Muhammad Misbah bin Bahruddin bin Abdurrazzaq bin Musthafa bin Mujtaba bin Makkiy bin Sulaiman bin Hasan bin Abdul Wahid bin Yusuf bin Ahmad Baidhawi bin Shalih bin Amir Hasan bin Sunan Kudus bin Sunan Ngudung bin Dewi Sarah binti Maulana Malik Ibrahim. SUNAN BONANG. Hubungan Genetiknya adalah : Syekh Shohibul Faroji Azmatkhan bin Muhammad Misbah bin Bahruddin bin Abdurrazzaq bin Musthafa bin Mujtaba bin Makkiy bin Sulaiman bin Hasan bin Abdul Wahid bin Yusuf bin Ahmad Baidhawi bin Shalih bin Amir Hasan bin Dewi Rahil binti Sunan Bonang. RADEN FATTAH (SULTAN DEMAK). Hubungan Genetiknya adalah : Syekh Shohibul Faroji Azmatkhan bin Muhammad Misbah bin Bahruddin bin Abdurrazzaq bin Musthafa bin Mujtaba bin Makkiy bin Sulaiman bin Hasan bin Abdul Wahid bin Yusuf bin Ahmad Baidhawi bin Shalih bin Dewi Ratih binti Raden Fattah Azmatkhan. SAYYID YUSUF ANGGAWI AL-HASANI (TELANGO-SUMENEP-MADURA). Hubungan Genetiknya adalah : Syekh Shohibul Faroji Azmatkhan bin Muhammad Misbah bin Bahruddin bin Abdurrazzaq bin Musthafa bin Mujtaba bin Makkiy bin Sulaiman bin Hasan bin Abdul Wahid bin Fathimah binti Sayyid Yusuf Anggawi Al-Hasani (Telango-Sumenep-Madura) SUSUHUNAN ABDURRAHMAN KHALIFATUL MUKMININ SAYYIDUL IMAM (PENDIRI KESULTANAN PALEMBANG DARUSSALAM). Hubungan Genetiknya adalah : Syekh Shohibul Faroji Azmatkhan bin Muhammad Misbah bin Bahruddin bin Abdurrazzaq bin Musthafa bin Mujtaba bin Makkiy bin Sulaiman bin Hasan binti Raden Ayu Dipakusuma bin Susuhunan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayyidul Imam Azmatkhan (Pendiri Kesultanan Palembang Darussalam) AL-MALIK GHALIB AL-HASANI (RAJA HIJAZ), Hubungan Genetiknya adalah : Syekh Shohibul Faroji Azmatkhan bin Muhammad Misbah bin Bahruddin bin Abdurrazzaq bin Musthafa bin Mujtaba bin Makkiy bin Sulaiman binti Sharifa Muzeyma binti Al-Malik Ghalib (Raja Hijaz). IMAM NAWAWI AL-BANTANI AZMATKHAN. Hubungan Genetiknya adalah : Syekh Shohibul Faroji Azmatkhan bin Muhammad Misbah bin Bahruddin bin Abdurrazzaq bin Musthafa bin Mujtaba bin Maryam binti Imam Nawawi Al-Bantani Azmatkhan. PANGERAN DIPONEGORO, Hubungan Genetiknya adalah : Syekh Shohibul Faroji Azmatkhan bin Muhammad Misbah bin Bahruddin bin Abdurrazzaq bin Musthafa bin Raden Ayu Putri Muna Adimah binti Pangeran Diponegoro Azmatkhan. IMAM BONJOL, Hubungan Genetiknya adalah : Syekh Shohibul Faroji Azmatkhan bin Muhammad Misbah bin Bahruddin bin Abdurrazzaq bin Syarifah Hamatun Mujahidah (Hamatun II) binti Imam Bonjol. SYEKH KHATIB AL-MINANGKABAWI AZMATKHAN, Hubungan Genetiknya adalah : Syekh Shohibul Faroji Azmatkhan bin Muhammad Misbah bin Bahruddin bin Ummu Banin binti Syekh Khatib Al-Minangkabawi Azmatkhan MASA MUDA Dalam usia 7 tahun, Shohibul Faroji belajar dari kakeknya yang mursyid Tarekat Walisongo, yaitu Syekh Bahruddin Azmatkhan. Usia 12 tahun, Ia dapat menghafal Al-Qur'an 30 juz dalam, hafal Kitab Hadits Lubabul Hadits Imam Nawawi, dan Hafal Kitab Hadis Riyadus Sholihin Usia 14 tahun, Ia dapat menghafal Al-Qur'an 30 juz dan Qiroa'ah sab'ah, belajar ilmu nasab dan mendapat Ijazah kemursyidan Tarekat dari Syekh As-Sayyid Bahruddin Azmatkhan Al-Hafizh. Dan tabarrukan Tahfizhil Qur'an 30 juz kepada para guru bersanad yaitu Syekh KH. Adlan Ali Azmatkhan (pendiri Pesantren Walisongo, Cukir, Tebuireng, Jombang, Jawa Timur) dan Syekh KH. Yusuf Masyhar (pendiri Pesantren Madrasatul Qur'an, Tebuireng, Jombang, Jawa Timur). Usia 15 tahun, ia juga menghafal beberapa kitab hadits, seperti kitab hadits Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, sambil sekolah umum Usia 18 tahun, ia hafal Kitab hadits kutubut tis'ah dan Menguasai Ushul Fiqih, Qawaidul Fiqhiyyah dan Fiqih Madzahibut Tis'ah, sambil sekolah umum Usia 22 tahun, belajar kepada beberapa Ulama Khos (di Jawa Timur - Madura, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jakarta), dalam ilmu Balaghoh, Ilmu Manthiq, Ilmu Kalam, Tafsir, Tarekat, Filsafat, Tasawwuf, Ma'rifat, Eskatologi Islam, Psikologi Islam. Sambil Kuliah S1 di beberapa perguruan tinggi. Usia 24 tahun Aktif di organisasi Nahdlatul Ulama, Pernah menjadi Sekretaris di PWNU Provinsi Bali Usia 25-26 tahun berdakwah dan pendalaman ilmu agama di beberapa negara Timur Tengah. Usia 27 tahun, Menjadi Imam Besar Majelis Dakwah Walisongo (MADAWIS) Usia 28 - 30 tahun, Naik haji pertama, dan Mulai Mengajarkan Ilmu Tarekat di seluruh Dunia, murid-muridnya tersebar di beberapa negara. Sambil S2-S3 dibeberapa perguruan tinggi dalam Negeri dan Luar Negeri. Usia 31-33 tahun, Ada di dalam Negeri Indonesia aktif dalam beberapa Ormas Islam Usia 32 tahun, Menjadi Faqih (Syekh Qadhi) di Islamic Mint Nusantara (IMN) Usia 36 tahun, Menjadi Syekh Mufti Kesultanan Palembang Darussalam. ISTRI: Irhamni binti KH.Ahmad Zaini bin KH. Syafawi bin KH.Basyir (menikah tahun 2002, bercerai tahun 2010), melahirkan 3 anak Selvya Fairuz Ratu Tajmahal (menikah tahun 2011 - sampai sekarang), melahirkan 2 anak ANAK-ANAK As-Sayyid Muhammad Asyaddu Hubballillah Azmatkhan (ibunya bernama Irhamni) As-Sayyid 'Ali Al-hAqqu Mirrabbik Azmatkhan (ibunya bernama Irhamni) Syarifah Khairani Farasyta Azka Azmatkhan (ibunya bernama Irhamni) As-Sayyid Muhammad Alwi Abdul Malik Azmatkhan (ibunya bernama Selvya Fairus) As-Sayyid Muhammad Ali Al-Mahdi Azmatkhan (ibunya bernama Selvya Fairus) AGAMA: ISLAM (AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH) ORGANISASI DAN JABATAN Syekh Shohibul Faroji juga Pernah aktif di beberapa organisasi, seperti Tahun 1992 , Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Jabatan Anggota Tahun 1996, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Jabatan anggota Tahun 2000-Sekarang, Paguyuban Trah Pangeran Diponogoro, Jabatan Ketua Umum Tahun 2001, Nahdlatul Ulama, Jabatan pernah menjadi Sekretaris II PWNU Prov.Bali Tahun 2004-Sekarang, Majelis Dakwah Walisongo, Jabatan Imam Besar Tahun 2005-Sekarang, Ittihadud Thoroiq Al-Islamiyyah, Jabatan Syaikhul Akbar (Ketua Umum) Tahun 2008-2010, Hizbud Dakwah Islamiyyah (HDI), Jabatan Pendiri Tahun 2008-2010, Front Pembela Islam (FPI), Pernah menjabat sebagai Wakil Sekjend DPP FPI Tahun 2008-2010, Forum Umat Islam (FUI), Pernah menjabat sebagai Pengurus DPP FUI Tahun 2008-2010, Wisma Muallaf Indonesia, Jabatan Ketua Umum Tahun 2010-Sekarang, (Hasil Munas VIII, tahun 2010, Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama pada Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jabatan Anggota Tahun 2007-2011, Masyarakat Ekonomi Syari'ah (MES), Jabatan Anggota Tahun 2009-2012, Islamic Mint Nusantara, Jabatan Faqih & Qadhi Tahun 2009-2013, Rabitah Azmatkhan Asia Tenggara, Jabatan Ketua Bidang Pendidikan dan Dakwah Tahun 2009-2013, Rabitah Fathimiyyah, Jabatan Sekretaris Jendral Tahun 2010-Sekarang, Baitu Ansab Lil Asyraf Azmatkhaniyyah di India, Jabatan Ketua Peneliti Tahun 2009-Sekarang, Forum Fuqaha Indonesia, jabatan Ketua Umum Tahun 2013-Sekarang, Yayasan Raja Sultan Nusantara, Jabatan Asisten Pribadi Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin (Ketum) GELAR Pada 19 September 2000, diangkat menjadi Ketua Paguyuban Trah Pangeran Diponogoro, bergelar Pangeran Diponogoro Khalifaturrasul Khalifatullah Sayyidin Panatogomo, SK.009/SKP/PTPD/V/2000 merujuk kepada surat kelahiran keturunan dari Pangeran Diponegoro dari Jalur ibu, Kakancingan Kesultanan Yogyakarta Hadiningrat yang ditandatangani oleh Sultan Hamengkubuwana IX tanggal 13 Juni 1977 Pada 5 Mei 2013, Syekh Shohibul Faroji diangkat oleh Sri Sultan Mahmud Badaruddin (Sultan Kesultanan Palembang Darussalam) menjadi Mufti Besar Kesultanan Palembang Darussalam dan bergelar Al-Mursyid Syekh Mufti Pangeran Penghulu Nata Agama As-Sayyid Shohibul Faroji Azmatkhan Al-Hafizh, berdasarkan Surat Keputusan Keraton Kesultanan Palembang Darussalam No.074/SKP/KKPDS/V/2013 Pada 14 Juli 2013, Syekh Shohibul Faroji diangkat oleh Maharaja Kutai Mulawarman menjadi Ketua Dewan Nala Duta Igama Kerajaan Kutai Mulawarman dan bergelar Yang Mulia Sri Raja Paduka Auliya Nata Igama Al-Habib Shohibul Faroji Azmatkhan Al-Hafizh, berdasarkan Surat Keputusan Sabdo Pandito Maharaja Kutai Mulawarman Nomor Istimewa 14.07.2013 KARYA TULIS BERUPA BUKU Syekh Shohibul Faroji Azmatkhan telah menulis berbagai karya di bidang tauhid, Tafsir, Hadis, Fiqih, Ushul Fiqih, dan Tasawuf. Daftar karyanya antara lain: Tafsir Ma'rifatullah (Juni 2004) Tafsir Liqa' Allah (Juni 2004) Tafsir Mahabbatullah, volume 1-114 (Juni 2004) Panduan Menuju Pencerahan Ruhani (Juni, 2007) Tafsir Amar Ma'ruf Nahi Munkar (Agustus, 2009) Tafsir Dinar Dirham Islam (September, 2009) Hadits Dinar Dirham Islam (Oktober, 2009) Fiqih Dinar Dirham Islam (Desember, 2009) Fiqih Pasar Islam (Januari, 2010) Fiqih Baitul Mal (Agustus, 2010) Fiqih Masjid (Juni, 2011) Fiqih Khilafah Islam (Juli, 2012) Fakta Kedatangan Nabi Muhammad dan Para Sahabat Ke Nusantara (September, 2013) Kembalinya Tahta Kesultanan Palembang Darussalam (September, 2013) Fatahillah & Sejarah Asal-Usul Jakarta (September, 2013) KARYA ORASI BERUPA DVD/VCD DVD Ceramah dengan Judul "Kajian Kitab Ihya Ulumuddin Bagian 1" DVD Ceramah dengan Judul "Fakta Nabi Muhammad dan Para Sahabat Pernah Datang Ke Nusantara" TAREKAT & PARA GURU Syekh Shohibul Faroji Azmatkhan adalah Al-Mursyid dari beberapa tarekat sufi. Syekh Shohibul Faroji Azmatkhan telah berguru kepada para ulama' dan mursyid yang memiliki sanad keilmuan yang bersambung kepada keilmuan Nabi Muhammad, di antara para gurunya adalah: Asy-Syaikh As-Sayyid Bahruddin Azmatkhan, guru tarekat, fiqih Syafi'i, tafsir, dan tauhid. Kepada syaikh ini, Syaikh Shohibul Faroji menerima beberapa ijazah sanad kemursyidan dan kepada guru ini pula, ia belajar kitab ansab. Asy-Syaikh KH. 'Adlan 'Ali Azmatkhan, guru Tahfizhul Qur'an, pendiri Pesantren Walisongo, Cukir, Tebuireng, Jomban). Kepada syaikh ini, Asy-Syaikh Shohibul Faroji menerima ijazah sanad Tahfizhul Qur'an yang bersambung kepada sanad Rasulullah Asy-Syaikh Yusuf Masyhar, guru Tahfizhul Qur'an, pendiri Pesantren Madrasatul Qur'an, Tebuireng, Jombang). Kepada syaikh ini, Asy-Syaikh Shohibul Faroji menerima ijazah sanad Tahfizhul Qur'an yang bersambung kepada sanad Rasulullah Asy-Syaikh Marzuki Muslih, guru Nahwu Shorof Balaghah. Kepada syaikh ini, Asy-Syaikh Shohibul Faroji menerima ijazah sanad nahwu-shorof-balaghah. Prof. KH. Ibrohim Hosen, mantan Ketua Umum MUI. Kepada profesor ini, Syaikh Shohibul Faroji belajar Ushul Fiqih, Qawaidul Fiqhiyyah, dan Fiqih Muqaranah (perbandingan Madzhab), dan mendapatkan sanad keilmuan bidang Ushul fiqih, Qawaidul Fiqhiyyah dan Fiqih Muqaranah Asy-Syaikh Asy-Syarif As-Sayyid Abdus Salam Al-Masyisyi Al-Hasani, ulama besar Libanon. Asy-Syaikh Asy-Syarif As-Sayyid Faidullah bin Musa Al-Hakkari Al-Masyisyi Al-Hasani, ulama besar Libanon. Asy-Syaikh Asy-Syarif As-Sayyid Muhammad Yahya bin Muhammad Al-‘Abid As-Sanusi Al-Hasani, ulama besar Libya. Asy-Syaikh Asy-Syarif As-Sayyid Mahdi bin Mahmud Al-Umry Al-Hasani, ulama besar Marokko. Asy-Syaikh Asy-Syarif As-Sayyid Mustafa bin Abdurrahman Asy-Syarif Al-Hasani, ulama besar Marokko. Asy-Syaikh Asy-Syarif As-Sayyid Muhammad Nur bin Muhammad Ibrahim Al-Kutbi Al-Hasani, ulama besar Haramain. Asy-Syaikh Asy-Syarif As-Sayyid Muthahar bin Jamsid Al-Khayyath Al-Maddah Al-Hasani, ulama besar Iraq.

Selanjutnya

Tutup

Jalan Jalan

Peta Dakwah Nabi Muhammad & Para Sahabat Ke Seluruh Dunia

25 September 2013   16:16 Diperbarui: 24 Juni 2015   07:24 10228 0 0

Oleh:




Asy-Syaikh As-Sayyid Shohibul Faroji Azmatkhan Al-Hafizh

(Syekh Mufti Kesultanan Palembang Darussalam)

KEHEBATAN DAN KEISTEMEWAAN NABI MUHAMMAD DALAM MEMIMPIN STRATEGI DAKWAH ISLAM KE SELURUH DUNIA

Allah Subhanahu Wa Ta'ala menegaskan tentang wilayah dakwah Nabi Muhammad Saw:

[ وَماَ أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ - [ الأنبياء: 107

"Dan Kami (Allah) tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam".

Strategi dakwah Islam Rahmatal Lil 'Alamin yang dipimpin oleh Rasulullah Saw, dibuktikan oleh catatan sejarah berikut ini (disesuaikan dengan Geografi Negara saat ini):

ASIA BARAT

  1. Ali bin Abi Thalib, pernah datang dan berdakwah di Kawasan Asia Barat meliputi beberapa negara: Arab Saudi, Yaman, Oman, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Iraq, Yordania, Syiria, Lebanon, Palestina, Israel, Cyprus, Turki, Afghanistan, dan Iran. Dilakukan sejak tahun 622 Masehi. (Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.9; Ibnu Hajar Al-Asqalani, Al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah)
  2. Abu Bakar Ash-Shiddiq, berdakwah ke Damaskus, Syiria (Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929,h.10; Ibnu Hajar Al-Asqalani, Al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah)
  3. Umar bin Khattab, berdakwah juga di kawasan Palestina, Syiria, Turki dan kawasan Mesopotamia (Iraq). (Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.11, Ibnu Hajar Al-Asqalani, Al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah)
  4. Mu'adz bin Jabal, berdakwah ke Yaman (Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.12)
  5. Amr bin 'Ash, berdakwah ke Yerussalem, Palestina (Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.13; Ibnu Hajar Al-Asqalani, Al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah)
  6. Surahbil, berdakwah ke Yerussalem, Palestina (Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.13; Ibnu Hajar Al-Asqalani, Al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah)
  7. Abdullah bin Hudhafah as-Sahmi, berdakwah di Persia, diutus kepada Kisra Persia. Sekarang negara Iran. (Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.14)
  8. Shuja’ bin Wahab al-Asadi, berdakwah kepada Pangeran Ghassan. Palestina (Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.15)
  9. Hauzah bin ‘Ali Hanafi, berdakwah dan diutus kepada penguasa Yamamah. Yamamah terletak di Negara Saudi Arabia. (Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, 15)

ASIA SELATAN

  1. Ali bin Abi Thalib, Pernah datang dan dakwah di kawasan Shind (Hind), yang meliputi kawasan: Bangladesh, Bhutan, India, Maladewa, Nepal, Pakistan, Sri Lanka. (Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.20)

ASIA TENGGARA

  1. Ali bin Abi Thalib, pernah datang dan berdakwah di Garut, Cirebon, Jawa Barat (Tanah Sunda), Indonesia, tahun 625 Masehi. Perjalanan dakwahnya dilanjutkan ke dari Indonesia ke kawasan Nusantara, melalui: Timur Leste, Brunai Darussalam, Sulu, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Laos, Myanmar, Kampuchea. (Sumber: H.Zainal Abidin Ahmad, Ilmu politik Islam V, Sejarah Islam dan Umatnya sampai sekarang, Bulan Bintang, 1979; Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.31; S. Q. Fatini, Islam Comes to Malaysia, Singapura: M. S. R.I., 1963, hal. 39)
  2. Ja'far bin Abi Thalib, berdakwah di Jepara, Kerajaan Kalingga, Jawa Tengah (Jawa Dwipa), Indonesia,sekitar tahun 626 M/ 4 H. (Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.33)
  3. Ubay bin Ka'ab, berdakwah di Sumatera Barat, Indonesia, kemudian kembali ke Madinah. sekitar tahun 626 M/ 4 H. (Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.35)
  4. Abdullah bin Mas'ud, berdakwah di Aceh Darussalam dan kembali lagi ke Madinah. sekitar tahun 626 M/ 4 H. (Sumber: G. E. Gerini, Futher India and Indo-Malay Archipelago)
  5. 'Abdurrahman bin Mu'adz bin Jabal, dan putera-puteranya Mahmud dan Isma'il, berdakwah dan wafat dimakamkan di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. sekitar tahun 625 M/ 4 H. (Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.38)
  6. Akasyah bin Muhsin Al-Usdi, berdakwah di Palembang, Sumatera Selatan dan sebelum Rasulullah Wafat, ia kembali ke Madinah. sekitar tahun 623 M/ 2 H. (Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.39; Pangeran Gajahnata, Sejarah Islam Pertama Di Palembang, 1986; R.M. Akib, Islam Pertama di Palembang, 1929;  T. W. Arnold, The Preaching of Islam, 1968)
  7. Salman Al-Farisi, berdakwah Ke Perlak, Aceh Timur dan Kembali Ke Madinah. sekitar tahun 626 M/ 4 H. (Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.39)

ASIA TENGAH

  1. Utsman bin Affan, pernah datang dan berdakwah di Armenia, Azerbaijan, Kazakhstan, Kirgystan, Tajikistan, Turkmenistan, Uzbekistan (Sumber: Shohibul Faroji Azmatkhan,Ekspansi Islam Era Utsman bin Affan,Penerbit Madawis, 2005, 15)
  2. Zaid bin Tsabit, , pernah datang dan berdakwah di Armenia (Sumber: Shohibul Faroji Azmatkhan,Ekspansi Islam Era Utsman bin Affan,Penerbit Madawis, 2005, h.20)
  3. Abdullah ibn Zubair, pernah datang dan berdakwah di Kazakstan(Sumber: Shohibul Faroji Azmatkhan,Ekspansi Islam Era Utsman bin Affan,Penerbit Madawis, 2005, h.32)
  4. Sa’id ibn Ash, pernah datang dan berdakwah di Kirgystan(Sumber: Shohibul Faroji Azmatkhan,Ekspansi Islam Era Utsman bin Affan,Penerbit Madawis, 2005, h.41)
  5. Abdurahman ibn Harits ibn Hisyam, pernah datang dan berdakwah di Tajikistan(Sumber: Shohibul Faroji Azmatkhan,Ekspansi Islam Era Utsman bin Affan,Penerbit Madawis, 2005, h.54)
  6. Malik Ibn Abi ‘Amir, pernah datang dan berdakwah di Uzbekistan(Sumber: Shohibul Faroji Azmatkhan,Ekspansi Islam Era Utsman bin Affan,Penerbit Madawis, 2005, h.88)
  7. Katsir Ibn Aflah, pernah datang dan berdakwah di Uzbekistan(Sumber: Shohibul Faroji Azmatkhan,Ekspansi Islam Era Utsman bin Affan,Penerbit Madawis, 2005, h.99)
  8. Hudzaifan bin Yaman, pernah datang dan berdakwah di Armenia dan Azerbaijan(Sumber: Shohibul Faroji Azmatkhan,Ekspansi Islam Era Utsman bin Affan,Penerbit Madawis, 2005, h,114)



ASIA TIMUR

  1. Anas ibn Malik, berdakwah ke China/Tiongkok melalui Nusantara, kawasan yang disinggahi yaitu: Jepang, Korea Selatan, Korea Utara, Mongolia, RRC, dan Taiwan. (Sumber: Shohibul Faroji Azmatkhan,Ekspansi Islam Era Utsman bin Affan,Penerbit Madawis, 2005, h.61)
  2. Abdul Wahab Abi Kasbah, berdakwah ke China/Tiongkok melalui Nusantara dan Wafat dimakamkan di China. Kawasan yang disinggahi adalah: Jepang, Korea Selatan, Korea Utara, Mongolia, RRC, dan Taiwan. (Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.41;  T. W. Arnold, The Preaching of Islam, 1968 ; F. Hirth dan W. W. Rockhill (terj), Chau Ju Kua,His Work On Chinese and Arab Trade in XII Centuries, St.Petersburg: Paragon Book, 1966, hal. 159.)



AMERIKA UTARA

  1. Abu Bakrah (nama lengkapnya Nafi’ bin al-Harith bin Kaldah Bin ‘Amr bin Ilaj bin Abi Salamah), pernah datang dan berdakwah di wilayah Amerika Utara (Bani Qanturah) pada tahun 622-637 M, melalui jalur: Amerika Serikat dan Kanada. Bukti ini dapat dilihat dalam sebuah hadits: Dari Abu Bakrah bahwasanya Rasulullah telah bersabda: “Akan ada segolongan kaum dari umatku yang menetap di sebuah daerah yang mereka namakan Bashrah, di sisi sebuah sungai yang disebut Dijlah (Dajlah), dan di atas sungai itu ada sebuah jembatan. Penduduk daerah itu akan bertambah banyak, dan ia akan menjadi salah satu negeri dari negeri-negeri orang-orang yang berhijrah. [Perawi Muhammad ibnu Yahya berkata: Abu Ma’mar meriwayatkan dengan mengatakan: negeri-negeri kaum muslimin]. Kelak di akhir zaman Bani Qanthura’ yang berwajah lebar dan bermata sipit akan datang menyerbu, sehingga mereka mencapai tepian sungai Dajlah. Pada saat itulah penduduk daerah itu akan terpecah menjadi tiga kelompok. Satu kelompok mengikuti ekor sapi (menuntun binatang mereka) dan menyelamatkan diri ke pedalaman, Mereka akan binasa. Satu kelompok lainnya memilih menyelamatkan dirinya dengan jalan memilih kekafiran. Adapun kelompok terakhir menempatkan keluarganya di belakang punggung mereka dan bertempur melawan musuh. Mereka itulah orang-orang yang akan mati syahid.” HR. Abu Daud, dihasankan oleh Al Albani. (Menurut Imam  Syamsul Haq ‘Azhim Abadi dalam ‘Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud, dijelaskan bahwa Bani Qanthurah adalah Amerika).



AMERIKA TENGAH

  1. Abu Bakrah (nama lengkapnya Nafi’ bin al-Harith bin Kaldah Bin ‘Amr bin Ilaj bin Abi Salamah), pada tahun 638-653 M, meluaskan dakwahnya di wilayah Amerika Tengah melalui jalur: Belize, Dominika, El Savador, Grenada, Guetamala, Haiti, Honduras, Kep.Bahama, Kostarika, Kuba, Meksiko, Nikaragua, Panama, Puerto Rico, Rep.Saint Lucia, St. Vincent & Grenadines, Trinidad and Tobago dan Kepulauan Karibia.



AMERIKA SELATAN

  1. Abu Bakrah (nama lengkapnya Nafi’ bin al-Harith bin Kaldah Bin ‘Amr bin Ilaj bin Abi Salamah), pada tahun 654-670 M pernah datang dan berdakwah di wilayah Amerika Selatan, yaitu meliputi: Argentina, Bolivia, Brazil, Cile, Ekuador, Guyana, Guyana Perancis, Paraguay, Peru, Suriname, Uruguay dan Venezuela . Kemudian pada tahun 671 Abu Bakrah pindah ke Bashrah (Iraq), dan  menurut Ibnu Khayyat dalam kitab al-Tabaqat berpendapat Abu Bakrah wafat pada tahun 52H atau 674 Masehi.



AFRIKA BARAT

  1. Uqbah Bin Nafi, adalah komandan pasukan Islam yang membebaskan seluruh wilayah gurun besar Afrika. Wilayah yang dilalui adalah: Benin, Burkina Faso, Gambia, Ghana, Guinea, Guinea Bissau, Liberia, Mali, Mauritania Nigeria, Pantai Gading, Senegal, Sierra Leone, Tanjung Verde, dan Togo (Sumber: Shohibul Faroji Azmatkhan, Ensiklopedi Sahabat Nabi, volume 4-5, Penerbit MADAWIS, 2005, h.1999)



AFRIKA SELATAN

  1. Abdullah Ibn Abbas, pernah datang dan berdakwah di Afrika Selatan, Bostwana, Lesotho, Namibia, Swaziland, dan Zimbabwe. Sumber: Shohibul Faroji Azmatkhan,Ekspansi Islam Era Utsman bin Affan,Penerbit Madawis, 2005, h.77)



AFRIKA TIMUR

  1. ‘Amar bin Umayyah, berdakwah ke Ethiopia diutus kepada Raja Etiopia. Negara Ethiopia ada di Afrika Timur.(Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.52)



AFRIKA TENGAH

  1. Muhammad bin Abi Bakar Ash-Shiddiq, berdakwah di wilayah Angola, Gabon, Kamerun, Kongo, Afrika Tengah, Saotome & Principe, Zaire dan Zambia (Sumber: Shohibul Faroji Azmatkhan, Ensiklopedi Sahabat Nabi, Volume 3, Penerbit MADAWIS, 2005, 1351)



AFRIKA UTARA

  1. Ali bin Abi Thalib, berdakwah ke Afrika Utara, Kawasan yang dilalui meliputi: Aljazair, Chad, Libya, Maroko, Mesir, Nigeria, Sahara Barat, Tunisia. (Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.60; Ibnu Hajar Al-Asqalani, Al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah)
  2. Hatib bin Abi Balta’ah, berdakwah ke Mesir dan diutus kepada Gubernur Mesir, (Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.62)



EROPA BARAT

  1. Utsman bin Affan, pernah melakukan safar dakwah (ekspedisi dakwah) ke wilayah Eropa Barat, melalui Jalur: Jerman, Luxemburg, Perancis, Belanda, Belgia, Inggris, Irlandia, (Sumber: Joesoef Sou’yb, Sejarah Khulafaur Rasyidin, Bulan Bintang, cet. 1, 1979, hal. 390-391)



EROPA TENGAH

  1. Abdurrahman bin Auf, pernah melakukan ekspansi Islam ke Austria, Cekoslovakia, Hungaria, Polandia, Slovakia, dan Swiss. Kebanyakan keturunan Abdurrahman bin Auf banyak di Swiss  (Sumber: Shohibul Faroji Azmatkhan, Ensiklopedi Sahabat Nabi, Volume 1-2, Penerbit MADAWIS, 2005, h. 70)



EROPA SELATAN

  1. Umar bin Khattab, berdakwah ke Romawi dan Yarmuk, kawasan yang dilalui adalah: Albania, Andorra, Bosnia, Italia, Kroasia, Macedonia, Monaco, Portugal, San Marino, Slovenia, Spanyol, Vatikan, Yunani. (Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.70; Ibnu Hajar Al-Asqalani, Al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah)
  2. Abu Ubaidah bin Jarrah, berdakwah ke Romawi dan Yarmuk, kawasan yang dilalui adalah: Albania, Andorra, Bosnia, Italia, Kroasia, Macedonia, Monaco, Portugal, San Marino, Slovenia, Spanyol, Vatikan, Yunani. (Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.71; Ibnu Hajar Al-Asqalani, Al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah)
  3. Khalid bin Walid,berdakwah ke Romawi dan Yarmuk, kawasan yang dilalui adalah: Albania, Andorra, Bosnia, Italia, Kroasia, Macedonia, Monaco, Portugal, San Marino, Slovenia, Spanyol, Vatikan, Yunani.(Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.72; Ibnu Hajar Al-Asqalani, Al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah)
  4. Dihyah bin Kalbi, berdakwah ke Romawi dan diutus membawa surat kepada Kaisar Romawi. Kawasan yang dilalui adalah: Albania, Andorra, Bosnia, Italia, Kroasia, Macedonia, Monaco, Portugal, San Marino, Slovenia, Spanyol, Vatikan, Yunani.(Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.72)



EROPA TIMUR

  1. Thalhah bin Ubaidillah, pernah melakukan perdagangan dan dakwah di wilayah yang sekarang di sebut Eropa Timur, meliputi Belarusia, Bulgaria, Estonia, Georgia, Latvia, Lithuania, Moldova, Rumania, Rusia dan Ukraini. Sehingga di wikayah Eropa Timur ini banyak ditemukan beberapa keturunan dari Thalhah bin Ubaidillah. (Sumber: Shohibul Faroji Azmatkhan, Ensiklopedi Sahabat Nabi, Volume 4, Penerbit MADAWIS, 2005, h.1888)



EROPA UTARA

  1. Zubair bin Awwam, pernah ditugaskan oleh Rasulullah mendakwahkan Islam di wilayah Eropa bagian Utara, melintasi Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia, dan Swedia (Sumber: Shohibul Faroji Azmatkhan, Ensiklopedi Sahabat Nabi, Volume 5, Penerbit MADAWIS, 2005, h.2340)



AUSTRALIA

  1. Saad bin Abi Waqqas, pernah ditugaskan oleh Rasulullah mendakwahkan Islam di wilayah Australia atau Osenia, yang melintasi beberapa negara seperti New South Wales,  Victoria, Queensland,   Australia Barat,  Australia Selatan,    Tasmania,   Australia Utara dan Selandia Baru (Sumber: Shohibul Faroji Azmatkhan, Ensiklopedi Sahabat Nabi, Volume 4, Penerbit MADAWIS, 2005, h.1541)



****DAFTAR NAMA-NAMA SAHABAT NABI MUHAMMAD****

Sahabat Nabi Muhammad – Awalan Nama A:

  1. -`Abd Allah bin `Umar [عبد الله بن عمر]
  2. - ‘Abbas bin ‘Abd al-Muttalib [عباس بن عبد المطلب]
  3. - Aban bin Said (RA) [سعيد بن أبان (ع)]
  4. - Abbad bin Bishr [عباد بن بشر]
  5. - Abd Allah bin al-Zubayr [عبد الله بن الزبير]
  6. - Abd Allah bin Rawahah [عبد الله بن رواحة]
  7. - Abd ar-Rahman bin ‘Awf [عبد الرحمن بن عوف]
  8. - Abd ar-Rahman bin Mu'adz bin Jabal
  9. - Abd-Allah bin Abd-Allah bin Ubayy [عبد الله بن عبد الله بن أبي]
  10. - Abdullah bin Abbas [عبد الله بن عباس]
  11. - Abdullah bin Abu Aufa
  12. - Abdullah bin Hudhafah as-Sahmi
  13. - Abdullah bin Jahsh [عبد الله بن جحش]
  14. - Abdullah bin Mas`ud [عبد الله بن مسعود ماس]
  15. - Abdullah bin Salam [عبد الله بن سلام]
  16. - Abdullah bin Umm Maktum [عبد الله بن أم مكتوم]
  17. - Abdullah bin Umar
  18. - Abdu’l-Rahman bin Abu Bakr [حضرة عبد الرحمن بن أبي بكر]
  19. - Abdul Wahab Abi Kasbah
  20. - Abîd bin Hamal (RA) [عابد بن الشيال (ع)]
  21. - Abîd bin Hunay (RA)
  22. - Abjr al-Muzni (RA)
  23. - Abu al-Aas bin al-Rabiah [أبو العاص بن ربيعة]
  24. - Abu Ayyub al-Ansari [أبو أيوب الأنصاري]
  25. - Abu Bakar Ash-Shiddiq [أبو بكر]
  26. - Abu Dardaa [أبو الدرداء]
  27. - Abû Dzar al-Ghifârî [أبو ذر الغفاري آل]
  28. - Abu Fuhayra
  29. - Abu Hurairah [أبو هريرة]
  30. - Abu Lubaba bin Abd al-Mundhir [أبو لبابة بن عبد المنذر]
  31. - Abu Musa al-Ashari [أبو موسى الأشعري]
  32. - Abu Sa`id al-Khudri [أبو سعيد الخباز الخدري]
  33. - Abu Salama `Abd Allah bin `Abd al-Asad [أبو عبد الله سلامة بن عبد الأسد]
  34. - Abu Sufyan bin al-Harits [أبو سفيان بن الحارث]
  35. - Abu Sufyan bin Harb [أبو سفيان بن حرب]
  36. - Abu Ubaydah bin al-Jarrah [أبو عبيدة بن الجراح]
  37. - Abu-Hudhayfah bin Utbah [حذيفة بن أبو عتبة]
  38. - Abzâ al-Khuzâ`î (RA) [Abzâ آل خزاعي î (ع)]
  39. - Adhayna bin al-Hârith (RA)
  40. - Adî bin Hâtim at-Tâî [عدي بن حاتم الطائي في]
  41. - Aflah bin Abî Qays (RA) [أفلح بن أبي قيس (ع)]
  42. - Ahmad bin Hafs (RA) [أحمد بن حفص (ع)]
  43. - Ahmar Abu `Usayb (RA)
  44. - Ahmar bin Jazi (RA) [الجازي بن الأحمر]
  45. - Ahmar bin Mazan bin Aws (RA) [مازن بن الأحمر بن أوس (ع)]
  46. - Ahmar bin Mu`awiya bin Salim (RA)
  47. - Ahmar bin Qatan al-Hamdani (RA) [الأحمر بن القطان الحمداني (ع)]
  48. - Ahmar bin Salim (RA) [الأحمر بن سالم (ع)]
  49. - Ahmar bin Suwa’i bin `Adi (RA)
  50. - Ahmar Mawla Umm Salama (RA) [الأحمر المولى أم سلمة (ع)]
  51. - Ahnaf bin Qais Tameemi [الأحنف بن قيس التميمي]
  52. - Ahyah bin Umayya bin Khalaf (RA)
  53. - Ahzâb bin Usaid [الأحزاب بن أسيد]
  54. - Akasyah bin Muhsin Al-Usdi
  55. - Al-’Ala’ Al-Hadrami [آل علاء الحضرمي]
  56. - Al-Arqam ibn-abil-Arqam [الأرقم بن أبي الأرقم،]
  57. - Al-Bara’ bin Mâlik al-Ansârî [البراء بن مالك الأنصاري]
  58. - Al-Harith bin Hisham bin Al-Mugheera (RA) [الحارث بن هشام بن مغيرة (ع)]
  59. - Ali bin Abi Talib [علي بن أبي طالب]
  60. - Al-Khansa [الخنساء]
  61. - Al-Qammah
  62. - Al-Qa’qa’a bin Amr at-Tamimi (RA) [آل Qa'qa'a بن عمرو التميمي في]
  63. - ‘Amar bin Umayyah
  64. - Ammar bin Yasir [عمار بن ياسر]
  65. - Amr bin Al`âs
  66. - Amr bin al-Jamuh
  67. - Anas bin Mâlik [أنس بن مالك]
  68. - An-Nu`aymân bin `Amr
  69. - An-Nu`mân bin Muqarrin
  70. - Arbad bin Jabir (RA) [أربد بن جابر (ع)]
  71. - Asim bin thalib
  72. - Asim bin Umar [عاصم بن عمر]
  73. - At-Tufayl bin Amr ad-Dawsi (Sumber: Shohibul Faroji Azmatkhan, Ensiklopedi Sahabat Nabi, Volume 1-2, Penerbit MADAWIS, 2005, h. 1-730 h)

Sahabat Nabi Muhammad – Awalan Nama B, D dan F:

  1. – Bilal bin Malik al-Mazni (RA) [بلال بن مالك آل المازني (ع)]
  2. – Bilal bin Ribah [بلال بن رباح]
  3. – Bilal bin Yahya (RA) [بلال بن يحيى (ع)]
  4. – Dihyah al-Kalbi
  5. – Dirar bin al-Azwar (RA) [ضرار بن الازور (ع)]
  6. – Fadl bin Abbas [فضل بن عباس]
  7. – Fayruz ad-Daylami (Sumber: Shohibul Faroji Azmatkhan, Ensiklopedi Sahabat Nabi, Volume 2, Penerbit MADAWIS, 2005, h.731-800)

Sahabat Nabi Muhammad S.A.W – Awalan Nama H:

  1. – Habab bin Mundhir [حباب بن المنذر]
  2. – Habib bin Zayd al-Ansari [حبيب بن زيد الأنصاري]
  3. – Hakim bin Hizam [الحكيم بن حزام]
  4. – Hamzah bin Abd al-Muttalib [حمزة بن عبد المطلب]
  5. – Harith bin Rab’i [الحارث بن ربعي]
  6. – Hashim bin Utbah [هاشم بن عتبة]
  7. – Hassan bin Ali [حسن بن علي]
  8. – Hassan bin Thabit [حسان بن ثابت]
  9. – Hatib bin Abi Balta’ah [خطيب بن أبي بلتعة]
  10. - Hauzah bin ‘Ali Hanafi
  11. – Hisham bin Al-A’as
  12. – Hudhayfah bin al-Yaman [حذيفة بن اليمان]
  13. – Hujr bin Adi
  14. – Hussain bin Ali [حسين بن علي] (Sumber: Shohibul Faroji Azmatkhan, Ensiklopedi Sahabat Nabi, Volume 2, Penerbit MADAWIS, 2005, h.801-940)

Sahabat Nabi Muhammad S.A.W – Awalan Nama I:

  1. – Ibrahim Abû Râfa`i (RA) [إبراهيم أبو رافا `ط (ع)]
  2. – Ibrahim al-`Adhrî (RA)
  3. – Ibrahim al-Ansârî (RA) [إبراهيم الأنصاري (ع)]
  4. – Ibrahim al-Ashhali (RA)
  5. – Ibrahim al-Thaqafi (RA) [إبراهيم الثقفي (ع)]
  6. – Ibrahim an-Najâr (RA) [إبراهيم النجار و(ع)]
  7. – Ibrahim at-Ta’ifi (RA)
  8. – Ibrahim az-Zuhrî (RA) [إبراهيم الزهري من الألف إلى الياء (ع)]
  9. – Ibrahim bin `Abdillah (RA)
  10. – Ibrahim bin `Ibad bin Asaf (RA) [إبراهيم بن عباد بن أساف `(ع)]
  11. – Ibrahim bin Hârith (RA) [إبراهيم بن الحارث (ع)]
  12. – Ibrahim bin Jabir (RA) [إبراهيم بن جابر (ع)]
  13. – Ibrahim bin Khalâd (RA)
  14. – Ibrahim bin Muhammad [إبراهيم بن محمد]
  15. – Ibrahim bin Na`îm (RA) [إبراهيم بن نعيم (ع)]
  16. – Ibrahim bin Qays bin Hajar (RA) [إبراهيم بن قيس بن حجر (ع)]
  17. – Ibrahim bin Qays (RA) [إبراهيم بن قيس (ع)]
  18. – Ikrima bin Abi Jahl [عكرمة بن أبي جهل]
  19. – Imran bin Husain [عمران بن حسين]
  20. – Isaf bin Anmar as-Salmi (RA) [ايساف بن انمار AS-السالمي (ع)]
  21. – Ishaq al-Ghanawy (RA)
  22. – Isma`il bin `Abdillah al-Ghafari (RA)
  23. - Isma'il bin 'Abdurrahman bin Mu'adz bin Jabal
  24. – Isma`il bin Sa`id bin `Abid (RA) [إسماعيل بن سعد بن معرف `عابد (ع)] (Sumber: Shohibul Faroji Azmatkhan, Ensiklopedi Sahabat Nabi, Volume 2-3, Penerbit MADAWIS, 2005,h.941-1150)

Sahabat Nabi Muhammad S.A.W – Awalan Nama J:

  1. – Jabir bin Abdullah al-Ansari [جابر بن عبد الله الأنصاري]
  2. – Jabr [جبر]
  3. – Ja'far bin Abi Talib [جعفر بن أبي طالب]
  4. – Jubayr bin Mut’im
  5. – Julaybib (Sumber: Shohibul Faroji Azmatkhan, Ensiklopedi Sahabat Nabi, Volume 3, Penerbit MADAWIS, 2005, 1151-1200)

Sahabat Nabi Muhammad S.A.W – Awalan Nama K:

  1. – Ka’b bin Zuhayr [كعب بن زهير]
  2. – Khabab bin al-Arat al-Tamimi (RA) [خباب بن آرات التميمي (ع)]
  3. – Khabbab bin al-Aratt
  4. - Khadijah binti Khuwailid (Sahabat Wanita)
  5. – Khalid bin al-As (RA) [خالد بن العاص (ع)]
  6. – Khalid bin al-Walid [خالد بن الوليد]
  7. – Khalid bin Sa`id [خالد بن سعد معرف]
  8. – Kharija bin Huzafa
  9. – Khubayb bin Adiy [خبيب بن عدي]
  10. – Khunays bin Hudhayfa
  11. – Khuzayma bin Thabit [خزيمة بن ثابت]
  12. – Kinana bin Rabi` [كنانة بن ربيع `] (Sumber: Shohibul Faroji Azmatkhan, Ensiklopedi Sahabat Nabi, Volume 3, Penerbit MADAWIS, 2005, h.1201-1320)

Sahabat Nabi Muhammad S.A.W – Awalan Nama L:

  1. – Labid bin Rabi’a [لبيد بن ربيعة]
  2. – Lubaynah (Sumber: Shohibul Faroji Azmatkhan, Ensiklopedi Sahabat Nabi, Volume 3, Penerbit MADAWIS, 2005, h.1321-1340)

Sahabat Nabi Muhammad S.A.W – Awalan Nama M:

  1. - Mahmud bin 'Abdurrahman bin Mu'adz bin Jabal
  2. – Malik al-Dar [مالك الدار]
  3. – Maria al-Qibtiyya
  4. – Mazin bin Ghadooba
  5. – Miqdad bin al-Aswad [المقداد بن الأسود]
  6. – Mu`adz bin `Amr [معاذ بن عمرو]
  7. – Mu`adz bin Jabal [معاذ بن جبل]
  8. – Mu`âwiya bin Abî Sufyân
  9. – Mu`awwaz bin `Amr
  10. – Muhammad bin Abi Bakr [محمد بن أبي بكر]
  11. – Muhammad bin Maslamah [محمد بن مسلمة]
  12. – Munabbih bin Kamil [منبه بن كامل]
  13. – Mus`ab bin `Umair (Sumber: Shohibul Faroji Azmatkhan, Ensiklopedi Sahabat Nabi, Volume 3, Penerbit MADAWIS, 2005, 1341-1470)

Sahabat Nabi Muhammad S.A.W – Awalan Nama N:

  1. – Nabagha al-Ju’adi (RA)
  2. – Nafi bin al-Harith [نافع بن الحارث]
  3. – Nuaym bin Masud
  4. – Nufay bin al-Harith (Sumber: Shohibul Faroji Azmatkhan, Ensiklopedi Sahabat Nabi, Volume 3, Penerbit MADAWIS, 2005, h.1471-1510)

Sahabat Nabi Muhammad S.A.W – Awalan Nama R:

  1. – Rab’ah bin Umayah
  2. – Rabi’ah bin al-Harith [ربيعة بن الحارث]
  3. – Rabiah bin Kab [الربيعة بن كعب] (Sumber: Shohibul Faroji Azmatkhan, Ensiklopedi Sahabat Nabi, Volume 3-4, Penerbit MADAWIS, 2005, h.1511-1540)

Sahabat Nabi Muhammad S.A.W – Awalan Nama S:

  1. – Sa`d bin Abî Waqâs [سعد بن أبي وقاص]
  2. – Sa`d bin ar-Rabi`
  3. – Sa`d bin Malik
  4. – Sa`d bin Mu`âdh [سعد بن معاذ]
  5. – Sa`d bin Ubadah [سعد بن عبادة]
  6. – Sa`îd bin Âmir al-Jumahi
  7. – Sa`îd bin Zayd bin Amir [سعد بن زيد رقم]
  8. – Sa`sa`a bin Suhan
  9. – Sabra bin Ma`bad [صبرا بن معان سيئة]
  10. – Safwan bin Umayya [صفوان بن أمية]
  11. – Sahl bin Sa’d [سهل بن سعد]
  12. – Sakhr bin Wada`a (RA) [صخر بن لادا `(ع)]
  13. – Sakhr bin Wadi`a (RA) [صخر بن الوادية (ع)]
  14. – Salama bin al-Aqwa
  15. – Salim Mawla Abi Hudhayfah [سالم مولى أبي حذيفة]
  16. – Salit bin ‘Amr ‘Ala bin Hadrami [عمرو 'ساليت بن الحضرمي بن العلاء]
  17. – Salma Abu Hashim [سلمى أبو هاشم]
  18. – Salman al-Fârisî [سلمان الفارسي]
  19. – Samra bin Jundab
  20. – Saraqa bin `Amru (RA)
  21. – Shadad bin Aus [شداد بن الأوس]
  22. – Shams bin Uthman [شمس بن عثمان]
  23. – Sharhabeel bin Hasana [شرحبيل بن حسنة]
  24. – Shayba bin `Uthman al-Awqas (RA)
  25. – Shuja’ bin Wahab al-Asadi [شجاع بن وهب الأسدي]
  26. – Suhayb ar-Rumi [صهيب الرومي ع]
  27. – Suhayl bin Amr [سهيل بن عمرو]
  28. - Surahbil
  29. - Suraqa bin Malik [سراقة بن مالك] (Sumber: Shohibul Faroji Azmatkhan, Ensiklopedi Sahabat Nabi, Volume 4, Penerbit MADAWIS, 2005, h.1541-1840)

Sahabat Nabi Muhammad S.A.W – Awalan Nama T:

  1. – Talhah bin Ubaydullah [طلحة بن عبيد الله]
  2. – Tamim Abu Ruqayya [أبو تميم رقية]
  3. – Tamim al-Ansari [تميم الأنصاري]
  4. – Tamim al-Dari [تميم الضاري]
  5. – Thabit bin Qays [ثابت بن قيس]
  6. – Thawban bin Bajdad (RA)
  7. - Thumamah bin Uthal
  8. - Thuwaybah (Sumber: Shohibul Faroji Azmatkhan, Ensiklopedi Sahabat Nabi, Volume 4, Penerbit MADAWIS, 2005, h.1841-1920)

Sahabat Nabi Muhammad S.A.W – Awalan Nama U:

  1. – Ubayd Allah bin Abd Allah [عبيد الله بن عبد الله]
  2. – Ubayda bin as-Samit [عبيدة بن AS-سامت]
  3. – Ubaydah bin al-Harith [عبيدة بن الحارث]
  4. – Ubayy bin al-Qashab al-Azdi (RA)
  5. – Ubayy bin Ka’ab bin Abd Tsawr al-Muzni (RA)
  6. – Ubayy bin Ka’ab bin Qays [أبي بن كعب بن قيس]
  7. – Ubayy bin Malik al-Qachiri (RA)
  8. – Ubayy bin Mu’adz bin Anas (RA) [أبي بن معاذ بن أنس (ع)]
  9. – Ubayy bin Shriq (RA) [أبي بن Shriq (ع)]
  10. – Ubayy bin Tsabit al-Ansari (RA) [أبي بن ثابت الأنصاري (ع)]
  11. – Ubayy bin Ujlan bin al-Bahili (RA)
  12. – Ubayy bin Umar (RA) [أبي بن عمر (ع)]
  13. – Ubayy bin Umayya bin Harfan (RA)
  14. – Umar bin Abi Salma (RA) [عمر بن أبي سلمى (ع)]
  15. – Umar bin al-Khattab [عمر بن الخطاب]
  16. – Umar bin Harits [عمر بن الحارث]
  17. – Umayr bin Sa'ad al-Ansari [عمير بن سعد الأنصاري]
  18. – Umayr bin Wahab [عمير بن وهب]
  19. – Uqbah bin Amir [عقبة بن عامر]
  20. - Uqbah bin Nafi'
  21. – Urwah bin Mas’ud [عروة بن مسعود]
  22. – Urwah bin Zubayr [عروة بن الزبير]
  23. – Usama bin Zayd bin Haritsah [أسامة بن زيد]
  24. – Utba bin Rabi’ah [عتبة بن ربيعة]
  25. – Utbah bin Ghazwan [عتبة بن غزوان]
  26. – Utban bin Malik [Utban بن مالك]
  27. – Uthal bin Nu’man al-Hanafi (RA)
  28. – Utsman bin Affan [عثمان بن عفان]
  29. – Utsman bin Hunayf [عثمان بن حنيف]
  30. – Utsman bin Madh’un
  31. - Uways al-Qarni [عويس القرني](Sumber: Shohibul Faroji Azmatkhan, Ensiklopedi Sahabat Nabi, volume 4-5, Penerbit MADAWIS, 2005, h.1921-2220)

Sahabat Nabi Muhammad S.A.W – Awalan Nama W:

  1. – Wahb bin `Umayr [وهب بن عمير `]
  2. – Wahshî bin Harb [الوحشي بن حرب]
  3. – Walid bin Uqba [وليد بن عقبة بن نافع] (Sumber: Shohibul Faroji Azmatkhan, Ensiklopedi Sahabat Nabi, volume 5, Penerbit MADAWIS, 2005, h.2221-2250)

Sobat Nabi Muhammad S.A.W – Awalan Nama Z:

  1. – Zayd al-Khayr [زيد الخير]
  2. – Zayd bin al-Khattab [زيد بن الخطاب]
  3. – Zayd bin Arqam [زيد بن الأرقم]
  4. – Zayd bin Haritsah [زيد بن حارثة]
  5. – Zayd bin Sahl (RA) [زيد بن سهل (ع)]
  6. – Zayd bin Tsabit [زيد بن ثابت]
  7. – Ziyad bin Abi Sufyan [زياد بن أبي سفيان]
  8. – Zubayr bin al-Awwam [الزبير بن العوام،]
  9. – Zunairah al-Rumiya (Sumber: Shohibul Faroji Azmatkhan, Ensiklopedi Sahabat Nabi, Volume 5, Penerbit MADAWIS, 2005, h.2251-2345)



Wallahu A'lamu Bish Shawwab

Insya Allah akan terus diup-date...

Daftar Pustaka

F. Hirth dan W. W. Rockhill (terj), Chau Ju Kua, His Work On Chinese and Arab Trade in XII Centuries,

G. E. Gerini, Futher India and Indo-Malay Archipelago

Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929

H.Zainal Abidin Ahmad, Ilmu politik Islam V, Sejarah Islam dan Umatnya sampai sekarang, Bulan Bintang, 1979

Ibnu Hajar Al-Asqalani, Al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah

Imam  Syamsul Haq ‘Azhim Abadi dalam ‘Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud,

Joesoef Sou’yb, Sejarah Khulafaur Rasyidin, Bulan Bintang, cet. 1, 1979

Pangeran Gajahnata, Sejarah Islam Pertama Di Palembang, 1986

R.M. Akib, Islam Pertama di Palembang, 1929

Shohibul Faroji Azmatkhan,Ekspansi Islam Era Utsman bin Affan,Penerbit Madawis, 2005,

Shohibul Faroji Azmatkhan, Ensiklopedi Sahabat Nabi, Volume 1-5, Penerbit MADAWIS, 2005

St.Petersburg: Paragon Book, 1966, hal. 159.

S. Q. Fatini, Islam Comes to Malaysia, Singapura: M. S. R.I., 1963, hal. 39

T. W. Arnold, The Preaching of Islam, 1968 ;
ilustrasi dakwah