Mohon tunggu...
aziz ahlaf
aziz ahlaf Mohon Tunggu... kita hanya berbeda acara dalam menggapai ridho tuhan

setiap kita punya cara unik dalam mengumpulkan pundi-pundi kebaikan

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Membully Bukan Perbuatan Tercela, Loh Kok Bisa?

4 Januari 2020   21:04 Diperbarui: 4 Januari 2020   21:21 52 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Membully Bukan Perbuatan Tercela, Loh Kok Bisa?
ilustrasi //dokpri

entah sejak kapan istilah "membully" menjadi viral di era milenial?. yang jelas ada pemikiran bahwa membully itu bukan perbuatan tercela.

"Loh kok bisa ?," (bisa dong)
"itu kan menyakiti orang lain". (emang, orangnya aja yang baperan)

"tapi kan tidak semua netizen itu bermental baja kayak kamu". (kan semua netizen udah paham konsekuensi bermedsos)

"gimana kamu bisa punya pikiran kalo membully itu bukan perbuatan tercela?".(kan yang membully itu robot alias buzzer)

"tapi buzzer itu dikendalikan manusia". (emang, kalo dikendalikan oleh sutradara ya namanya film).

"tidak semua si tukang bully itu buzzer loh?". (tetap aza buzzer).

"kan mereka bukan robot". (mereka tetaplah robot yang dikendalikan oleh hawa nafsunya sendiri.

"hmm... boleh-boleh...". (apanya yang boleh?)
"boleh lanjutin opini kamu". (ok, sampe dimana tadi ?)

"berarti buzzer atau robot itu bisa dijadikan profesi pekerjaan?". (bukan cuma profesi, malah banyak yang dijadikan sebagai hobi pribadi)

"lah, kok ?". (coba aja berpetualang ke medsos, fb, wa, ig, tg, tt, yt, dll. mereka bahkan tanpa ada yang menggaji tapi rela berkorban hp, kuota, pulsa, waktu, anak, isteri, demi menyalurkan hobi bully)

"kan itu tidak semuanya". (aku kan tidak menulis 'semuanya').

"tapi itu ada kata 'mereka", berarti maknanya 'semuanya' "?. (itu kan makna versi kamu. makna versi aku kan 'mereka' yang merasa. klo kamu gak merasa berarti kamu bukan salah satu dari 'mereka')

"hahaha... kamu pinter banget ngeles kayak bajai". (bakat sejak lahir sih, urusan ngeles mah bukan cuma kayak bajai, tapi kaya metromini)

---hahahaha... wkwkwkw.. ketawa bareng sambil koprol, lalu nelen HP masing-masing---

"lanjut, banyak juga loh mereka yang klarifikasi atau meluruskan opini publik yang negatif dari si pembully, bahkan nasehat, dakwah". (nah ini yang selama ini kita lakukan).

"loh kita ?". (iyah kita, aku dan kamu. emang kenapa?).

"maksud kamu, kamu jatuh cinta sama aku gitu ?". (amit-amit.. sadar bro, kita ini sama-sama lelaki normal. hanya mencintai wanita yang sama).

"sssttttt... udah-udah.. cut. gak enak dibaca sama publik". (oh iya yah.. keceplosan).

"wooii.. kalian.. jangan pada pergi dulu, bayar dong. lagian itu kopi boleh dihabisin, tapi gak perlu pake nelen gelas segala". Sunengsih si tukang Kopi mencak-mencak sewot sambil sit up.

kesimpulannya :
"membully tetaplah aja perbuatan tercela"

VIDEO PILIHAN