Mohon tunggu...
Ayu Lestari
Ayu Lestari Mohon Tunggu... Penulis - Nama : Ayu Lestari

Mahasiswa_Fakultas Tarbiyah_STAI AL-HIDAYAT LASEM

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Trik Membebaskan Emosi Negatif, Gimana Tuh?

25 Mei 2022   06:12 Diperbarui: 25 Mei 2022   06:23 171
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Filsafat. Sumber ilustrasi: PEXELS/Wirestock

Kali ini, ada salah satu pembelajaran dari buku yang saya suka dan lambat laun memperbaiki hidup saya yaitu buku yang berjudul "filosofi teras". Buku top best seller ini sangat memberikan kesan dan banyak makna yang tersurat untuk diberikan bagi para pembacanya dengan tulisan-tulisan yang sederhana namun lugas.

Ajaran filsafat stoicsm atau biasa disebut filsafat teras ini merupakan ilmu filsafat Yunani Kuno dimana diprakasai oleh para filsuf ternama seperti Marcus Aurelius, Epictetus, dan lain-lain. Dengan latar belakang yang sangat luar biasa dapat menyuguhkan beberapa ilmu filsafat yang sangat luar biasa.

Adapun dari dalam buku ini mengajarkan berbagai macam pelajaran hidup untuk manusia diantaranya bagaimana caranya untuk mengelola emosi. Setiap manusia memiliki taraf emosinya masing-masing. Terkadang tingkat emosi tersebut dipicu karena banyaknya ide dan tekanan yang bersamaan. 

Nah, Dimata stoa, untuk melawan emosi hendaknya dapat menciptakan rasa bahagia yang nyaman bagi tubuh. Orang Yunani menyebutnya pathos, yang berarti mengenai atau menderita. Namun, arti lain dari pathos yaitu passion, terjemahan dari rasa emosi yang buruk. Hasrat sendiri merupakan bentuk dari adanya emosi buruk dalam tubuh.

 

Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Hasrat ialah keinginan dalam menginginkan sesuatu, entah sesuatu obsesi, capaian, kemampuan, dan lain-lain. Jika hasrat tersebut tidak tercukupi maka timbullah emosi negatif (eksesif) dari tubuh kita. Dari filosofi teras melakukan cara dengan latihan konkret. Dengan latihan konkret, otomatis kita dapat memangkas emosi-emosi negatif yang dapat merugikan kita. 

Menurut pernyataan dari Epictetus yang berbunyi "memotong semua hasrat" ini dipusatkan ketika orang tersebut baru melakukan latihan (askesis). Walaupun begitu, pada berjalannya waktu orang tersebut lama kelamaan meluruhkan emosi negatif secara perlahan-lahan.

Sebenarnya, emosi negatif itu muncul lantaran awal mulanya ia merupakan opini-opini buruk dari dalam tubuh yang diikuti perasaan buruk seperti jengkel, kesel, marah, kecewa karena pihak yang bersangkutan telah memfitnah, membohongi, atau bahkan mengkhianati kita.

So far memang sangat wajar sebagai manusia memiliki emosi negatif karena perlakuan dari orang lain terhadap kita. Akan tetapi, coba dipikirkan kembali apakah memendam emosi secara terus menerus membuat keadaan hati kita akan senantiasa baik? tentu saja tidak. Hal yang manusiawi sekali untuk merasakan rasa emosi yang ada pada diri.

Maka dari itu, kaum-kaum stoa memberitahukan emosi negatif bukanlah suatu perasaan liar, akan tetapi emosi merupakan bagian dari rasio (nalar). Emosi negatif hadir karena adanyaa opini-opini buruk yang di setel secara otomatis dalam otak manusia setelah manusia tersebut melakukan kesalahan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun