Mohon tunggu...
Ikhwanul Halim
Ikhwanul Halim Mohon Tunggu... Penyair Majenun

Author of 'The Geek Got The Girl', 'Rindu yang Memanggil Pulang', 'Kafe Pojok & Barista tak Bernama' (Antologi Puisi), 'Terdampar dan Cerita-cerita Lain' (Kumpulan Flash Fiction), '2045' (Kumpulan Cerpen) dan 'Bobo Pengantar Dongeng' (Kumpulan Dongeng Kekinian). Father. Husband. Totally awesome geek. Urban nomad. Sinner. Skepticist. Believer. Great pretender. Truth seeker. Writer. Editor. Poet. Space dreamer. https://www.wattpad.com/user/IkhwanulHalim

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Semesta dalam Genggaman

12 Juni 2019   16:00 Diperbarui: 12 Juni 2019   16:32 0 8 1 Mohon Tunggu...
Semesta dalam Genggaman
www.flickr.com

Pembaca,

Begitu mendengar kata 'sains', banyak yang tiba-tiba langsung koma.

Menyedihkan, sebetulnya. Saya telah mencoba menggantikannya dengan kata lain. Favorit saya adalah 'kebenaran lebih aneh dari fiksi'.  Terbukti orang-orang lebih percaya dengan cerpen-cerpen saya.

Anda ingin saya menjelaskannya lebih detail lagi?

Angkat tangan dan kepalkan tinju Anda. Sudah? 

Saat ini, pada detik ini, Anda menggenggam seluruh Alam Semesta di tangan Anda. Bahkan, lebih menakjubkan jika dipikirkan bahwa Anda mungkin juga sedang memegang miliaran bahkan triliunan Alam Semesta lainnya di kepalan telapak tangan Anda.

Mengapa begitu? Karena demikian adanya menurut 'Teori Dawai Semesta'.

Pakar-pakar yang mencetuskan teori tersebut adalah fisikawan yang telah disedot ke dunia yang aneh, dunia yang begitu kecil, sedemikian kecilnya sehingga atom menjadi seukuran Matahari (atau lebih). Mereka berpikir, Alam Semesta yang kita lihat adalah manifestasi dari sejumlah dawai yang menyerupai energi. Dawai-dawai ini bergetar seperti senar guzheng (yangkim) yang dipetik Zhou Jian Nan mantan anggota 12 Girls Band, yang pada akhirnya membentuk segalanya: mulai dari biji kersen hingga pesinden dan presiden.

Untuk melakukan hal ini, dawai-dawai kecil ini harus saling melengkapi dimensi lain, melampaui 4 dimensi normal yang kita ketahui (yaitu titik garis, bidang, ruang dan - sudah pasti - waktu). Dimensi 'ekstra' ini berukuran luar biasa kecil, sekitar sepertriliun-triliun sentimeter. Untuk menjelajah Alam Semesta di salah satu dimensi ini tidak butuh waktu lama, tetapi mungkin Anda harus mengubah ukuran tubuh Anda terlebih dulu, dan memakai sepatu sandal dengan ukuran yang sesuai.

Jika satu atau lebih dari dimensi super kecil ini - ada tujuh dimensi ruang di atas tiga yang kita kenal dan cintai ini (dan karena itu aku percaya pada ayat kitab suci yang menukilkan 'langit ke tujuh')- saling terhubung ke beberapa alam semesta lain, atau bahkan beberapa triliun triliun alam semesta sejajar lainnya - yang diusulkan oleh penganut teori dawai semesta - maka tatap jemari Anda yang masih menggenggam erat itu.

Bayangkan ruang-ruang ekstra kecil terperangkap di antara celah-celah atom-atom tangan Anda, maka di sanalah Anda berada, memegang seluruh Alam Semesta dengan cengkraman kematian. (Sekadar untuk diketahui, penghuni Tau Ceti  5 yang hijau dan tenteram sangat sensitif terhadap perubahan tekanan).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2