Humaniora

Peringatan Hari Buku Sedunia, Indonesia Mengadakan Perayaan Apa?

23 April 2019   01:09 Diperbarui: 23 April 2019   01:18 189 4 0
Peringatan Hari Buku Sedunia, Indonesia Mengadakan Perayaan Apa?
Sumber: facebook.com (delfiorion)

Seiring dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) masyarakat semakin bergantung dengan penggunaan alat-alat elektronik, seperti smartphone (gadget), laptop, komputer, dan lain-lain, dan masyarakatpun dituntut untuk selalu mengetahui berita-berita terbaru yang menyebabkan masyarakat cenderung lebih memilih membaca berita-berita di media sosial daripada membaca pengetahuan melalui buku-buku pelajaran maupun buku pengetahuan lainnya. 

Minat baca seseorang akan sangat berpengaruh terhadap minat belajar seseorang, semakin ia memiliki minat baca yang tinggi maka akan semakin tinggi pula minat belajarnya. 

Seseorang yang memiliki minat baca yang tinggi atau senang membaca maka orang tersebut akan memiliki pengetahuan atau wawasan yang luas dari buku-buku yang pernah ia baca. Dengan membaca buku kita juga bisa menambah kosa kata sesuai dengan model penulisan tiap penulis.

Rendahnya minat baca dalam sebuah Negara akan sangat mempengaruhi kualitas pendidikan di Negara tersebut, semakin tinggi minat baca masyarakat di sebuah Negara maka akan semakin tinggi pula kualitas pendidikan yang dimiliki Negara tersebut. 

Rendahnya minat membaca buku saat ini disebabkan oleh banyak faktor antara lain munculnya internet yang memiliki 2 akibat yang saling bertolak belakang, yaitu lebih memudahkan seseorang dalam mencari suatu hal yang mana dengan kemudahan tersebut seseorang tersebut secara tidak langsung akan mulai jauh dengan dunia baca buku. 

Munculnya banyak jenis hiburan, permainan, tayangan TV, dan sudah diberikan gadget sejak usia dini oleh orang tua dapat menyebabkan turunnya minat baca seseorang dan menjauhkannya dari buku. 

Pada saat ini anak-anak sejak usia dini sudah diberikan gadget oleh orang tuanya dengan harapan anak tersebut akan diam dan tidak rewel dan orang tua mengabaikan kontrol penggunaan anak terhadap gadget tersebut, padahal dengan memberikan gadget sejak usia dini tanpa memperhatikan kontrol penggunaan maka orang tua secara tidak langsung akan menjerumuskan anaknya kedalam jurang kebodohan. 

Begitu juga dengan mahasiswa saat ini, mereka lebih mengandalkan gadget mereka dan memanfaatkan internet sebagai sumber dari tugas mereka, dan mengabaikan adanya tatanan berbagai sumber buku yang ada di perpustakaan. 

Mahasiswa saat ini cenderung lebih suka nongkrong di warung kopi atau di kafe dengan membicarakan sesuatu hal yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial. Mereka seakan-akan lupa dengan peribahasa buku adalah jendela ilmu.

23 April merupakan peringatan hari buku sedunia, ketetapan ini dilatarbelakangi oleh acara perayaan La Diada de Sant Jordi alias Sant Jordi di Catalunya, Spanyol. Pada tanggal 23 April para penjual buku di Catalunya mengadakan festival buku untuk memperingati hari kematian beberapa penulis yang memiliki karya terbaik di dunia, seperti Cervantes, Shakespeare, dan Inca Garcilaso de La Vega. 

Dengan adanya perayaan tersebut pada tiap tahunnya maka UNESCO sebagai organisasi pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan PBB menetapkan tanggal 23 April sebagai Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia atau biasa disebut denga Hari Buku Sedunia. 

Perayaan hari buku sedunia dimulai sejat tahun 1995 di Paris dengan pemberian penghargaan kepada buku-buku dan para penulis serta mempromosikan budaya membaca, penerbitan, dan hak cipta. Sejak tahun 2001 perayaan hari buku sedunia deganti menjadi pemilihan suatu kota yang akan dijadikan sebagai Ibu Kota Buku Dunia selama satu tahun kedepan.

Dengan adanya Hari Buku Sedunia, maka diharapkan Indonesia khususnya memiliki sebuah perayaan untuk memperingati Hari Buku Sedunia ini, perayaan disini adalah perayaan dimana bisa meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia terhadap buku, mengingat minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah, yaitu di angka 62 dari 70 negara. 

Hal ini didasarkan pada hasil penelitian Program for International Student Assessment (PISA) rilisan Organisation for Economic Co-Operation and Development (OECD) tahun 2015 (detiknews). Minat baca masyarakat Indonesia harus meningkat, mengingat minat baca sebuah Negara akan sangat mempengaruhi dengan kualitas pendidikan yang ada dalam Negara tersebut.