Mohon tunggu...
Asyer Arwadi Bulan
Asyer Arwadi Bulan Mohon Tunggu... Lainnya - Hamba Tuhan

Terus belajar

Selanjutnya

Tutup

Foodie Pilihan

Lemang: Makanan Khas Saat Pesta Gawai Dayak atau Pesta Adat lainnya

23 Mei 2024   16:52 Diperbarui: 23 Mei 2024   17:04 258
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi sedang memasak lemang. (Sumber gambar: dokpri/Mores)

Lemang hadir di setiap momen gawai Dayak atau pesta adat lainnya yang sering dihadiri oleh penulis, khususnya di kampung-kampung yang ada di wilayah Sekadau.

Penulis sering disajikan makanan khas yang disebut lemang oleh kalangan orang Dayak, rasanya tidak sah, jika tidak ada makanan lemang. Lemang dijadikan makanan perayaan oleh suku Dayak yang disajikan pada gawai Dayak atau pesta-pesta adat yang ada di wilayah Sekadau.

Apakah di tempat lain tetap disajikan makanan lemang ini saat pesta gawai (pesta adat lainnya) di kampung halamannya di wilayah pulau Kalimantan? Karena penulis tidak mengetahuinya. Atau dengan bentuk dan cita rasa yang sama dengan nama berbeda.

Makanan lemang merupakan penganan dari beras ketan atau beras pulut dalam bahasa Dayak, ketan tersebut dicampur santan kelapa dan garam, kemudian dimasukkan ke dalam seruas bambu, sebelumnya bambu telah dibersihkan bagian dalamnya, lalu lapisi dengan selembar daun pisang, agar ketika sudah masak, mudah memisahkan antara bambu dan penganan tersebut.

Ilustrasi sedang mempersiapkan lemang. (Sumber gambar: dokpri/Mores)
Ilustrasi sedang mempersiapkan lemang. (Sumber gambar: dokpri/Mores)

Beras ketan harus dicuci bersih sebelum dimasak, dan biasanya beras ketan harus direndam sekitar 5 jam. Tujuan agar lemangnya terasa lebih empuk.

Nah, rupanya, tidak semua bambu bisa digunakan sebagai wadah ketika memasak lemang tersebut, menurut orang tua penulis. Bambu ada beberapa jenis: pertama, bambu jenis purin terdiri dari: purin botong, purin nyanyang, purin koman, dan purin sayur. Kedua, bambu jenis buluh, jenis ini yang bisa digunakan sebagai wadah ketika memasak lemang. Ketiga, bambu jenis aur terdiri dari: aur kuning dan aur hijau. Keempat, bambu jenis pensak. Dan kelima, bambu jenis muntik.

Ketika semuanya sudah siap, ruas bambu yang telah diisi dengan beras ketan dan campuran lainnya di letakkan dekat api, dengan jarak sekitar 30 cm dari api. Untuk sandaran bambu tersebut diberi penyangga besi atau kayu.

Biasanya, ujung bambu ketika memasak lemang ditutup dengan parutan kelapa. Pada saat proses memanggang, suhu apinya harus tetap dijaga. Apinya tidak boleh terlalu besar, karena bisa gosong ataupun terlalu kecil lemangnya bisa mentah.

Ilustrasi sedang memasak lemang. (Sumber gambar: dokpri/Mores)
Ilustrasi sedang memasak lemang. (Sumber gambar: dokpri/Mores)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun