Mohon tunggu...
Astuti Cyindyi Alaisya
Astuti Cyindyi Alaisya Mohon Tunggu... Cindy

Mahasiswi

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Mahasiswa UMM Kenalkan Budidakkamber pada Warga RT 01 RW 05 Desa Torongrejo, Kota Batu

23 Oktober 2020   13:10 Diperbarui: 23 Oktober 2020   13:14 18 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mahasiswa UMM Kenalkan Budidakkamber pada Warga RT 01 RW 05 Desa Torongrejo, Kota Batu
Kegiatan sosialisasi budidaya lele dan kangkung/dokpri

Desa Torongrejo kota Batu merupakan salah satu desa yang terkena dampak dari pandemi Covid-19 ini. Mayoritas penduduk di desa ini berprofesi sebagai petani yang mengharuskan mereka keluar rumah untuk pergi keladang. Namun, dengan adanya kebijakan sosial distancing dan larangan melakukan aktivitas berlebihan diluar rumah, para penduduk tidak bisa melakukan aktivitas mereka di ladang. Hal ini menyebabkan menurunnya tingkat pendapatan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Permasalahan yang diakibatkan oleh adanya pandemi Covid-19 tidak hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berdampak pada ekonomi masyarakat Indonesia. Hal tersebut membuat ekonomi Indonesia memiliki resiko yang sangat tinggi untuk melemah dan berdampak juga bagi kehidupan masyarakat. Lockdown yang dilakukan pada seluruh aktivitas ekonomi juga mempercepat peningkatan jumlah penggangguran karena banyaknya karyawan yang di PHK.

Adanya masalah-masalah tersebut membuat Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Kelompok 44 Gelombang 11 yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ibu Dra.Sri Wahyuni Latifah,MM,Ak, CA beranggotakan lima orang terdiri dari Anjar Dwi Wahyudi sebagai ketua tim, Irnalia Aisyah, Nurul Refsi, Dian Ayu dan Astuti Cindy sebagai anggota. Mereka mengadakan kegiatan sosialisasi budidaya lele dan kangkung sebagai upaya membantu memulihkan ekonomi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, yang juga bisa dijadikan sebagai usaha baru untuk menambah pendapatan masyarakat Desa Torongrejo Kota Batu di era new normal ini.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober 2020 yang melibatkan 10 warga  Desa Torongrejo. Adanya kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan, menjaga kecukupan asupan gizi masyarakat, membantu masyarakat berkreasi untuk melengkapi kegiatan produktif dirumah, untuk membangun masyarakat yang sehat dan mawasdiri, membangun kesadaran akan pandemi, serta  mendukung kemandirian masyarakat dalam menghadapi covid-19.

“Kami senang sekali semuanya berjalan dengan lancar, warga juga sangat antusias untuk ikut serta dalam kegiatan budidaya lele dan kangkung ini. Tingginya antusias warga bisa kita lihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan seperti bagaimana cara perawatan, berapa biayanya, hingga waktu yang diperlukan sampai panen. Target kedepan setelah sosialisasi ini, warga dapat mengimplementasikan Budidakkamber dengan akuaponik dirumah masing-masing” ujar Astuti Cindy anggota kelompok PMM 44 UMM.

“Alhamdulillah ya mbak, nantinya hasil dari panen kangkung dan ikan lele bisa kita jual atau di masak sendiri untuk dikonsumsi sehari-hari. Semoga saja berhasil ya, sehingga nantinya suami saya bisa mengembangkan Budidakkamber sendiri dirumah” ujar Ibu Tutut Rahayu warga desa Torongrejo.

Budidakkamber buatan TIM PMM 44 UMM/dokpri
Budidakkamber buatan TIM PMM 44 UMM/dokpri

Alat dan bahan yang digunakan sangat mudah ditemukan yaitu berupa bibit kangkung, bibit lele, ember, plastik, rockwoll, gelas palstik, dan juga tali tis. Ember yang digunakan tidak harus ember baru, menggunakan ember atau drum yang sudah tidak terpakai dapat dimanfaatkan. Ikan lele dapat dipanen dalam waktu sekitar 3 bulan, untuk kangkung dapat dipanen dalam waktu sekitar 1 bulan. (Minggu, 18 Oktober 2020 )

VIDEO PILIHAN