Mohon tunggu...
Emmanuel Astokodatu
Emmanuel Astokodatu Mohon Tunggu... Administrasi - Jopless

Syukuri Nostalgia Indah, Kelola Sisa Semangat, Belajar untuk Berbagi Berkat Sampai Akhir Hayat,

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Perubahan dan Sikap Bijak

9 Desember 2021   09:15 Diperbarui: 9 Desember 2021   09:27 152 10 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Peristiwa

Awal perhatian saya menulis ini karena tertarik pada peristiwa perubahan, di kabar berita dunia, misalnya berita perubahan budaya gaya hidup lebih bebas bagi wanita di forum terbuka, dan tidak adanya polisi moral pengawas busana wanita, di Saudi Arabia.  Di kabar berita nasional, ada isu perubahan kabinet. di pengalaman keseharian baca perubahan dibukanya klas tatap muka/ offline disekolah-sekolah. Kenyataan yang bisa menimbulkan kegembiraan, duka, kejutan, pertanyaan adalah Perubahan. Perubahan suatu realita yang membutuhkan perbedaan sikap baik dari positip, cuek, ataupun negatip dengan gradasi dan timingnya.

Cara Pandang peristiwa

Berfikir tentang peristiwa secara umum perlu dipahami dahulu pelbagai cara pandang. Sebab dengan semakin cakrawala luas terbuka bagi suatu peristiwa, peristiwa itu akan mendapat tanggapan yang semakin berragam. Bahkan tanggapan itupun dapat memberi pengaruh terhadap dampak peristiwa yang ditanggapi siapa berakibat apa pada orang yang terlibat peristiwa itu.

Penulis mulai menulis karena memandang suatu peristiwa, peristiwa dalam diri penulis atau disekitarnya. Dia pantas menyadari apakah dia jurnalis, atau dia sekedar orang pinggiran, sebagai pemirsa pendengar hanya suka suka menulis untuk mencatat. Sehingga Dampak yang utama bahwa hasil tulisannya sangat terbatas sebagai catatan pribadi, atau pembacanya kelak cucu penulis itu.

Pasti berbeda penulis itu seorang jurnalis pada surat kabar terkemuka di ibukota negara. Sebab satu perkara yang melekat pada kasus ini adalah mengapa penulis itu berminat atas peristiwa tersebut.  Lebih tegas bila dikatakan  penulis itu bukan sekedar jurnalis biasa tetapi jurnalis peminat kasus tertentu, seperti pengamat khusus politik, olah raga, senibudaya. Motivasi penulis biasanya membuat tersisipnya pada paparan peristiwa itu opini penulis. Tetapi minimum cara pandang itu biasanya berbeda dan bisa membedakan tampilan obyek..

Cara pandang seorang yang berkepentingan, cara pandang orang yang terlibat, cara pandang pejabat pun belum tentu cara pandang yang obyektip. Mau mencari bukti dan ilustrasi ikuti acara talkshow di semua TV . TV memancing memberi kasus dan para yang terkait bicara dengan masing masing cara pandang. Pengarah acara mencoba menemukan inti atau pandangan seobyektif mungkin terhadap peristiwa.

Belum lagi dikatakan seorang pakar ilmuwan Prof. Rhenald Kasali guru besar di Universitas Indonesia mendirikan lembaga kajian "Rumah Perubahan". Ada sepuluh youtub beredar tentang sepuluh Ledakan Ekonomi dan Kehidupan. Menurutnya ada perubahan yang disebutnya "Ledakan", Diserupsi. Erupsi sudah disebut letusan besar, disrupsi adalah ledakan, energi besar mengejutkan, terpecah dan memecahkan segala yang dilanda.

Fenomena dan jenis Perubahan.

Kejadian rutin jarang menjadi bahan berita karena tidak memberitakan Perubahan. Kejadian rutin paling sekedar menjadi latar belakang pendukung peristiwa perubahan. Ada rasa biasa kejutan politik akhir akhir ini, kritik kritik terhadap pemerintah mulai menurun itu juga semacam perubahan.  Tetapi Prof Rhenald menyebut perubahan Ekonomi dan Kehidupan. Suatu medan pengamatan yang luas.  Dipusatkan pada fokus pengandaian waktu sekarang atau yang terbaru, dan rupanya itu adalah Pandemi dan perkembangan teknologi informatika.. Semua seperti akibat Pandemi dan didukung oleh kemajuan IT.

Disebut saja fenomena banyaknya orang kehilangan pekerjaan, dan tumbuhnya ekonomi kreatip dan ditemukan mata pencaharian baru. Bersamaan dengan itu perubahan cara keluarga menata acara dan pola kehidupan yang mengikuti situasi. Dari cara belanja, penggunaan uang, pendeknya harus berubah karena situasi. Apalagi kebutuhan dan kepentingan anak sekolah dirumahkan. Berlanjut pada kebutuhan rekreasi keluarga untuk keluar rumah. Berkembang wisata keluar rumah biarpun sekedar bersepedaan. (Fenomen Ekonomi: kehilangan dan temuan kreatip kerja, Rumah Tangga,)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan