Hasto Suprayogo
Hasto Suprayogo

indonesian creative designer & digital marketing consultant | astayoga@gmail.com | http://www.hastosuprayogo.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Sekeping Kenangan di Bangku Taman Inggris

10 Januari 2019   21:40 Diperbarui: 10 Januari 2019   21:46 295 2 0
Sekeping Kenangan di Bangku Taman Inggris
Bangku Taman di Inggris (HastoSuprayogo.com)

Perhatikan foto di tulisan ini. Bisakah Anda temukan sesuatu yang tak biasa?

Sekilas tak ada yang istimewa darinya, hanya sebuah bangku kayu. Bangku macam ini umum ditemui di taman-taman kota di pelbagai negara Eropa, salah satunya di Inggris.

Fungsinya simpel dan bisa Anda tebak dengan mudah. Untuk diduduki mereka yang lelah berjalan atau yang ingin sejenak rehat sembari menikmati pemandangan.

Namun, jika Anda perhatikan seksama, ada sekeping logam kekuningan tertempel di sana. Dan jika Anda cermati, ada sebaris tulisan terpahat pada plakat tersebut. Bunyinya 'A.J. Adam Shaw 1967-1999, Remembered with Love by His Family and Friends'.

Ini adalah bangku memorial, alias bangku kenangan. Tujuannya memang untuk mengenang seseorang atau sekelompok orang. Biasanya mereka yang sudah berpulang, alias telah meninggal dunia.

Iya, di Inggris, misalnya di kota yang kami tinggali, dimungkinkan untuk mengenang orang lewat plakat di bangku taman. Pemerintah kota sebagai pengelola taman mengakomodir hal ini. Tentunya tidak gratis.

Ada harga yang musti dibayar oleh mereka yang ingin nama kerabat atau karibnya dipahat di sana. Harga berkisar mulai dari ratusan hingga 2 ribuan poundsterling. Tentunya tergantung jenis bangku yang diinginkan, apakah bangku baru atau refurbish, lokasi tempat bangku dipasang dan jenis plakatnya.

Biasanya, bangku memorial macam ini bisa dikontrak selama periode 10 tahun. Untuk kemudian boleh diperpanjang kembali dengan harga tertentu.

Mengapa orang-orang di sini mau menyewa bangku memorial macam ini? 

Well, tentunya jawabnya amat kasuistik untuk setiapnya. Namun, bisa dibilang karena mungkin ini wujud apresiasi dan upaya mengabadikan kenangan atas sosok yang telah berpulang. Dan pastinya karena tak semua orang bisa dikenang sebagai nama jalan, maka bangku taman nampak jadi pilihan yang jauh masuk akal.

Tabik!