Mohon tunggu...
Asita Suryanto
Asita Suryanto Mohon Tunggu... Traveler

pecinta traveling dan kuliner

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Tokyo, Kota Metropolis yang Tetap Menjaga Kuil Kunonya

22 Juni 2014   22:54 Diperbarui: 20 Juni 2015   02:48 148 0 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tokyo, Kota Metropolis yang Tetap Menjaga Kuil Kunonya
1403427047505957404

Tokyo adalah kota metropolis yang menarik di Jepang. Tradisi berpadu dengan budaya modern. Di sini, Anda dapat mengunjungi kuil kuno sebelum kemudian melihat menara Tokyo Skytree yang modern menjulang tinggi. Tradisi yang berabad-abad lalu berdampingan dengan budaya perkotaan yang membuat menarik untuk dikunjungi .




[caption id="attachment_344225" align="alignnone" width="800" caption="lentera raksasa di kuil asakusa"][/caption]

Luangkan waktu berjalan-jalan di  Taman Timur Istana Kekaisaran Jepang yang cantik. Pintu gerbang yang gagah terbuat dari kayu bisa dicapai melalui jembatan yang dilalui  kanal menyerupai kolam. Lalu uji pengetahuan Anda tentang sejarah Jepang di Museum Edo-Tokyo.




[caption id="attachment_344222" align="alignnone" width="600" caption="bersama pasangan jepang yangberbaju kimono"]

14034269341069157724
14034269341069157724
[/caption]

Ibu kota negara  Matahari Terbit ini  adalah sebuah negara di mana masa lalu memenuhi masa depan . Budaya Jepang membentang kembali ribuan tahun , namun juga telah mengadopsi  dan menciptakan kota  mode  dengan berkunjung ke kawasan pertokoan Ginza, mata langsung terserap akan mode mutakhir yang sedang trend di Jepang. Dimana semua merk baju dan tas dari seluruh dunia ada di mall-mall daerah Ginza.

Kembali ke masa lalu, saya berkunjung ke kuil  Asakusa Kannon yang juga dikenal sebagai "Sensoji" .  Kuil Buddha ini  terletak di daerah  Asakusa, Taito, Tokyo. Sensoji dibangun pada tahun 645 dengan arsitektur Jepang terbaik.  Asakusa sangat terkenal dengan berbagai kuil di mana kuil  Asakusa Kannon  adalah yang paling terkenal dan juga kuil tertua di Tokyo.

[caption id="attachment_344224" align="alignnone" width="800" caption="kuil asakusa"]
1403427008695009065
1403427008695009065
[/caption]

Asakusa Kannon ini sangat dekat lokasinya dengan stasiun kereta api Asakusa yang dilayani oleh banyak sublines. Cara termudah untuk mencapai Asakusa adalah mengambil jalur JR Yamanote dari Stasiun Tokyo ke stasiun Kanda yang kira-kira dua menit perjalanan dan kemudian transfer ke jalur kereta bawah tanah Ginza dengan tujuan Asakusa dan ditempuh sekitar sepuluh menit perjalanan.

Karena itu, jika seorang wisatawan pergi ke Asakusa menggunakan subway, rambu penunjuk jalan yang terpasang di stasiun kereta bawah tanah (chikatetsu) akan mengarahkan ke gerbang  Kaminari. Di gerbang besar yang terbuat dari kayu itu tergantung sebuah lampion raksasa berwarna merah. Di tiang sebelah kiri ada patung dewa angin, sedangkan yang di kanan adalah patung dewa badai



Masuk kuil ini disambut  dua dewa yang menampilkan sebuah lentera raksasa berwarna merah  yang banyak difoto untuk latar belakang pengambilan foto.  Pada  gerbang utama ada  jerami sandal raksasa yang menutup satu sisi . Kuil ini selalu ramai pengunjung dan wisatawan asing. Kuil Asakusa tak pernah berubah sejak beberapa ratus tahun silam. Para pengunjung menikmati suasana masa silam.


[caption id="attachment_344227" align="alignnone" width="640" caption="jembatan penyeberangan yang super sibuk di shibuya"]

1403427115404378872
1403427115404378872
[/caption]

Di dalam kehidupan yang serba modern, rupanya tiap hari tetap ada ribuan orang Jepang datang ke kuil tertua di negeri sakura ini.Tradisi terus dijaga dan bangunan kuil dipertahankan sesuai aslinya.Semua dipertahankan seperti aslinya, hanya ditambah lampion-lampion yang juga selaras dengan bangunan kuno di sekitarnnya. Sehingga memasuki Kuil Kannon di Asakusa, Tokyo, seolah memasuki lorong waktu menuju arus balik menuju Jepang di masa lalu.

Seperti kuil pada umumnya, di halaman bangunan utama juga disediakan altar untuk menyalakan hio, yaitu tempat menyulut dupa dan semua pengunjung yang percaya akan berebut mengasapi diri untuk mendapatkan keberkahan. Ada kepercayaan disini barang siapa yang menghembuskan asap dupa dari kuil  di badannya akan mendapat berkah banyak rejeki, sehat dan terkabul semua doanya.

[caption id="attachment_344229" align="alignnone" width="640" caption="ana-anak remaja harajuku gak menolak difoto turis"]
14034272522076452420
14034272522076452420
[/caption]

Di halaman bagunan utama juga terdapat tempat melempar batangan bambu untuk ramalan mengetahui  keberuntungan. Pengunjung akan mengocok wadah yang berisi batangan bambu untuk mendapati salah satu batang bambu yang terlempar. Pengunjung lalu menuju sebuah lemari untuk mencari potongan kertas yang sesuai dengan angka pada batang bambu yang terlempar. Di kertas itulah konon ramalan nasib orang tersebut tertulis.

Di  kawasan Asakusa  juga dijual  barang-barang oleh-oleh khas Jepang seperti  aksesoris,gantungan kunci,  suvenir,  dan baju kimono. Terutama makanan palsu bahan plastik seperti aslinya untuk etalase restoran  contoh  sushi palsu, mie ramin palsu di mangkok lengkap dijual disini. Semua barang dijual lengkap dengan label harga sehingga kita  tidak khawatir dengan harga yang kemahalan.

Setelah puas melihat Kuil Asakusa saya melewatkan malam hari di daerah Shibuya yang terkenal dengan penyeberangan jalan atau zebra cross teramai di dunia.Berdekatan dengan Hachiko Plaza ini bisa dibilang salah satu persimpangan paling keren yang pernah  saya lihat .

Shibuya Crossing luar biasa dengan banyaknya  kerumunan orang yang bersama-sama menyeberang di kala lampu berwarna merah, dengan latar belakang layar video besar, yang kadang-kadang menampilkan video langsung dari adegan jalanan di  zebra cross ini. Tempat ini cukup untuk menghentikan waktu Anda untuk merasa “wow  saya sedang ada di Tokyo,”.

[caption id="attachment_344228" align="alignnone" width="640" caption="gambar bangunan no 109 kode wilayah shibuya"]
14034271761167040800
14034271761167040800
[/caption]

Saya tidak tahu mengapa ketika sudah kembali ke tanah air, setiap kali saya memikirkan Tokyo saya selalu mengingat  penyeberangan Shibuya di malam hari dengan aneka lampu, video besar, dan kerumunan orang banyak di penyeberangan jalannya. (email:asita@djojokoesoemo.com)

VIDEO PILIHAN