Asep Dani
Asep Dani Mahasiswa, Guru

Mahasiswa Fakultas Sains Terapan Unsur, Cianjur

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Pentingnya Pengenalan Sanitasi Sejak Dini untuk Menghindari Penyakit Menular di Pedesaan

16 September 2017   21:45 Diperbarui: 16 September 2017   22:21 374 1 0

Sekolah Dasar adalah tempat yang cocok dalam membimbing anak-anak usia 7-12 tahun. Hal ini dikarenakan anak-anak usia seperti itu masih bisa kita arahkan dan atur agar tidak tergerus oleh zaman yang semakin memprihatinkan saat ini. Oleh karena itu, pengenalan tentang sanitasi pada mereka sangatlah cocok, karena bisa terus berjalan sampai mereka dewasa. Perlu kita ketahui, bahwa sanitasi di sekolah sangatlah minim dan bahkan pihak sekolah tidak mempunyai sanitasi yang layak. 

Menurut peraturan seharusnya pihak sekolah mengadakan sanitasi buat siswa-siswinya yaitu 1 tempat sanitasi untuk 60 siswa dan siswi (untuk siswi harus dipisah) berarti kalau ada 60 laki-laki dan 60 perempuan di sekolah tersebut , pihak sekolah hanya perlu mengadakan dua tempat sanitasi.

            Namun, tidak semua sekolah bisa mengadakan tempat sanitasi dengan layak, dikarenakan pelbagai hal yang menghambat pembangunan sanitasi di sekolah tersebut. Misalnya , keterse-

diaan air bahkan jarak yang jauh untuk membuat sanitasi atau dana yang tidak memu-

ngkinkan.Padahal kalau dilihat dan ditinjau penggunaan dana yang diberikan oleh peme-

rintah setiap tahunnya pasti sekolah bisa membangun sarana untuk sanitasi dengan layak. Permasalahan sanitasi pun tidak hanya dipendanaan dan susahnya air bersih, tetapi banyak guru yang tidak  paham akan praktiknya dan memperkenalkan kepada anak-anak sekolah dasar  tersebut itu akan semakin sulit. Padahal guru adalah panutan untuk anak-anak dalam hal belajar dan lain sebagainya.

Menurut data WHO  pada tahun 2007 ada 100.000 anak Indonesia meninggal akibat diare dan cacingan 40-60% setiap tahunnya. Oleh sebab itu pengenalan sanitasi pada anak usia sekolah dasar itu sangat penting, namun pengenalan sanitasi pun tidak akan berpengaruh kalau sarana dan prasarana pihak sekolah tidak memadai. 

Kita bisa melihat betapa besar risiko yang harus dihadapi anak-anak Indonesia ketika sanitasi yang seharusnya bisa dirasakan oleh mereka di sekolah-sekolah namun hal ini menjadi sebuah momok besar dan polemik bagi sekolah. Melihat anak-anak belajar ke sekolah dengan giat saja guru sudah bersyukur, hal ini menyebabkan pengenalan sanitasi sejak dini pun terabaikan dan bahkan dibiarkan begitu saja.

Namun, pembuatan sanitasi sekolah tidak hanya pembuatan jamban saja, hal ini pasti banyak tidak diketahui oleh pihak sekolah. Pembuatan tempat pencucian tangan, itu adalah hal yang harus ada di lingkungan sekolah. Pada dasarnya pembuatan sanitasi dan pengenalannya hanya dilakukan di kota-kota besar dan sekolah elit yang fasilitas dan infrastrukturnya sudah memadai dari pelbagai aspek.

Pengenalan sanitasi sejak usia dini seharusnya menargetkan di sekolah dasar yang ada dipedesaan, hal ini pun pasti bisa mempengaruhi kesadaran mereka terhadap kebersihan. Ya, kita ketahui bahwa di pedesaan masih sedikit sekolah yang menyediakan sanitasi untuk siswa-siswinya. Hal ini seperti yang sudah dijelaskan di atas karena kurangnya air, tidak ada sosialisasi terhadap sekolah-sekolah yang ada di pedesaan tentang pentingnya pembuatan sanitasi oleh pemerintah.

Dari sejumlah sekolah yang ada di pedesaan hanya 2% kurang lebih yang menyediakan sanitasi di sekolah, selebihnya anak-anak sekolah dasar bahkan menumpang di rumah warga ataupun rumah teman mereka yang terdekat. Ya, kita ketahui penerapan system sanitasi dan pengelolaannya di pedesaan memang sangatlah sulit. Dikarenakan banyak sekali faktor  yang mempengaruhinya.

 Untuk menghindari penyakit yang berbahaya dan efeknya adalah kematian pada anak-anak usia sekolah dasar dikarenakan tidak adanya sosialisasi pada mereka. Ya, dikarenakan kebanyakan orang tua mereka tidak paham akan pentingnya kebersihan atau sanitasi. Anak-anak biasanya bermain dan banyak aktif diberbagai hal, namun tidak langsung mencuci tangan sehabis bermain dengan sabun yang telah disediakan oleh pihak sekolah ataupun selepas BAB maupun BAK, tangan mereka tidak pernah dicuci.

Sebenarnya pengenalan sanitasi pada anak-anak sekolah dasar itu hal yang sangat penting, yaitu:

  • Anak-anak usia 7-12 tahun itu masih bisa mengikuti apa yang kita perintahkan (oleh guru), selain mempelajari ilmu lain anak-anak berusia seperti itu ke depannya akan mudah melekat dalam pikiran mereka tentang apa yang kita ajarkan.
  • Anak-anak usia sekolah dasar (umumnya di pedesaan) masih belum banyak dipengaruhi oleh pergaulan-pergaulan kota yang bisa membuat mereka tidak bisa mengikuti apa yang kita praktekan / ajarkan.
  • Pengenalan sanitasi oleh guru itu bisa menjadi contoh bagi mereka ketika berada di rumah, hal ini membuat kedua orang tuanya bisa mengaplikasikannya.

Dari ketiga pentingnya sanitasi menurut saya, yang nomor tiga paling mempengaruhi. Dikarenakan apa yang dikerjakan atau diperintahkan oleh gurunya anak sekolah dasar pasti mempraktikannya di rumah bahkan kedua orang tuanya pun diajak untuk melakukan sanitasi yang baik.

Oleh karena itu sanitasi sekolah sangat penting pengelolaannya apalagi di desa yang notabanenya masyarakat kebanyakan membuat 'jamban' yang tidak layak bagi kesehatan anak-anak mereka. Kita tahu anak-anak adalah tunas harapan bangsa yang harus kita jaga, kita bina, kita berikan pemahaman untuk kelangsungannya di masa depan.

Apabila pengenalan sanitasi di sekolah dan praktiknya berjalan lancer dan efektif maka penyebaran penyakit kepada anak-anak sekolah dasar akan bisa kita cegah. Hal ini untuk meminimalisir tingkat terjadinya kematian pada anak-anak diakibatkan sanitasi yang buruk di pedesaan.

Mengenai hal sanitasi seharusnya bukan hanya sekolah saja yang harus memperkenalkan tentang pentingnya sanitasi pada anak-anak sekolah dasar namun orang tua dan lingkungan pun harus mendukung terhadap sanitasi tersebut. Ya, pada zaman ini bukan tidak mungkin di pedesaan yang terpencil sanitasi di sekolah dasar masih kurang memenuhi standar kelayakan sanitasi yang seharusnya 1 jamban (sanitasi): 60 siswa.

Namun kebanyakan sekolah-sekolah di pedesaan bahkan 1 jamban dipakai oleh seluruh siswa dan tidak bersih. Makanya penyakit yang tidak diharapkan muncul pada anak-anak usia seperti itu. Terutama ketika mereka sehabis BAK ataupun BAB tidak mencuci tangan dengan sabun dan langsung membeli makanan di kantin-kantin ini akan sangat membahayakan.

Sudah kita ketahui bahwa tangan adalah sumber bakteri yang begitu banyak, apalagi anak tersebut sudah melakukan BAB / BAK tanpa mencuci tangan di wastafel yang tidak  tersedia di sekolah tersebut. Seharusnya hal yang paling utama dalam proses pembelajaran untuk anak-anak sekolah dasar yang tidak berada di TK dahulu adalah sanitasi, baik mencuci tangan, menggosok gigi, dan lain sebagainya untuk menghindari penyakit-penyakit yang menular.

Dari penjelasan di atas kita dapat simpulkan beberapa hal yang penting bagi keberlangsungan proses sanitasi di sekolah dasar, yaitu:

  • Sekolah wajib menyediakan sanitasi untuk anak-anak, berupa jamban dan wastafel serta sabun cuci tangan untuk menghindari penyakit yang menempel setelah bermain di lingkungan sekolah atau BAB dan BAK
  • Guru-guru harus bisa mempraktikkan tata cara sanitasi dengan pemaparan yang jelas dan mudah dimengerti baik menggunakan media-media pendukung agar anak bisa mengerti bahaya tidak adanya sanitasi.
  • Anak-anak diberikan pengenalan sewaktu masih duduk di sekolah dasar (khususnya di pedesaan),  dikarenakan anak-anak di pedesaan tidak adanya sekolah TK untuk proses pengenalan sanitasi.
  • Tidak adanya pengenalan terhadap sanitasi oleh kedua orang tua kepada anak-anak mereka, sehingga guru harus bisa bekerja keras mmperkenalkan pentingnya sanitasi sejak mereka masuk.

Dari keempat point  tersebut seharusnya pihak sekolah dan pemerintah bisa bekerja sama mengenai pentingnya sanitasi dengan mendatangkan tim kesehatan untuk melakukan pengenalan kepada anak-anak sekolah dasar.

Seperti kata hadist yang artinya :

"Kebersihan adalah sebagian dari iman."

Maka bukan hanya iman saja yang diperdalam tapi tubuh juga harus sehat, apalagi ini anak-anak penerus bangsa yang wajib kita jaga dan lindungi sebagai pemimpin bangsa di masa depan.


Cianjur , 16 September 2017

(Diikuti dalam kegiatan Artikel Ilmiah Populer, Tema : Pengelolaan Sanitasi di Sekolah Dasar, tahun 2017 oleh  Kemendikbud)