Media

4 Tokoh Gerakan West Papua yang Terlihat Aktif Memprovokasi Lewat Media Sosial

13 Oktober 2017   20:27 Diperbarui: 13 Oktober 2017   20:44 811 1 1
4 Tokoh Gerakan West Papua yang Terlihat Aktif Memprovokasi Lewat Media Sosial
Benny Wenda

 Benny wenda, Ketua ULMWP yang menjalankan kegiatannya di Oxford, Inggris. Terlihat berkeliaran di Eropa, Australia dan negara negara Pasific yang masih mempunyai simpati terhadap gerakan ini seperti Solomon Islands, Vanuatu, Tonga, Tuvalu, Nauru, Marshall Islands. Tapi karena dukungan negara negara kepulauan di pasifik itu tidak terlalu berarti dan terekspos di media, maka ia lebih sering menjalankan kegiatannya di negara negara besar yang jelas jelas mendukung Kedaulatan Indonesia atas provinsi Papua.

Melalui akun facebooknya ia sering memprovokasi pendukungnya dan mencari tambahan simpati baik lewat foto-foto, pengelaran live music wawancara Live di ABC tv Australia, membuat aksi aksi seperti Swim fo rpapua di Jenewa, RockingPapua yang terbaru ia mengaku membawa petisi hampir dari 1,8 juta tanda tangan yang di bawa ke PBB dan di tolak mentah mentah oleh ketua komite dekolonisasi PBB,Rafael Ramirez.

Herman Waingai
Herman Waingai
Herman Wainggai,tahun 2006 herman membuat panas hubungan Indonesia dan Australia dengan meminta suaka bersama 41 orang temannya kepada pemerintah Australia.Ia tinggal di Virginia Amerika Serikat dan menjadi pengajar khusus di Universitas Mason.

Aktif menjadi pembicara dalam pertemuan dan seminar Internasional tentang HAM. Berkutat melobi konggres Amerika dan PBB untuk mendukung gerakan Papua Merdeka.Lewat blog dalam bahasa inggris ia banyak menulis issue pelanggaran ham yang di lakukan aparat dan lewat facebook ia selalu memposting kegiatan seminar yang di hadirinya.

Andy Ayamiseba
Andy Ayamiseba
Andy ayamiseba,Mantan anggota band Black brothers yang tersohor di Indonesia pada tahun 70 an yang Hits dengan salah satu lagunya "Hari Kiamat". Ketua West Papua National Coalition For Liberation (WPNCL)anggota dewan komite ULMWP. Tinggal di Villa, Vanuatu. Tetapi kadang terlihat di seputaran kota Port Moresby mengadakan pertemuan dua mata dengan tokoh tokoh pendukung West Papua Movement.

Untuk di ketahui Pemerintah Papua Nugini dengan tegas melarang segala jenis aksi yang mendukung gerakan Papua.Nyaris beberapa tahun ini tidak ada pergerakan berarti dari kelompok ini di Papua Nugini. Lewat Akun facebooknya ia pernah memposting kekesalannya tentang tidak kompaknya para pengurus ULMWP.dan lewat facebooknya pun kadang kita bisa melihat kerinduannya akan kenangan manisnya bersama band Black Brothers nya yang memang mempunyai fans fanatik di Indonesia hingga sekarang.

Bucthar Tabuni
Bucthar Tabuni
Bucthar Tabuni,ketua Komite Nasional Papua (KNPB) sering terdengar isu miring tentang aktivitas nya bersama sahabat perjuangannya Victor Yeimo di luar negri,beberapa teman menceritakan seringnya ia memakai alasan ke LN bukan untuk kegiatan penting gerakan Papua, tetapi malah untuk mencari hiburan seperti berjudi dan mabuk mabukan. Lewat akun facebooknya tidak banyak kegiatan yang ia prakarsai, hanya postingan status dan postingan berita yang berbau provokasi 

Gerakan Provokasi dan mencari simpati para aktivis ini pergerakannya Cuma dalam skala kecil saja,mereka Cuma segelintir orang selalu mencoba untuk tampil di berbagai event penting tingkat dunia dengan cara mengibarkan bendera bintang kejora dan spanduk. Negara negara pasifik pendukung gerakan ini juga tidak bisa terlalu banyak mendukung sepenuhnya, karena negara mereka sendiri termasuk negara yang juga banyak mempunyai permasalahan dalam negeri.

Lewat media sosial kegiatan mereka terlihat seperti mendapat dukungan dari masyarakat Australia,ternyata Poling di di suatu surat kabar Australia mengatakan bahwa mereka masyarakat Australia mayoritas tidak pernah mengerti apa itu West Papua Movement Cuma senang saja ikut di keramaian. Perhatikan postingan foto-foto yang yang terpampang di akun facebook kloningan Simpatisan West Papua, paling banyak foto foto perang antar suku tawuran antar penduduk, korban pembunuhan di setting seakan akan itu hasil perbuatan militer Indonesia. 

Ada juga postingan dalam bahasa inggris dengan tujuan agar mendapat simpati dari warga asing yang biasanya menelan mentah mentah ratusan hoax.

Mereka berempat dalam postingan di facebook pernah mengatakan menolak mentah mentah tawaran dialog oleh pemerintah. Selalu mempunyai motto, kalau mereka merupakan orang Melanesian bukan orang melayu yang selalu di jadikan alasan untuk memerdekakan diri karena berbeda.

Ada kesamaan dari para tokoh ini yaitu sudah hampir puluhan tahun tidak pernah pulang ke tanah Papua tempat mereka lahir dan melihat langsung bagaimana kondisi tanah papua sekarang. Mungkinkah mereka menutup mata dengan pembangunan yang mulai terlihat di jaman pemerintahan sekarang? Mungkin pemerintah perlu mengajak ke empat orang ini melihat kondisi real tanah Papua baru dilanjutkan dengan Dialog damai.

Kalau tawaran pemerintah dengan baik baik di ajukan tetapi masih saja di tolak, artinya ke empat orang ini sesungguhnya yang membuat Tanah papua tidak pernah mendapatkan Kedamaian.