Mohon tunggu...
Aryani_Yani
Aryani_Yani Mohon Tunggu...

Lahir di kota hujan yg sejuk, dari ortu yg asli Jawa, tp belum pernah bisa berkomunikasi dlm bahasa Jawa, pernah 10 tahun terdampar di Banjarbaru yg panas, tp balik lg ke kota kelahiran tercinta...I am just the way I am, a little dreamer, agak pemalu tp gak malu-maluin koq :-), melankonlis kuat tp sedikit koleris, pecinta tanaman & lingkungan, mudah terharu, senang fotografi, design & art, handycraft, travelling & ecotourism, pokoknya yg serba alami dech alias naturalist, a lot of friendship...hmm apa lagi yaaa....kalo nulis kyknya belum jd hobi dech, makanya gabung di kompasiana :-D. Jd job creator adalah 'impian' tp belum kesampaian tuh. Email : ryani_like@yahoo.com. Instagram : aryaniyani21

Selanjutnya

Tutup

Wisata Artikel Utama

Agrowisata Kaligua, Alternatif Wisata "Puncak" di Brebes

12 April 2017   23:01 Diperbarui: 13 April 2017   12:53 7531 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Agrowisata Kaligua, Alternatif Wisata "Puncak" di Brebes
Kolam di dekat parkiran wisata (Dok. Yani)

Salah satu wisata yang terkenal di Brebes selatan adalah Kaligua, yang berada di lereng barat Gunung Slamet, tepatnya di Kecamatan Paguyangan. Agrowisata Kaligua boleh dibilang wisata ‘Puncak’nya Brebes. Di sini kita tidak lagi disuguhi jalan mendatar khas pesisir dengan pemandangan ladang garang ataupun kebun bawang, melainkan jalan berkelok-kelok naik turun dengan kebun-kebun sayur maupun kebun teh di kanan-kirinya. 

Beberapa bulan yang lalu, saya dan teman-teman melengkapi trip ke Brebes dengan menjelajahi Agrowisata Kaligua. Sebagai penunjuk jalan adalah mbak Ramdiyah Luki, karena beliau berdomisili di Brebes. Dari Kota Brebes, perjalanan ditempuh dengan mobil ke arah Purwokerto, melewati Bumiayu. 

Setelah memasuki Kecamatan Paguyangan, kami mengambil jalur menuju Desa Pandansari di sisi kiri jalan utama Brebes-Purwokerto. Dari sini waktu tempuh perjalanan masih sekitar 1,5-2 jam menuju Kaligua. Jalan yang dilewati semakin menanjak dengan kondisi yang tidak terlalu mulus. View di atas bukit sedikit berkabut dengan udara yang semakin terasa sejuk. Kebun sayur mayur nan ranum terhampar menghiasi pemandangan sepanjang perjalanan.

Melipir Sejenak di Telaga Renjeng

Perjalanan ke arah Kaligua masih terus menanjak. Tak berapa lama pemandangan kebun sayur berganti menjadi pepohonan terutama pinus dan damar. Di jalan yang agak landai, kami berhenti sejenak di sebuah telaga bertuliskan “Cagar Alam Tlogo Ranjeng” atau biasa disebut Telaga Renjeng. Letaknya persis di tepi kiri jalan. 

Kalau saya bilang sih seperti rawa yang dikelilingi pohon-pohon rindang. Di atas telaga banyak ditumbuhi rerumputan, sedangkan di dalam kolamnya banyak terdapat ikan mas berwarna kuning dan hitam. Di telaga itu tidak ada gazebo untuk duduk-duduk atau sampan yang bisa membawa kita ke tengahnya. Di sana juga diberlakukan larangan memancing ataupun mengambil ikan-ikan di telaga. Kita hanya bisa menikmati keindahan dari tepiannya saja, sembari memberi makan pada ikan. Ohya,makanan ikan banyak dijual di pintu masuk telaga.

Larangan mengambil ikan di Telaga Renjeng tak lepas dari adanya mitos yang menyebutkan bahwa siapa pun yang mengambil ikan di telaga tersebut akan jatuh sakit. Entah benar atau tidak,rupanya mitos itu cukup dipercaya. Terbukti dari ukuran ikan menjadi besar-besar karena tidak pernah dipanen. 

Di seberang telaga tersedia warung makan dan MCK sederhana untuk beristirahat. Kita juga bisa menikmati kesejukan pohon pinus yang banyak tumbuh di lereng bukit. Batangnya yang berlumut berwarna kekuningan akan menimbulkan efek yang eksotis pada hasilfoto yang kita ambil. Setidaknya, adanya Telaga Renjeng ini bisa menjadi tempat untuk melepas penat di sepanjang perjalanan ke kaligua yang cukup jauh. 

Agrowisata Kaligua

Dari Telaga Ranjeng, perjalanan menuju Agrowisata Kaligua sudah tidak terlalu jauh lagi. Semakin tinggi, udara terasa semakin dingin dan segar. Pemandangan hutan pinus berganti menjadi hamparan kebun teh. Cangkir raksasa bertuliskan “Teh Kaligua” menjadi ikon sekaligus pertanda bahwa kami sudah memasuki Kebun Kaligua. Perjalanan masih berlanjut melewati bukit-bukit sampai akhirnya kami tiba di parkiran tempat wisata. Di sana sudah ramai pengunjung.

Kebun Kaligua sebenarnya merupakan perkebunan teh peninggalan zaman Belanda dan sekarang menjadi milik PT. Perkebunan Nusantara IX. Karena potensi alamnya yang indah, kebun ini sekaligus difungsikan sebagai tempat wisata agro. Pengunjung bisa memilih tempat wisata di antaranya Gua Jepang, Tuk bening, Air terjun, wisata permainan dan petualangan. Di samping banyak pilihannya, letaknya juga berdekatan antara satu dengan yang lainnya sehingga mudah dijangkau.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN