Mohon tunggu...
A R Tyaswana
A R Tyaswana Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Hubungan Internasional UPN Veteran Yogyakarta

Hi! I'm Tyas, an Indonesian college student studying International Relations at UPN "Veteran" Yogyakarta. I'm passionate about environmental issues and access to education.

Selanjutnya

Tutup

Nature Pilihan

HII dan Diplomasi Lingkungan Indonesia

24 Mei 2022   13:47 Diperbarui: 24 Mei 2022   13:52 2092
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Logo Hutan Itu Indonesia (Foto: laman sosial media HII)

Dunia global selalu menghadapi tantangan yang dinamis. Isu yang sebelumnya hanya menjadi concern domestik, baik dalam sektor ekonomi, kesehatan, migrasi, hingga lingkungan, kini menjadi bahan perbincangan di ranah global seiring berkembangnya interkonektivitas yang memperluas area dampak bagi isu-isu tersebut. Secara khusus, kesadaran masyarakat global terhadap isu lingkungan pun terus meningkat seiring waktu. Para diplomat dari berbagai penjuru dunia semakin disibukkan dengan perundingan dan kesepakatan global yang menyangkut persoalan lingkungan hidup.

Diplomasi lingkungan (environmental diplomacy) kemudian muncul sebagai salah satu cabang baru dalam bidang hubungan diplomatik yang melibatkan keahlian dalam menangani persoalan-persoalan lingkungan hidup yang memiliki dampak dalam lingkup internasional. Diplomasi jenis ini menjadi istilah populer yang diangkat dalam persoalan politik global, dengan ciri khas kepentingan dan pemikiran kritis mengenai upaya pencegahan, penanganan, dan resolusi konflik terkait sumber daya alam. Diplomasi lingkungan pun menjadi opsi untuk menunjukkan komitmen dan upaya Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan nasional dan global di bidang lingkungan hidup.

Tidak hanya dalam perundingan-perundingan internasional terkait pelestarian dan konservasi lingkungan hidup, istilah diplomasi lingkungan kini juga semakin kerap digunakan aktor non-negara yang menyuarakan isu-isu lingkungan dan meningkatkan kesadaran serta minat masyarakat luas mengenai upaya pelestarian lingkungan hidup.

HII, atau Hutan Itu Indonesia, merupakan gerakan terbuka yang diinisiasi oleh individual dan organisasi yang ingin berkontribusi melestarikan hutan Indonesia melalui pesan positif dan perubahan gaya hidup.

Sejak 22 April 2016, HII didirikan dengan tujuan meningkatkan kecintaan anak muda terhadap hutan Indonesia. HII memiliki visi yaitu "Hutan menjadi identitas utama bangsa Indonesia yang hidup harmonis dengan hutan" dan misi yaitu "Dengan menggunakan pesan positif, meningkatkan kesadaran semua orang, khususnya yang tinggal jauh dari hutan, tentang kekayaan hutan Indonesia dan mengajak orang untuk berkontribusi dalam usaha menjaga hutan".


HII merancang berbagai kegiatan dengan harapan bahwa hutan dapat menjadi bagian dari identitas bangsa sehingga masyarakat Indonesia, terutama generasi muda yang menjadi target utama kegiatan-kegiatan HII, semakin gencar memperhatikan perkembangan isu lingkungan dan pelestarian lingkungan hidup di Indonesia. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan HII adalah sebagai berikut:

Kampanye #JagaHutan


Berkolaborasi dengan IndoRelawan, TelusuRI, dan Aksi Kita Indonesia, kampanye Jaga Hutan mengajak individu yang berkomitmen untuk ikut aktif menjaga dan melestarikan hutan sesuai kemampuan masing-masing, mulai dari menyuarakan kampanye #JagaHutan di media sosial hingga bergabung menjadi sukarelawan HII. Program ini tidak mengharuskan pesertanya untuk berasal dari ahli kehutanan ataupun aktivis lingkungan yang sudah sangat mengerti tentang isu lingkungan, justru mendorong masyarakat perkotaan yang mungkin mengalami disconnect dengan kehidupan hutan untuk lebih memperhatikan dan berkontribusi mengkampanyekan kelestarian hutan Indonesia tanpa harus turun langsung ke lapangan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun