Mohon tunggu...
Muhammad Armand
Muhammad Armand Mohon Tunggu... Dosen - Universitas Sultan Hasanuddin

Penyuka Puisi-Kompasianer of The Year 2015

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Temuilah Rindu

9 Oktober 2017   16:05 Diperbarui: 9 Oktober 2017   16:28 542
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi: great life zone.com

Dinamai rindu bila rapi tersusun
Di susunannya, ada pergantian namamu dan namaku
Dinamai rindu bila indah terasa
Di terasa itu, ada persembahan senyum dan sunyi

Tak dinamai rindu bila berserakan
Yang berserakan itu adalah air mata
Tak dinamai rindu bila tersiksa
Siksaan itu tiadalah indah-indahnya

Dari derita siksa itu, engkau menawar kata:
"Lebih baik kita bertengkar!"

Bilangmu pada muara hati
Rindu selalu datang tiba-tiba
Bertamu duduk berlama-lama
Kau tak kuasa mengusirnya

Mudahnya rindu bertandang
Sulitnya ia mohon pamit
Pergi-pergilah rindu di senja
Datang-datanglah di hening malam

Kau menghambur tanya:
"Inikah rindu... Inikah rindu?"
Usah kau tanya lagi, lerengi saja
Dan temuilah rindu, di tibanya

Rindu selalu begitu
Pembawa rindu
Diimpikan tibanya
Disedihi perginya

Akh...

--------------------------
Makassar, 9 Oktober 2017
@m_armand fiksianer
Powered by Kompasiana

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun