Mohon tunggu...
Adjat R. Sudradjat
Adjat R. Sudradjat Mohon Tunggu... Penulis

Orang biasa. Tinggal di desa. Masih sedang belajar mengeja aksara.

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi Artikel Utama

Kebijakan Mas Nadiem Menuai Banyak Kritikan, Akankah Bernasib Sama seperti Anies Baswedan?

5 Juli 2020   10:54 Diperbarui: 6 Juli 2020   11:08 2027 20 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kebijakan Mas Nadiem Menuai Banyak Kritikan, Akankah Bernasib Sama seperti Anies Baswedan?
Nadiem Makarim dan Anies Baswedan (Sumber: Tribunnews.com)

Belakangan ini para menteri Kabinet Indonesia Maju terus mendapat kritikan dari publik. Termasuk Mendikbud, Nadiem Makarim, pun tidak lepas dari sorotan.

Kinerja mantan CEO Gojek ini dinilai tidak profesional, terutama dalam menerapkan pendidikan daring, atau pembelajaran jarak jauh. Sebab, infrastruktur internet di Tanah Air belum merata.

Demikian juga faktor ekonomi masyarakat untuk menunjang kegiatan belajar dan mengajar daring, seperti gawai, laptop, maupun komputer, bagi sebagian besar masyarakat - terutama di pelosok desa, merupakan hal yang belum terjangkau oleh daya beli mereka.

Apalagi soal penguasaan piranti digital tersebut. Jangankan masyarakat awam, para pendidiknya pun - terutama yang sudah lanjut usia, dan tinggal di pelosok desa, disinyalir masih banyak guru yang belum menguasainya, alias gaptek (gagap teknologi).

Tidak hanya kebijakan itu saja, Menteri paling muda yang mencanangkan program Kampus Merdeka itu pun dianggap semakin mengkomersialkan perguruan tinggi. Sekarang ini banyak mahasiswa tidak mampu membayar uang kuliah tunggal (UKT). Ketika mereka (mahasiswa) menuntut UKT diturunkan, ternyata pemerintah menolaknya. 

Sehingga dalam hal itu, banyak pihak yang menuding Nadiem sebagai bagian dari neolib, dan dianggap hendak mengkomersialkan pendidikan sehingga bertentangan dengan amanat UUD 1945.

Dengan demikian Nadiem  dianggap telah gagal sebagai Menteri yang bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa dan negara Republik Indonesia ini.

Oleh karena itu, berbarengan dengan wacana reshuffle yang diungkapkan Presiden Jokowi dalam sidang paripurna Kabinet beberapa waktu lalu, banyak pihak yang menyebut Nadiem Makarim menjadi salah satu menteri yang harus diganti.

Akan tetapi, tuntutan untuk mengundurkan diri yang ditujukan kepada Nadiem, tidak harus serta-merta menjadi opsi satu-satunya. 

Seyogyanya kita harus berpikir ulang, dan perlu pertimbangan yang matang. 

Masalah pendidikan tidaklah sama dengan pembangunan infrastruktur misalnya, maupun dengan bidang perekonomian - meskipun di dalam substansinya ada keterkaitannya juga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x