Mohon tunggu...
Arnold Adoe
Arnold Adoe Mohon Tunggu... Lainnya - Tukang Kayu Setengah Hati

Menikmati Bola, Politik dan Sesekali Wisata

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

AHY Itu Cristiano Ronaldo atau Neymar?

10 Februari 2021   21:36 Diperbarui: 11 Februari 2021   17:23 632
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berjalan usai memberikan keterangan pers di kantor DPP Partai Demokrat , Jakarta, Senin (1/2/2021). AHY menyampaikan adanya upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa, di mana gerakan itu melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkaran kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.(ANTARAFOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Andi Arief membantah pernyataan dari Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari yang mengatakan bahwa stretegi kudeta adalah desain dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Andi mengatakan bahwa pernyataan Qodari seperti meragukan kemampuan manajemen krisis yang dipunyai oleh Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Andi juga menandaskan bahwa ide, serta keputusan untuk melakukan respon terhadap upaya kudeta pihak internal dan eksternal dilakukan sendiri oleh AHY.

"Isu kudeta ini terbongkar karena kesetiaan atau loyalitas para kader, mereka yang melapor pada AHY. Dan AHY mengambil keputusan cepat dan terukur," kata Andi yang juga Ketua Bapilu Partai Demokrat kepada wartawan, Rabu (10/2/2021).

Jadi siapa yang benar? Belum dapat dipastikan. Hanya bisa dianggap wajar pendapat dari M Qodari karena SBY adalah pendiri partai yang nampaknya belum bisa lepas dari strategi politik dan langkah politik Demokrat.

Lihat saja, bagaimana komunikasi politik SBY melalui medsos, ketika AHY akan melakukan konfrensi pers. SBY sudah "sibuk" lebih dahulu, pantas saja dinilai bahwa peran SBY masih besar.

Hanya esensi dari dualisme pendapat ini, bermuara pada pertanyaan tentang kapasitas kepemimpinan AHY, yang tentu akan terus menjadi isu hangat, selama persoalan tudingan kudeta ini masih mengemuka di publik.

Dari kacamata pesepakbola, saya ingin menilainya lebih sederhana. 

AHY itu ibarat pesepakbola itu Christiano Ronaldo atau Neymar.

Bagi saya kedua pesepakbola ini berbeda, meski sama-sama mumpuni sebagai pesepakbola. Lupakan saja dulu pikiran tentang siapa lebih banyak mendapatkan balon d'or, karena bukan itu yang ingin saya sampaikan.

Mari kita mulai.  AHY sebagai Christiano Ronaldo. Ronaldo dikenal sebagai pesepakbola pekerja keras, dia bukan lahir dari bakat tapi dari kerja keras latihan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun