Mohon tunggu...
Arnold Adoe
Arnold Adoe Mohon Tunggu... Tukang Kayu

Menulis Untuk Berbagi...

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Kaesang dan AHY, Calon Pemimpin Masa Depan Indonesia

6 Juni 2019   16:15 Diperbarui: 6 Juni 2019   17:02 0 14 10 Mohon Tunggu...
Kaesang dan AHY, Calon Pemimpin Masa Depan Indonesia
Silahturahmi di Istana Negara I Gambar : Tribun

Kemarin di Istana, silahturahmi itu terlihat seperti layaknya pertemuan antara keluarga, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) datang membawa serta adiknya Ibas, bersama istri mereka yang cantik-cantik, sedangkan Kaesang Pangarep duduk di samping Ibu Iriana yang juga terlihat anggun.

Jokowi yang duduk di kepala meja tampak terus tersenyum, pembicaraan mereka berkisar tentang topik yang ringan, lagian suasana lebaran seperti menjadi pembatas untuk beristirahat sejenak dari hiruk pikuk politik.

Pemandangan yang amat elok dilihat. Apakah ada yang pernah membayangkan dan berpikir bahwa di depan Jokowi di momen yang fitri ini, sedang saling berhadap-hadapan dua calon pemimpin bangsa Indonesia di masa depan?

Ijinkan saya mulai dari Kaesang Pangarep. Ada satu kata yang menurut saya tepat untuknya, fenomenal. Anak muda ini berulangkali menarik perhatian publik. Salah satunya ketika melalui penampilannya yang  sederhana mampu  menyedot perhatian ketika keluarga SBY dirundung duka.

Saat itu, Kaesang yang mengenakan celana jins, dengan amat sopan memberikan penghormatan dan ungkapan dukacita bagi segenap keluarga SBY di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Singapura.  Ketika ada netizen yang mengkritik penampilannya, Kaesang meminta maaf.  Sangat sederhana.

Mungkin terlalu awal, tetapi karakter Kaesang menunjukan sesuatu yang menjadi modal berharga jikalau suatu saat dia menjadi pemimpin. 

Kaesang seperti menunjukkan bahwa menjadi seorang pemimpin tidaklah harus terlihat sebagai orang yang berlagak sok kuasa dan nampak  berambisi terhadap kekuasaan. Kekuasaan memang penting tetapi bukan berarti bahwa pemimpin adalah orang yang mengejar kekuasaan semata. Kekuasaan yang akhirnya membuat ada jarak antara dirinya dengan rakyat biasa.

Kaesang juga mewarisi sesuatu yang amat penting, yaitu empati. Empati menjadi bagian dari hidup seorang pemimpin ketika ingin merasakan kehidupan rakyatnya. Rasa empati yang tinggi dalam jiwa pemimpin akan menyatukan pemimpin dengan rakyatnya.

Komunikasi ala Kaesang seperti ini seperti dirindukan oleh rakyat. Komunikasi verbal dan non verbal yang terlihat apa adanya, bukan apa adanya.

Bagaimana dengan AHY. Satu kata bagi AHY adalah visioner.  Seorang pemimpin bukan saja mampu melihat dan merancang hal yang baik bagi bangsanya di masa depan, tetapi juga mengambil langkah berani untuk mewujudkannya.

Harus diakui, AHY terlihat bersinar pasca-pilpres. Bergabung bersama koalisi 02, AHY adalah orang pertama yang dianggap membangun rekonsiliasi dengan pihak kubu 01. Berulangkali pula, termasuk ketika bertemu dengan Jokowi di Istana, AHY mengatakan bahwa kepentingan bangsa dan persatuan bangsa adalah yang utama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2