Mohon tunggu...
Arnold Adoe
Arnold Adoe Mohon Tunggu... Anak Teknik Sipil yang Jadi Tukang Kayu

Menulis untuk berbagi... Email : arnoldadoe@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Kandidat Pilihan

Cak Imin, Doa Minta 10 Menteri dan Presiden 2024

18 Mei 2019   23:25 Diperbarui: 18 Mei 2019   23:56 0 2 1 Mohon Tunggu...
Cak Imin, Doa Minta 10 Menteri dan Presiden 2024
Muhaimin ISkandar alias Cak Imin I Gambar : Tribun

"Moga-moga jumlah kursi yang diraih minimal 60 DPR RI, moga-moga yang jadi menteri minimal 10 menteri dari PKB. Namanya berdoa kan boleh. Berdoa 10 dapat 9 juga alhamdulillah. Semoga dikabulkan Allah," ucap Cak Imin.

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengelurkan pernyataan politis saat mengadakan buka bersama dan berdialog kebangsaan yang diadakan di rumah dinas Wakil Ketua MPR RI, Jalan Widya Chandra IV.

Di tengah acara yang dihadiri oleh kader dan tokoh PKB, perwakilan-perwakilan organisasi agama di Indonesia, dan masyarakat umum ini, Cak Imin mengatakan seraya berharap agar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendapat 10 kursi menteri, jika Jokowi menjadi kampiun pilpres nanti.

Tentu saja banyak yang akan mengeryitkan dahi, mengapa Cak Imin terlalu cepat, terlalu berani bahkan dapat dikatakan terlalu berambisi di saat hajatan pemilu belum rampung sepenuhnya.

Paling tidak ada dua jawaban, pertama, Cak Imin mungkin sudah terlalu yakin bahwa Jokowi yang diusung PKB dalam pilpres sudah pasti menang dan kedua, Cak Imin yakin bahwa PKB adalah salah satu kekuatan utama pemenangan bagi Jokowi di pemilu 2019.

Mari kita membedahnya satu persatu. Pertama, tentang Jokowi yang akan menang. Kemungkinan besar ini akan menjadi kenyataan. Rekap situng KPU maupun rekapitulasi manual seperti hanya pernyataan secara formal ketika hasil quick count secara ilmiah sudah dengan jelas menunjukan hal tersebut.

Jikalau BPN Prabowo akhirnya menggugat ke MK dan tuduhan kecurangan yang digaungkan mereka selama ini tidak terbukkti, Jokowi tinggal menunggu waktu pelantikan di Oktober nanti.

Kedua, soal kekuatan PKB di balik kemenangan  Jokowi, inilah yang menarik. Tentu saja, PKB adalah salah satu partai utama dalam koalisi Jokowi, namun meminta hingga 10 menteri terasa terlalu besar bagi Jokowi.

Sebagai perbandingan, di dalam kabinet kerja kemarin, PKB hanya mendapat jatah tiga menteri dari keseluruhan 34 menteri, yaitu  Marwan Djafar yang menjabat  Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

PDI-P sendiri sebagai partai utama, hanya mendapat jatah empat menteri dan satu sekretaris kabinet. Dalam komposisi kabinet kemarin, secara keseluruhan menteri yang berlatar belakang politik hanya berjumlah 15 orang dibanding 19 orang menteri tanpa latar belakang partai politik.

Lalu mengapa Cak Imin sangat percaya diri. Paling tidak ada dua alasan. Pertama, kenaikan suara secara signifikan  PKB di tingkat nasional, yaitu hingga 0,55 persen menjelang rekapitulasi KPU berakhir.

Sebagai informasi di Pemilu 2014, PKB hanya meraih 9,04 persen, sedangkan di pemilu kali ini sekitar 9,59 persen.  PKB juga membuat Jokowi-Ma'ruf menang telak di Jawa Timur, target lumbung suara utama Jokowi. Hasil yang menjadikan PKB menjadi partai Islam yang mendapat suara terbanyak di perhelatan politik ini.

Kedua, adalah faktor Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden Jokowi. Jika Jokowi-Ma'ruf menang, maka Nadhatul Ulama (NU) sebagai basis PKB patut berbangga karena dari sekian banyak calon, wakil dari NU lah yang dipilih menjadi orang nomor dua.

Di masa kampanye, Cak Imin terlihat amat membanggakan terpilihnya Ma'ruf Amin sebagai Cawapres, karena PKB adalah partai utama yang mendukung Ma'ruf Amin. "Insya Allah dengan Kiai Ma'ruf sebagai cawapres, insya Allah PKB minimal 100 kursi di DPR RI," kata Muhaimin di depan kader dan simpatisan PKB pada Oktober 2018.

Seperti membalas pujian dari Cak Imin. Kiai Ma;ruf Amin juga balik memuji Cak Imin. Ma'ruf Amin mengatakan, jika dirinya nanti terpilih menjadi wapres, maka dia berharap di masa akan datang akan ada orang NU yang menjadi presiden. "Siapa tahu yang jadi Presiden nanti" kata Ma'ruf  Amin.

Apakah hal ini merupakan cara Cak Imin untuk mempersiapkan diri untuk 2024 nanti? Mungkin saja.

Baca Artikel Menarik : Serangan Balik Mematikan Sri Mulyani untuk Arief Poyuono

Di luar pernyataan Cak Imin, ada sisi penting yang menjadi semacam alarm bagi Jokowi jika pada akhirnya resmi menjadi Presiden.  Jokowi harus sesegera membangun komunikasi politik dengan partai dari barisan koalisi yang mendukungnya. 

Hal ini dirasa sangat perlu supaya para partai pendukung  jangan terlalu banyak melahirkan diskursus pembagian kekuasaan secara prematur padahal pemilu belum genap selesai. Meskipun hal itu hanya diungkapkan melalui harap dan doa, seperti yang dilakukan oleh Cak Imin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2