Mohon tunggu...
Arnold Adoe
Arnold Adoe Mohon Tunggu... Anak Teknik Sipil yang Jadi Tukang Kayu

Menulis untuk berbagi... Email : arnoldadoe@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Kandidat Artikel Utama

Strategi Nasdem Menuju 2024, Menyiapkan Panggung untuk Prananda Paloh

18 Mei 2019   05:33 Diperbarui: 18 Mei 2019   13:59 0 9 6 Mohon Tunggu...
Strategi Nasdem Menuju 2024, Menyiapkan Panggung untuk Prananda Paloh
Prananda Surya Paloh I Gambar : Tribun

Setiap partai politik tahu persis bahwa jika bicara proyeksi untuk 2024 pasca Jokowi, maka itu berarti bukan saja bicara tentang tergabung di dalam koalisi yang kuat tetapi juga lebih dini menyiapkan figur internal yang dapat menjadi pemimpin di masa depan.

Partai Nasional Demokrat (Nasdem), tentu termasuk yang memahaminya dan segera menyiapkan strategi, ketika ditanya siapa kandidat calon di jajaran pimpinan DPR dari Nasdem, Sekjen NasDem Johnny G Plate tanpa ragu menyebutkan nama Prananda Paloh sebagai salah satu kandidat.

Di kalangan legislatif, Prananda bukan anak baru. Pria muda bernama lengkap Prananda Surya Paloh ini adalah anggota DPR/MPR RI periode 2014-2019 dari Fraksi Partai Nasdem, mewakili daerah pemilihan Sumut 1 (Kota Medan, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Serdang Bedagai).

Di DPR, Prananda juga ditempatkan di komisi yang strategis yang membidangi pertahanan, intelijen, luar negeri, komunikasi, dan informasi, selain di Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP).

Soal kapasitas, Prananda tidak usah diragukan lagi, Prananda adalah alumni Monash University jurusan politik tahun 2012. Monash University juga adalah almamater Prof. Boediono, Wakil Presiden Indonesia 2009-2014.

Pria kelahiran Singapura 21 September 1988 juga memiliki darah kental soal kepemimpinan. Prananda adalah bagian dari trah politik yang membangun Nasdem.

Prananda mendapatkan mentoring langsung dari ayahanda tercinta Surya Paloh, pendiri Nasdem. Konglomerat Media asal Aceh ini tentu telah membekali Prananda dengan ilmu-ilmu politik untuk memndukung langkah maju Prananda dalam karier politiknya.

Sedari awal kekuatan diplomasi Prananda juga telah dibangun. Saat Prananda mewakili Indonesia dalam anggota delegasi Model United Nations (MUN) pada 2005-2006, yakni sebuah konferensi tingkat dunia bagi generasi muda yang menyimulasikan konferensi PBB.

Di ajang itu, Prananda mampu membangun jaringan internasional pemuda. Dia amat memegang teguh kata-kata Tan Malaka, yang menyuratkan bahwa kemewahan bagi pemuda adalah idealismenya.

***

Kembali ke pencalonan pimpinan DPR. Berdasarkan Pasal 427D UU MD3 susunan dan mekanisme penetapan pimpinan DPR, maka perangkat pimpinan DPR RI berdasarkan urutan perolehan kursi terbanyak di DPR.

Ketua DPR ialah anggota DPR yang dapat berasal dari partai politik yang memperoleh kursi terbanyak pertama di DPR. Wakilnya anggota DPR yang berasal dari partai politik yang memperoleh kursi terbanyak kedua, ketiga, keempat, dan kelima.

Dari perhitungan sementara, Nasdem akan berada di peringkat kelima, di bawah PDIP, Golkar, Gerindra, PKB dan Nasdem. Jika komposisi tidak berubah, perangkat pemimpin DPR akan berkisar di keempat partai ini.

Biasanya akan terjadi lobi-lobi politik di antara para partai untuk menentukan siapa yang menjadi ketua DPR RI nantinya. Bisa saja, partai yang mendapat kursi terbanyak melepas kursi ketua DPR RI kepada partai lain untuk kepentingan politik. Di titik inilah, nama Prananda dapat masuk menjadi salah satu kandidat.

Ada dua syarat untuk seorang figur mendapatkan tempat di permukaan politik kita, panggung dan pengalaman. Panggung dahulu baru pengalaman. Jika Nasdem serius berjuang untuk Prananda, panggung dari DPR adalah jalan bagi Prananda untuk mendapatkan pengalaman menuju 2024 nanti.

Sumber :

1. Detik.com, "Kandidat Pimpinan DPR dari NasDem: Rachmat Gobel hingga Prananda Paloh"