Mohon tunggu...
Arnold Adoe
Arnold Adoe Mohon Tunggu... Tukang Kayu

Menulis Untuk Berbagi... Email : arnoldadoe@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Kotaksuara Pilihan

Tidak Hadir di Bogor, Anies Ingin Tetap Jadi "Anak Manis" bagi Prabowo?

16 Mei 2019   18:46 Diperbarui: 16 Mei 2019   19:12 0 5 1 Mohon Tunggu...
Tidak Hadir di Bogor, Anies Ingin Tetap Jadi "Anak Manis" bagi Prabowo?
Anies dan Prabowo I Gambar : Tribun

Sebenarnya agenda Silahturahmi Bogor itu baik adanya. Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto sebagai seorang penggagas mengatakan bahwa silahturahmi ini bermaksud untuk membangun kekuatan-kekuatan dari segenap komponen bangsa untuk bersatu membangun kebersamaan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Kami ingin membangun komunikasi, menguatkan kebersamaan. Kita punya tanggung jawab untuk menjaga kebersamaan dan seperti apa bangsa ini ke depannya," ujar Bima.

Baca : "Silahturahmi Bogor Untuk Indonesia",  Kesejukan dan Wajah Kepemimpinan Indonesia Ke Depan

Tokoh pemimpin muda Indonesia hadir di sana. Sebut saja, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur NTB Zulkilfimansyah, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Wali Kota Tanggerang Selatan Airin Rachmi Diany, dan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

"Bintang tamunya" Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono dan Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid.

Sebenarnya ada satu tokoh yang dianggap penting yang juga diundang yaitu Gubernur Jakarta, Anies Baswedan. Sayang Anies berhalangan hadir.

"Mas Anies sempat oke. Pertama Mas Anies sangat responsif, tadi pagi juga oke. Tapi mendadak tadi menjelang sore dikabari ternyata ada syukuran," ujar pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini. Syukuran yang dimaksud adalah syukuran untuk Anugerah WTP yang baru diterima Pemprov DKI Jakarta dari BPK.

Ketidakhadiran Anies mengundang respon dari beberapa tokoh politik. Jubir TKN Arya Sinulingga, termasuk yang menyayangkan ketidakhadiran Anies.

"Itu omongan anak muda yang bakal jadi pemimpin kita tahun 2024, sayang Anies nggak hadir, padahal calon pemimpin juga Anies, semua," ujarArya di Posko Cemara, Jakarta, Kamis (16/5).

Selain Arya, politisi Demokrat, Andi Arief tak mau kalah dan ikut juga berkomentar, lagi-lagi melalui cuitan twitter.

"Untuk menyadarkan orang banyak memang butuh resiko bagi tokoh politik seperti AHY yang berani melakukan sesuatu. Seharusnya @aniesbaswedan kawan saya juga jangan diam dan bertahan pada main aman. Ada yang mengganggu akal sehat namun diam, dimana kemanusiaan kita?" tulis Andi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3