Arnold Adoe
Arnold Adoe Tukang Kayu

Menulis untuk berbagi... #FB : Arnold Adoe # Insta : Arnold_Adoe # Twitter : Arnold Adoe

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Inilah Tiga Faktor Kemenangan Real Madrid atas PSG

7 Maret 2018   05:42 Diperbarui: 7 Maret 2018   06:39 1297 6 3
Inilah Tiga Faktor Kemenangan Real Madrid atas PSG
Real Madrid terlalu tangguh bagi PSG I Gambar : Real Madrid

Menit ke-80. Pelatih PSG, Unai Emery hanya bisa tertunduk ketika Casemiro dan Marcelo sedang asyik merayakan gol yang tercipta di gawang Areola. Mungkin dia tak sanggup melihat  tarian, salaman dan benturan dada kedua pemain Brasil itu yang sedang bahagia. Emery sadar, karirnya di PSG sedikit lagi tamat.

Gol Casemiro membuat Madrid sudah unggul 2-1, artinya dengan kemenangan 3-1 di kandang mereka, agregat 5-2 Madrid sudah terlalu jauh untuk dikejar oleh anak-anak Le Parisiens. Akhirnya memang demikian, hingga akhir pertandingan, Christiano Ronaldo cs, bisa keluar lapangan dengan kepala tegak dengan agregat demikian.

Madrid pantas menang, dan Zinedine Zidane membuktikan bahwa dia tetap harus diperhitungkan sebagai pelatih tangan dingin yang wajib ditakuti di Eropa, meski di La Liga tidak sedang berada di dalam periode terbaik mereka.

Paling tidak ada 3 hal yang membuat Madrid pantas menang atas PSG dan melaju ke babak 8 besar Liga Champions.

Pertama, kecerdasan Zinedine Zidane dengan formasi 4-4-2. Tidak dapat dipungkiri bahwa keberhasilan Madrid tadi pagi adalah mampu menghentikan pergerakan sayap dari PSG. Meski tanpa Neymar, kecepatan Di Maria dan Mbappe serta disokong Yuri dan Dani Alves membuat sayap PSG tetaplah menakutkan.

Dalam keadaan ini kejeniusan Zidane nampak. Formasi baku yang dikenal dari Zidane adalah 4-3-3 atau 4-3-1-2. Namun tanpa Kroos dan Modric, artinya Casemiro hanya berjuang sendirian.  Di dalam kejeniusan Zidane muncul berkah dari ketiadaan Modric dan Kroos karena mampu memaksa Zidane berani mengganti formasi menjadi 4-4-2.

Casemiro ditemani Kovacic di posisi gelandang bertahan, dan menginstruksikan Asensio dan Vasques, masing-masing di sayap kiri dan kanan untuk menjaga pergerakan Dani Alves dan Yuri sembari membuat kedua pemain ini berpikir dua kali untuk ikut membantu serangan.

Hasilnya mujarab, hampir tidak ada serangan berarti dari sayap PSG. Umpan silang Di Maria lebih sering membentur pemain Madrid dan sebaliknya serangan balik Madrid dari sektor sayap, membingungkan PSG yang menjadi awal musabab dari gol pertama yang dicetak Christiano Ronaldo.

Kedua, kartu merah Marco Verrati. Emery sudah bertindak positif dengan menggantikan Motta dengan Pastore di awal babak kedua. Alasannya berhubungan dengan faktor pertama di atas. Susah masuk dari sayap, intensitas serangan dari tengah harus ditingkatkan. Rabiot agak ditarik ke belakang dan membiarkan Verrati dan Pastore mengacak-ngacak Madrid dari tengah.

Kartu Kuning Veratti menamatkan perlawanan PSG I Gambar :dailyherald
Kartu Kuning Veratti menamatkan perlawanan PSG I Gambar :dailyherald
Sepertinya akan berjalan baik, namun kartu merah Verrati sekejap membuyarkan rencana tersebut. Verrati awalnya hendak memprotes keputusan wasit yang tidak melihat pelanggaran yang diterimanya. Namun, protes Verrati dianggap terlalu ofensif oleh Felix Byrch, wasit asal Jerman. Kartu kuning kedua, sekaligus kartu merah untuk Verrati pada menit ke-65.

Meski sempat menyamakan kedudukan melalui Cavani  di menit ke-71 ketika bermain dengan 10 orang namun PSG kembali dipaksa Madrid untuk hanya bisa bertahan, apalagi ketika Zidane menarik keluar  Assensio dan memasukan Toni Kroos. Madrid kembali menguasai lini tengah sehingga seperti hanya tinggal menunggu untuk gol kedua tercipta dan akhirnya Casemiro menuntaskan penantian itu dengan gol di menit ke-80. 

Menyakitkan bagi PSG dan rasanya seusai pertandingan, Verrati harus meminta maaf pda rekan-rekannya, karena berkontribusi signifikan atas kekalahan timnya akibat protes bodohnya.

Gol Casemiro I Gambar :dailyherald
Gol Casemiro I Gambar :dailyherald
Ketiga, lini pertahanan Madrid yang tampil hampir sempurna. Dani Carvajal di kanan harus diakui mampu menghentikan pergerakan Di Maria dan juga berhasil membenturkan tubuhnya dengan bola crossing Maria dari sisi ini.  Sedangkan Varane dan Ramos tidak pernah kalah dalam duel bola udara, apa lagi yang perlu diminta dari lini belakang yang tampil sesolid ini?.

Baiklah Neymar tidak ada. Tetapi apakah PSG yakin dengan Neymar mampu menembus pertahanan solid Madrid seperti yang diperlihatkan dalam pertandingan ini?. Ramos tampil lugas dan Raphael Varane seperti sudah sangat berpengalaman bermain pada level ini. Dani Carvajal terlihat dewasa dengan tidak bernafsu ikut menyerang.

Varane, tampil sempurna di belakang I Ga,bar : Dailyherald
Varane, tampil sempurna di belakang I Ga,bar : Dailyherald
Marcelo memang salah satu kelemahan Madrid malam ini. Tetapi perhatikan Casemiro dan Kovacic yang bergantian menutup ruang kosong yang ditinggalkan oleh Marcelo. Hampir tak ada celah, selain sekali pergerakan Mbappe yang sempat lepas dan sesudah itu membuat Madrid tampil semakin rapi untuk bertahan. Hal ini sempat membuat Cavani terlihat frustrasi hingga mengasari Casemiro dan terlihat berdebat cukup lama dengan Marcelo.

Parc des Princes yang berarti taman pangeran, kali ini hanya dipenuhi para pangeran kaya yang sedang tertunduk, kecewa dan sedih. Pembelanjaan besar dan ambisi dengan modal  kekuatan uang tanpa batas dari sang pemilik, Nasser Al-Khelaifi kali ini harus terhenti di babak 16 besar.

Sepak bola kembali menunjukan ruhnya. Di sepak bola, kekuatan uang tidaklah cukup tanpa strategi pelatih dan sikap tepat dari para pemain dalam memainkan strategi itu di lapangan. Keberuntungan?. Bisa saja Madrid dianggap beruntung karena Neymar cedera dan wasit dianggap memihak mereka dari Leg 1. Tetapi siapapun yang menonton pertandingan tadi, akan setuju Zidane memang jenius dan Madrid memang lebih siap melangkah lebih jauh.

Selamat Madrid!

Hasil pertandingan lain, Liverpool ditahan FC Porto 0-0 di Anfield. Agregat 5-0, Liverpool juga melaju ke babak 8 besar.