Mohon tunggu...
Arnold Mamesah
Arnold Mamesah Mohon Tunggu... Infrastructure and Economic Intelligent - Urbanomics - Intelconomix

Infrastructure and Economic Intelligent - Urbanomic - Intelconomix

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Defisit Agresif Untuk Capai Target Pertumbuhan

21 Maret 2017   18:06 Diperbarui: 25 Maret 2017   13:18 1564 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Defisit Agresif Untuk Capai Target Pertumbuhan
Defisit dan Utang Bikin Tambah Sehat - Koleksi Arnold M.

Pertumbuhan G20 dan Komoditas

Pasca Krisis Finansial 2008, perekonomian global terus mengalami gejolak. Kelompok negara G20 (Group of Twenty) dengan PDB (Produk Domestik Bruto atau GDP : Gross Domestic Product) mewakili kisaran 80% PDB global juga mengalami tekanan. 

Gambaran PDB G-20 diberikan pada Peraga-1.

G20 GDP Share - koleksi Arnold M.
G20 GDP Share - koleksi Arnold M.
Sumber informasi : G20 GDP

Sekitar 82% PDB G20 merupakan bagian dari USA, European Union, China, Jepang, dan India; sedangkan lainnya sebesar 18% mencakup Argentina, Australia, Brazil, Canada, Indonesia, Korea Selatan, Mexico, Russian, Saudi Arabia, South Africa, Turkey. European Union meliputi Jerman, Perancis, Italy, United Kingdom (UK).

Dalam kondisi yang bergejolak, pertumbuhan ekonomi yang diukur berdasarkan PDB, tidak dilihat secara tahunan saja tetapi perlu dicermati dalam siklus yang lebih pendek yaitu triwulanan (Quarterly). Gambaran pertumbuhan PDB triwulanan negara-negara utama G20 diberikan pada Peraga-2.

g20-q-growth-58d09ab7769773415b5bbfee.png
g20-q-growth-58d09ab7769773415b5bbfee.png
Sumber informasi : OECD Statistics

Berdasarkan pertumbuhan PDB 8 (delapan) triwulan hingga akhir 2016, hanya Jepang yang menunjukkan tren naik; sedangkan USA, EU, China, dan India turun.

Pada sisi lain, deflasi komoditas global masih belum pulih seperti diberikan pada Peraga-3.

Price Index Commodity - Koleksi Arnold M.
Price Index Commodity - Koleksi Arnold M.
Sumber informasi : IMF Primary Commodity 

Dengan pertumbuhan global dalam tekanan, khususnya pada negara utama G20, sulit berharap akan terjadi peningkatan permintaan (demand) yang mendorong harga. Pada triwulan-4 2016 hingga Februari 2017, harga komoditas dan oil & coal (minyak mentah dan batubara) menunjukkan kenaikan yang diharapkan negara produsen. Tetapi kondisi ini akan direspon dengan supply yang berlebihan dan harga kembali tertekan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x