Mohon tunggu...
Arkian Widi
Arkian Widi Mohon Tunggu... Freelancer - hello world

a wandering digital bedouin.

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Selamat Hari Blogger Nasional! Kata Tony Stark, Blogger Itu...

27 Oktober 2022   21:33 Diperbarui: 28 Oktober 2022   10:23 212
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
(sumber: whatwouldbaledo.com) 


Hari ini, saya dan Anda memperingati hari spesial kita. Terima kasih kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh yang membuka Pesta Blogger pada 27 Oktober 2007, sekaligus mencanangkan momen tersebut sebagai Hari Blogger Nasional

Asosiasi Blogger, Mungkinkah?   

Seiring saya berjejaring dan bergabung dalam berbagai komunitas blogger, saya mendapati banyak hal menarik. Di antaranya, ternyata, selain menghasilkan pendapat, nge-blog juga bisa memperoleh pendapatan. Dari sinilah tantangan yang signifikan mengemuka dan menguji integritas narablog.    

Tantangan kian intens ketika saya menemukan referensi dari film yang memotret citra blogger. Dalam film Contagion (2011), Dr. Sussmann (Elliott Gould), berkomentar ketus: "You are not a writer; a blog isn't writing. It's just graffiti with punctuation," kepada Alan Krumwied (Jude Law) yang berusaha mewawancarainya. Alan diceritakan sebagai blogger yang menarik perhatian banyak pembaca dan mencari keuntungan lewat konten teori konspirasi.

Kemudian, begitu syulit saya melupakan komentar tentang blogger  oleh Tony Stark si Iron Man di adegan menjelang akhir film Spider-Man: Home Coming (2017). Scene di mana Tony  mengundang Peter Parker ke markas Avengers di New York dan mengajaknya konferensi pers memperkenalkan diri sebagai Spider-Man. "There's about fifty reporters behind that door. Real ones, not bloggers," bisik milyuner flamboyan itu ke Peter dengan gaya khasnya.

Ah, itu kan cuma di film. Iya. Tapi bukankah film juga merupakan refleksi dari realitas sosial? Dari dua adegan tersebut mengesankan, blogger, setidaknya di negeri Paman Sam, dipandang seperti itu. Meski mengadopsi pola kerja jurnalisme, tetap saja narablog bukan wartawan. Jangankan blogger, para peliput dunia hiburan (infotainment) pun hingga kini tidak dianggap sebagai jurnalis.   

(Dok. Kompasiana) 
(Dok. Kompasiana) 

Terkait hal tersebut, saya tergelitik dengan pemaparan Pendiri komunitas Bloggercrony Wardah Fajri. Mbak Wawa menggulirkan wacana perlunya kita, di momentum hari blogger nasional ini, mulai membahas profesionalitas blogger lewat penguatan kelembagaan.    

"Kita ini profesi apa bukan? Itu justru pertanyaan pentingnya, karena kita tidak ada asosiasinya. Kalau jurnalis ada asosiasi jurnalis. Media siber ada asosiasi media siber. Apakah kita masuk di situ? Belum tentu kita diterima sebagai blogger," tuturnya dalam Opini Komunitas  Episode 9 "Blogger Dulu, Kini, dan Nanti" yang disiarkan langsung di Kanal Youtube Kompasiana.

Memangnya apa pentingnya sih status Blogger? Sebagian toh nge-blog untuk journaling, sekadar berbagi tips dan kegiatan di keseharian, atau mengekspresikan diri.  Itu sah-sah saja. Tapi bagi blogger yang ingin beranjak ke level yang lebih tinggi lagi. Istilah  yang Anggota Kompasianer Jogja An Tek Khun, narasumber berikutnya, perkenalkan  ialah menjadi "Kelompok Elit di Masa Depan". Maka, membangun reputasi menjadi hal yang esensial.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun