Kuntoro Tayubi
Kuntoro Tayubi Journalist

Menulis adalah ruh, dan menebar kebaikan adalah jiwaku. Bagiku kehidupan ini berproses, karena tidak ada kesempurnaan kecuali Sang Pencipta.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Air Waduk Cacaban untuk Konsumsi Air Bersih

17 April 2018   17:34 Diperbarui: 17 April 2018   21:26 434 0 0
Air Waduk Cacaban untuk Konsumsi Air Bersih
dok-pri-waduk-cacaban-5ad602f5dcad5b17a54bd3b2.jpg

Air Waduk Cacaban, Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, diusulkan agar bisa dikelola menjadi air bersih. Sehingga, air tersebut dapat mengatasi kekeringan yang kerap melanda tiga kecamatan di Pantura Kabupaten Tegal.

Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Kabupaten Tegal, Rudi Indrayani, saat mengikuti kunjungan kerja (kunker) di Kota Samarinda, kemarin. Dia menuturkan, masyarakat Kota Samarinda selama ini mengkonsumsi air sungai yang sudah dikelola menjadi air bersih. 

Air itu bisa digunakan untuk minum, masak dan untuk kebutuhan hidup sehari-hari lainnya. Mengingat hal itu, Rudi berharap agar air Waduk Cacaban bisa disulap menjadi air bersih yang layak konsumsi. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan air bersih di sekitar Kecamatan Kramat, Suradadi dan Warureja yang kerap dilanda kekurangan air bersih saat musim kemarau. Kondisi itu sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu, dan hingga kini belum bisa teratasi.

"Tiga kecamatan itu tidak memiliki sumber air. Yang terdekat memang memanfaatkan air Waduk Cacaban dijadikan air bersih," kata politisi muda Partai Gerindra itu.

Anggota DPRD dari daerah pemilihan (dapil) III meliputi Kecamatan Kramat, Suradadi dan Warureja itu menjelaskan, air Waduk Cacaban jika dijernihkan dengan bahan tertentu bisa dirubah menjadi air bersih. Hal itu seperti layaknya pengelolaan yang dilakukan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Tegal terhadap sumber-sumber mata air di wilayah pegunungan.

"PDAM bisa melakukan itu untuk menyuplai air ke tiga kecamatan pantura. Namun, harus diperjuangkan bersama agar ada keberanian untuk mengelola air Waduk Cacaban. Terutama, wakil rakyat dari dapil III," ujar Rudi.

Rudi yakin PDAM mampu mengelola air Waduk Cacaban dengan anggaran yang dimilikinya. Jika memang membutuhkan tambahan biaya, maka pihaknya siap untuk mengusulkan ke Pemkab Tegal agar dianggarkan dalam APBD Kabupaten Tegal. Dia menegaskan, bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang seharusnya menjadi prioritas Pemkab Tegal.

"PDAM seharusnya tidak dibebani profit oriented, karena air merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi pemerintah kepada masyarakat. Makanya, berapa pun anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan instalasi air harus dipenuhi pemerintah daerah," ujarnya.

Dia menambahkan, kendati debit Waduk Cacaban mengalami penyusutan saat musim kemarau, tapi dinilai masih mampu menyuplai kebutuhan air bersih. Jika tidak mampu, maka bisa dibuatkan jaringan irigasi untuk menyuplai Waduk Cacaban yang diambilkan dari sejumlah sungai wilayah atas. Hal itu dinilai akan menambah debit waduk tersebut saat musim kemarau.

"Saya yakin program air bersih untuk tiga kecamatan bisa dilakukan. Tinggal bagaimana Pemkab Tegal dan instasti terkait untuk sepakat merealisasikan pengelolaan air bersih dari Waduk Cacaban," pungkasnya.