Mohon tunggu...
Yoga Haryuna
Yoga Haryuna Mohon Tunggu... Electric Engineer

Visit Our Website, dolanku.com, Electrical and Mechanical Project on gks-eng.com, Instagram on @dolankudotcom

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan

Benarkah Pendiri Muhammadiyah dan NU Bersaudara?

4 Juni 2019   01:31 Diperbarui: 4 Juni 2019   11:30 0 2 0 Mohon Tunggu...
Benarkah Pendiri Muhammadiyah dan NU Bersaudara?
images-8-5cf567eb0d823017ab2fa32f.jpeg

Seperti yang kita tahu,  Muhammadiyah didirikan oleh Kyiai Haji Ahmad Dahlan pada 18 Nopember 1912, sedangkan NU didirikan oleh Kyiai Hasyim Asyari 14 tahun sesudahnya,  31 Januari 1926. Keduanya pernah menimba ilmu dengan guru yang sama,  Kyiai Khalil Bangkalan.  Setelah menimba ilmu mereka berdua melanjutkan untuk menimba ilmu di Kyiai Sholeh Darat Semarang. Keduanya sangat cerdas.

 Setelah menimba ilmu di Semarang,  keduanya melanjutkan menimba ilmu di Arab Saudi dalam waktu bersamaan.  Mereka laksana adik dan kakak dalam menimba ilmu.  Seringkali KH Hasyim memanggil Ahmad Dahlan dengan sebutan Kangmas.  

Kangmas yang berarti adalah kakak seperguruan atau kakak dalam arti lahiriah.  Lahiriah?  Kenapa bisa?  Apakah keduanya bersaudara?  Ini menarik disimak.  Founding Father dari 2 Organisasi Keagamaan terbesar di Nusantara ini memiliki hubungan darah? 

Kedua tokoh ini bertemu dalam satu nasab yang sama.  Maulana Ishaq,  leluhur kedua tokoh ini.  Yang jika diteruskan sanadnya akan sampai ke Rasulullah. Subhanallah, mungkin banyak orang yang belum tahu soal garis keturunan Rasulullah mengalir di kedua Tokoh ini.

Tak heran mereka merupakan Founding Father kebangkitan Agama di negeri ini. Tak heran pula,  sang Kyiai Hasyim sering memanggil Kyiai Ahmad Dahlan dengan sebutan Kakang karena hubungan nasab ini sampai ke leluhur mereka. 

Keduanya memiliki kesamaan dalam guru, menimba ilmu,  namun berbeda dalam menempuh jalan dakwah.   namun bersatu dalam tujuan.  Demi Nusantara yang lebih baik lagi.  Jika demikian,  pantas kah kita yang ada di lapisan masyarakat harus terus menerus berselisih soal pandangan Ushul Fiqih?  

Ahmad Dahlan merupakan pendakwah yang bergerak di bidang pendidikan dan suka praktek amaliah Qur'an.  Hal ini tentu menjadi dasar perjuangan organisasi Muhammadiyah.  Dimana Pendidikan adalah tujuan utama dari persyarikatan Muhammadiyah.  

NU berbeda cerita,  Hasyim Asyari yang telah menerbitkan 19 buku sepanjang hidupnya merasa bahwa Pemikiran Ulama dipandang penting dalam membangkitkan dan meneruskan perjuangan umat.  Ulama akan senantiasa menjadi garda depan perjuangan Bangsa. Keduanya bahu membahu membangun pondasi yang kokoh bagi agama Islam di negeri ini.  

Masihkah kita bertentangan untuk membenarkan ego masing-masing?  Jikalau kebenaran masing-masing itu hanya menyebabkan perselisihan,  kenapa kita tidak mengambil hikmahnya untuk menjadikan perbedaan ini kebaikan? Semoga menjadikan petikan hikmah buat kita di Bulan Ramadhan ini.