Mohon tunggu...
Arimbi Bimoseno
Arimbi Bimoseno Mohon Tunggu...

Author: Karma Cepat Datangnya | LOVE FOR LIFE - Menulis dengan Bahasa Kalbu untuk Relaksasi | Website:http://arimbibimoseno.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Berpikir Terbuka adalah Iman Tertinggi

16 Maret 2011   16:58 Diperbarui: 26 Juni 2015   07:44 0 4 5 Mohon Tunggu...

Sudah menjadi garis kehidupan bahwa dunia ini dihuni manusia dengan beragam jenisnya. Bila demikian keadaannya, sebetulnya tak ada yang aneh lagi, tak ada yang perlu merisaukan lagi.

Perbedaan untuk diterima dan dipahami. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan. Perbedaan bukan untuk bunuh-bunuhan. Perbedaan untuk saling berkasih sayang.

Orang satu sama lain boleh berbeda, akan tetapi harus saling menghormati. Perbedaan adalah alasan untuk mengenal satu sama lain dengan lebih baik.

Nabi Muhammad SAW mengatakan, "Toleran adalah iman yang tertinggi." Toleran adalah tepo seliro, bertenggang rasa.

Dalam bahasa yang lain, bisa diterjemahkan sebagai, "Berpikir terbuka adalah keimanan yang tertinggi. Berpandangan luas adalah keimanan yang tertinggi."

Seseorang yang berpikir terbuka dan berpandangan luas ; tidak akan merasa dirinya paling benar, tidak akan merasa dirinya paling suci, tidak akan sanggup mencaci, tidak akan sanggup menghujat, tidak akan sanggup membunuh, tidak akan sanggup meneror, tidak akan sanggup iri-dengki, tidak akan sanggup mencuri, tidak akan sanggup membenci.

Orang yang berpikir terbuka dan berpandangan luas tak akan berani melampau wewenang Tuhan yang Maha Penyabar, Maha Pengampun, Maha Penyayang, Maha Mengasihi, Maha Pemurah, Maha Menghormati, Maha Memuliakan, Maha Lembut serta Halus, Maha Bersyukur, Maha Memelihara, Maha Menjaga, Maha Luas, Maha Bijaksana, Maha Melindungi, Maha Terpuji, Maha Memimpin dan Memberi Petunjuk, Maha Benar.

Kebenaran hanya milik Tuhan. Manusia memiliki kebenaran sesuai tingkat pemahamannya akan kebenaran tersebut.

Dengan berpikir terbuka dan berpandangan luas, seseorang akan berjalan dengan memegang teguh keyakinanya, tanpa berani mengklaim diri sebagai yang paling benar.

Seseorang yang berpikir terbuka dan berpandangan luas akan sabar menunggu keadaan menjadi lebih baik sesuai harapannya, sambil terus berusaha menjadi orang baik yang berusaha mengikuti aturan yang benar.

Seseorang yang berpikir terbuka dan berpandangan luas tak akan pernah berhenti belajar untuk memperbaiki cara memahami sesuatu.

Seseorang yang merasa telah memahami sesuatu dengan sangat baik, lalu berhenti belajar, berhenti berpikir, tamatlah riwayatnya sebagai manusia.