Mohon tunggu...
A Zainudin
A Zainudin Mohon Tunggu... Seorang Penggemar Sastra

Menyukai sastra, tapi lama tidak menulis. Pendatang baru kompasiana. Mohon bimbingan

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis Pilihan

Junior Kita di Masa Depan: Tunggal Putri Indonesia yang Mengkilat di Level Junior

26 Juli 2020   12:24 Diperbarui: 26 Juli 2020   13:00 128 9 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Junior Kita di Masa Depan: Tunggal Putri Indonesia yang Mengkilat di Level Junior
Putri Kusuma Wardhani - sumber: kumparan.com

Pertandingan di sektor tunggal puteri pada ajang MOLA TV - PBSI Home Tournament 2020 berakhir. Gregoria Mariska Tunjung menjadi juara setelah menang atas Putri Kusuma Wardhani sekaligus membalas kekalahan pada pertandingan di babak grup sebelumnya. Hasil ini menggagalkan banyak harapan pencinta bulutangkis agar Putri kembali menang dengan mengalahkan seniornya tersebut di usinya yang masih level yunior (U-19).

Padahal, di babak semifinal, para pemain yunior -- Putri KW, Asty, dan Saifi, membuat kejutan dengan mengisi 3 tempat dan mengepung Jorji, panggilan akrab Georgia. Tapi akhirnya sang senior, yang usianya pun belum genap 21 tahun, mampu membuktikan bahwa posisi unggulannya bukan sekedar posisi di atas kertas. 

Dengan permainan yang jauh lebih bagus dibandingkan saat babak grup, Jorji begitu mendikte Putri sehingga lawannya itu banyak melakukan kesalahan dan gagal mengulang kesuksesannya di babak grup.

Meski gagal, namun setidaknya para pemain yunior ini sudah membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan seniornya.  Ini merupakan kabar gembira buat pencinta bulutangkis Indonesia yang ingin melihat prestasi bulutangkis negeri ini ada yang meneruskan di masa mendatang. 

Dengan pembinaan yang memadai bagi pemain yunior, melalui  dihidupkannya Kembali pelatnas utama dan pratama, maka diharapkan pemain yunior kita saat ini tidak mandeg prestasinya atau layu sebelum berkembang.

Sebab, melihat sejarah ke belakang, tidak semua pemain tunggal puteri Indonesia yang berprestasi mengkilat di level yunior mampu berprestasi yang sama atau bahkan melebihinya saat sudah menginjak level senior. Ada yg berhasil dan mencapai puncaknya, ada yang sempat naik lalu tenggelam, bahkan ada yang setelah yunior langsung stagnan dan menghilang. 

Berikut nama-nama pebuultangkis tunggal puteri Indonesia yang berprestasi baik di level yunior dan nasibnya saat senior.  Pembahasan kali ini dibatasi hanya untuk pebulutangkis yang pernah berprestasi bagus di level yunior.

1). Susi Susanti

Prestasi Susi Susanti yang spektakuler di level senior, sesungguhnya sudah dirintis sejak masa kecil saat berlatih di Tasikmalaya yang membuatnya dipinang oleh dua klub besar Indonesia, PB Jaya Raya dan PB Djarum. Karena alasan kedekatan dengan keluarga, Susi memilih PB Jaya Raya yang terletak di Jakarta. Hanya berselang setahun, Susi sudah mampu menginjakkan kakinya di pelatnas untuk berlatih bersama pebulutangkis nasional lainnya.

Tahun 1987, Susi memulai dengan prestasi ciamik dengan memborong gelar juara dari semua nomor yang bisa diikutinya (tunggal, ganda, dan ganda campuran) pada Kejuaraan Invitasi Bulutangkis yunior Bimantara di Jakarta. Gelar juara tunggal puteri diraih dengan mengalahkan Tang Jiuhong (China) yang selanjutnya menjadi saingan berat di level senior. 

Tahun berikutnya, Susi kembali menjadi yang superior pada gelaran yang sama meski hanya berhasil meraih dua gelar, yaitu tunggal puteri dan ganda puteri.  Kali ini, lagi-lagi pebulutangkis China, Huang Yin, yang menjadi korbannya melalui pertarungan dua set. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x