Mohon tunggu...
Arifin BeHa
Arifin BeHa Mohon Tunggu... Wartawan senior tinggal di Surabaya

Wartawan senior tinggal di Surabaya. Dan penulis buku.

Selanjutnya

Tutup

Media

Mengenal Generasi Gen Z

1 Oktober 2015   05:18 Diperbarui: 1 Oktober 2015   06:48 577 0 1 Mohon Tunggu...

Harian Kompas mendapat penghargaan dari World Association of Newspapers and News Publishers sebagai World Young Reader News Publisher of the Year/World Young Reader Prize 2015. Penghargaan diserahkan dalam pembukaan konferensi WAN- IFRA di Bombay Convention and Exhibition Centre, Mumbai, India.

Mengenakan jas berbalut syal dengan motif batik, Wakil Redaktur Pelaksana Kompas, Rusdi Amral dengan wajah berseri menerima penghargaan tersebut dari Wakil Presiden WAN-IFRA Jacob Mathew. Mewakili Harian Kompas, Rusdi Amral didampingi Manajer Marketing Novi Eastiyanto dan Manajer Promosi Tarrence Palar.

Sebelum penghargaan diserahkan, peserta konferensi menikmati paparan video tentang hal-hal yang dilakukan harian Kompas dan mendapat penghargaan WAN-IFRA, antara lain membuka kesempatan bagi kaum muda ikut penjelajahan Tambora dengan mengirimkan video dan foto lewat #TamboraChallenge di Instagram dalam rangka peringatan 200 tahun letusan Gunung Tambora. Kegiatan ini menghasilkan 2.002 partisipan dengan 15.096 komentar diskusi bersamaan dengan liputan khusus (*Kompas 3/9).

Rusdi menjelaskan, kolaborasi redaksi dan bisnis untuk menciptakan kegiatan dan memberi ruang bagi anak muda terlibat dan mengalami menjadi bagian dari harian Kompas. ”Kami memahami situasi di antara anak-anak muda saat ini. Kami perlu mendengar dan terlibat bersama mereka,” ujarnya.

Generasi muda yang disebut sebagai generasi Millennials (15-32 tahun) adalah generasi yang didorongoleh kegairahan (passion), menolak perintah langsung, tetapi butuh beberapa tantangan untuk membuktikan diri. ”Harian Kompas memahami dan untuk itu kami memberi tantangan lewat beragam proyek dan aktivitas yang kemudian mendapatkan penghargaan ini,” tutur Rusdi.

WAN-IFRA merupakan representasi lebih dari 18.000 penerbitan, 15.000 situs daring, dan 3.000 perusahaan di lebih dari 120 negara. Penghargaan itu menandai awal perjalanan 50 tahun kedua harian Kompas yang pertama terbit pada 28 Juni 1965.

Generasi “Z”
Satu pekan sebelumnya (Jumat, 28 Agustus 2015) Radio Suara Surabaya mengudarakan talkshow “Mengenal Generasi Gen Z dan Perilakunya” menghadirkan pakar statistik ITS, Kresnayana Yahya dan psikolog Astrid Wiratna yang dipandu oleh Restu Indah selaku pembawa acara.

Menurut Kresnayana Yahya, masa pertumbuhan Indonesia saat ini menghadapi struktur penduduk sangat unik. Sekarang ada sekitar 110 juta orang penduduk Indonesia umurnya dibawah 28 tahun. Mereka disebut generasi Gen Z yang lahir di era tahun 1995 sampai tahun 2010.

Teknologi dan internet mendominasi begitu tinggi kehidupan mereka. Sejak lahir procot sudah punya kebebasan akibat akses informasinya, gadgetnya, dan mindsetnya dibangun oleh suasana yang egaliter. Mereka ini seringkali dianggap aneh oleh generasi yang lebih tua. Pengguna facebook, twitter, link, path, dan instagram itu mayoritas kelompok ini. Mereka terampil dengan bahasa singkatan, yang sudah tidak lagi dimengerti orang tua.

Kelompok ini dominan, karena mereka (110 juta orang) berada di frekuensi yang sama. Cara belanjanya, cara janjiannya, cara melek malamnya. Di lain sisi kita melihat bahwa diantara kelompok ini muncul banyak ide-ide hebat, ada banyak talenta dari mereka bahkan menghasilkan karya dimana tidak pernah dibayangkan oleh orang lain. Ada anak umur 14 tahun sudah bisa cari uang. Ada anak menjadi desainer tekstil ketika masih berusia 12 tahun, dan masih banyak lagi keahlian terutama dalam bidang ekonomi kreatif.

Psikolog Astrid Wiratna meyakini, tiap jaman selalu mempunyai ciri sehingga tidak perlu dipersepsikan secara negatif. Para orang tua harus belajar bekerjasama dengan mereka, atau mencoba mengganti standar dengan pola baru.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x