Arie Putra
Arie Putra Wiraswasta

Arie Putra tinggal di Labuan Bajo. Pernah belajar filsafat. Bekerja di www.komodooneclick.com

Selanjutnya

Tutup

Travel

Pulau Padar dan Kekaguman Orang-orang Asing

15 Mei 2019   23:25 Diperbarui: 16 Mei 2019   00:37 40 1 0

Pada mulanya adalah pagi. Pagi berlalu, fantasi tiba, penjelajahan pun dimulai...

Padar. Sebuah pulau yang nun jauh di sana. Membutuhkan 1 jam dan 30 menit pelayaran dari Labuan Bajo menggunakan speed boat untuk menginjakkan kaki, mengukir jejak, dan mengabadikan cerita di atas puncaknya yang telah mendunia. 

Padar adalah salah satu permata yang ada di dalam area Taman Nasional Komodo. Dalam satu paket tour, pulau dengan pesona puncaknya yang super fantastic, tidak pernah dilewati. Ia menjadi tempat perdana yang dikunjungi dalam setiap tour harian. 

Maka jangan heran jika lalu lintas laut menuju pulau Padar pada pagi hari sangatlah ramai. Berbagai jenis armada mengangkut ratusan pelancong dari seluruh dunia untuk mengunjungi tempat ini. 

Mengabadikan Fantasi

Tatkala ujung penglihatan mulai meraba Padar, fantasi melonjak-lonjak. Dermaga kayu dan pantai elok di lembah Padar seperti menerima kami ke dalam pelukannya.

Mulai menyentuh tangga demi tangga, suguhan keindahan tiada tara pun senantiasa diabadikan dalam jutaan kamera. 

Setiap jengkal tatapan, hati pun meluap-luap memuliakan betapa Agung Karya Pemilik Semesta ini. 

 Meskipun ratusan tangga tersusun memenuhi sisi pulau itu membuat nyali tertantang, namun keindahan dari puncak terus memanggil.

Puncak Padar

Ada tiga teluk yang merangkai keindahan yang abadi dari Puncak Pulau Padar. Rasanya tak ada foto yang buruk dari Puncak ini. Orang-orang asing dari penjuru dunia bangga membawa pulang foto di depan tiga teluk indah ini. 

Sesungguhnya, keindahan ini melegakan. Keindahan ini membuat jiwa sehat sebab luapan kekaguman dari dalam nadi dan jiwamu akan terekspresi di puncak ini. 

Syukur dan pujianmu terungkap di sana walau hanya sejenis desis yang paling halus. 

Menjaga Padar

Langkah kaki mungkin membawamu pulang. Namun kenanganmu tertahan abadi di Pulau Padar.

Bila engkau pulang, janganlah meninggalkan jejak luka pada Padar. Biarlah keindahannya abadi seabadi cerita dan kenangan tentangnya. Jangan membuang dan meninggalkan sampah yang menggangu keindahannya. 

Semoga suatu saat engkau bisa kembali untuk mengaguminya kembali. 

Bila pun engkau hanya membaca kisah ini tentang Padar, luangkan waktumu untuk datang. Hari-hari akan berbeda setelah pulang dari Padar. Datanglah!