Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Membaca, menulis, mendongeng, dan berkebun menjadi kegiatan-kegiatan menarik yang tak henti-hentinya mengisi hari-hari saya. Mari terus menginspirasi sesama dalam karya kita. Salam literasi.

Suka: membaca, mengoleksi buku, menanam bunga, menulis puisi dan kisah lain, mendongeng, dan mengajar.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Hari Dokter Nasional, 24 Oktober 2019

24 Oktober 2019   19:35 Diperbarui: 24 Oktober 2019   19:45 110 18 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Hari Dokter Nasional, 24 Oktober 2019
Ilustrasi dari Tribun Kaltim.co

Hari ini, 24 Oktober 2019 diperingati sebagai Hari Dokter Nasional. Pertama dan utama, saya ucapkan selamat Hari Dokter untuk semua dokter di Indonesia. Termasuk dokter-dokter yang menulis di Kompasiana. 

Kompasianer yang berprofesi sebagai dokter, ada beberapa yang saya pernah baca artikelnya. Terimakasih untuk tulisan-tulisan bermanfaatnya di Kompasiana spesial untuk para  dokter.

Saya akan sedikit berkisah tentang pengalaman saya bersama dokter. Sejak kecil harus saya akui saya "takut" dokter. Atau lebih tepatnya takut jarum suntik saat berobat. Saya sadar kalau saya ada kalanya tidak bisa menghindar dan harus bertemu dengan dokter demi kesembuhan sakit saya. Setakut apapun pada jarum suntik, saya akan tetap ke rumah sakit jika kondisi sudah memaksa saya berobat. 

Tapi sepanjang pengalaman saya berobat, saya selalu bertemu dokter-dokter yang ramah dan baik pada pasien. Jadi saya sedikit terhibur saat harus periksa. Di keluarga saya, dari lima bersaudara, memang saya yang termasuk paling mudah sakit. Meski harus nunggu tidak kuat tahan sakit, baru berobat. 

Saya mulai merasa familiar dengan dokter lebih tepatnya para calon dokter justru saat saya kuliah. Karena saya cukup aktif di kegiatan kampus, maka saya justru punya banyak kenalan para calon dokter pada masa itu. Kegiatan kampus yang saya ikuti memang lintas Fakultas yang bisa diikuti semua mahasiswa dari berbagai Fakultas. Maka saya bisa katakan, masa-masa kuliah adalah masa-masa terindah bagi saya. 

Para calon dokter yang saya kenal dulu, masih terus menjalin pertemanan dengan saya sampai saat ini. Mereka ini bahkan sudah banyak yang menyandang gelar dokter spesialis. Ada yang study di Indonesia, dan ada pula yang di luar negri. 

Mereka para dokter yang saya kenal masih mau terus menjalin pertemanan dengan saya. Sungguh sangat rendah hati dan baik hati, menurut saya. Meski pertemanan kami berawal di masa kuliah, namun masih terus terjalin sampai kini. 

Dalam beberapa fase hidup saya, ada juga perkenalan saya dengan dokter-dokter spesialis lainnya. Saat saya pernah sakit cukup parah dan harus rawat jalan. Dengan biaya pengobatan yang menurut saya masih cukup mahal tentunya bagi saya yang berpendapatan pas-pasan sebagai pengajar. Saya pernah satu kali dibebaskan dari biaya konsultasi pada dokter spesialis yang saya temui.

 Atas kehendak beliau sendiri. Bagi saya beliau begitu murah hati. Karena saya memang cukup berat membayar biaya pengobatan saya pribadi saat itu, hingga tabungan saya habis. 

Ada kalanya saya juga berkonsultasi dengan beberapa teman dokter lainnya tentang gejala sakit yang saya alami, sebelum saya akhirnya pergi ke rumah sakit. Dan mereka tidak pernah menolak saya yang berkonsultasi kesehatan. Setidaknya mereka memberi masukan-masukan untuk saya. 

Tuhan sangat baik pada saya, mengirimkan banyak kenalan dokter yang murah hati, baik hati dan juga rendah hati. Karena itulah, pada hari ini saya ingin mengucapkan secara khusus untuk semua rekan dokter yang saya kenal "Selamat hari Dokter Nasional". Semoga pengabdian para dokter dimanapun berada bisa menjadi saluran kebaikan bagi bangsa. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x