Mohon tunggu...
Argitha Imelda
Argitha Imelda Mohon Tunggu... Guru

Guru SD

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Milenial, Pemimpin dan Pancasila

22 Mei 2019   20:39 Diperbarui: 22 Mei 2019   21:07 0 1 1 Mohon Tunggu...

Milenial. Istilah milenial memang sedang menjadi perbincangan yang hangat di masyarakat. Mendengar kata itu yang terlintas di pikiran kita adalah generasi yang sangat dekat dengan teknologi. Bahkan ada yang mengatakan bahwa generasi milenial itu "No Gadget No Life". Pernyataan ini bisa menggambarkan seberapa dekatnya anak milenial dengan kemajuan teknologi. Generasi milenial rata-rata menghabiskan waktu di depan layar sekitar tiga jam sampai delapan jam sehari.

Banyak orangtua yang mengatakan bahwa generasi milenial itu menjadi generasi yang anti sosial dan lebih memilih untuk berinteraksi melalui dunia maya. Tidak hanya itu, generasi milenial juga dikatakan sebagai generasi yang malas. Mau membeli sesuatu tinggal pencet, mau makan tinggal pencet, mau jalan-jalan juga tinggal pencet. Semuanya bisa dilakukan di mana saja dan kapan pun. Bahkan mereka bisa mengetahui informasi dalam waktu yang sangat cepat.

Berbicara mengenai generasi milenial, hal yang juga menjadi topik perbincangan sekarang adalah pemimpin. Membahas soal pemimpin tidak akan ada habisnya. Mulai dari kinerja, keluarga, karakter, pendidikan, prestasi, kelebihan dan kekurangannya menjadi topik perbincangan di kalangan masyarakat secara khusus generasi milenial sebagai pengguna teknologi. Hal ini menandakan bahwa pemimpin juga menjadi topik yang menarik untuk dibahas oleh generasi milenial.

Pemimpin dikenal sebagai seorang yang dapat diteladani dan membawa perubahan positif bagi masyarakat yang dipimpin. Pemimpin dituntut untuk bisa membangun Negara dalam berbagai aspek kehidupan. Apalagi di masa sekarang, yang mana masyarakat yang dipimpin mayoritas adalah generasi milenial yang sangat dekat dengan teknologi dan memiliki pola pikir yang kritis. Menjadi pemimpin bagi generasi milenial tidak mudah, karena harus memenuhi tuntutan mereka yang tinggi, sesuai dengan kemajuan teknologi.

Berdasarkan hal tersebut, apakah Pancasila masih relevan? Apakah Pancasila masih menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan? Ya, seharusnya. Pancasila sebagai Dasar Negara adalah hal yang mutlak. Namun permasalahannya adalah apakah milenial peduli akan hal itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kembali pada kesadaran individu. Harus ada yang memulai. Agar milenial tertarik, nilai-nilai pancasila harus diwujudkan dalam bentuk yang lebih konkrit tentunya. Tidak hanya mengatakan "Pancasila adalah Dasar Negara", namun tidak ada gerakan yang dilakukan. Pancasila adalah pemersatu bangsa Indonesia.

Jika dulu Pancasila adalah semangat pemuda dan para pahlawan dalam melawan penjajah untuk mencapai kemerdekaan, bagaimana dengan sekarang? Pancasila adalah pemersatu bangsa.