Mohon tunggu...
Mbah Ukik
Mbah Ukik Mohon Tunggu... Buruh - Jajah desa milang kori.

Wong desa

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Penjahat yang Sopan

3 Juli 2022   11:48 Diperbarui: 3 Juli 2022   11:53 378
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: merdeka.com

Agak sulit bagi saya mengelompokkan penjahat yang saya kisahkan di sini. Termasuk penjambret, penodong, pencuri, penipu, atau perampas dengan kekerasan.

Tetapi dua kisah di bawah ini perlu disimak untuk lebih hati-hati dengan barang yang kita gunakan.

Kejadian pertama dialami teman guru pada empat puluh tahun yang lalu. Tahun 1982.

Saat itu masih jam di sekolah menunjukkan pukul 6.45 dan saya sedang piket menyambut para siswa di depan gerbang sekolah. Ketika seorang guru perempuan datang dengan langkah yang lebih cepat dari biasanya. Padahal biasanya kalau berjalan seperti Dewi Sembadra tapi kali ini seperti Dewi Srikandi yang akan maju perang melawan Bisma.

Saya pun menyambut dengan senyum, sapa, dan salam. Tidak seperti biasanya, ia diam saja dengan wajah yang suram lalu mendekati saya seakan mau memeluk. Sejenak kemudian tiba-tiba ia jatuh dan langsung kusambut dengan pelukan. Ia pingsang. Tanpa ba bi bu be bo langsung kubopong ke ruang guru. Gegerlah suasana sekolah.

Setelah sadar, ia mengisahkan bahwa saat perjalanan menuju sekolah di dekati seorang pria dan berkata dengan sopan.

"Selamat pagi Bu... Permisi saya minta kalungnya ya..."

Si teman guru yang kaget ini seperti terhipnotis ketika si pria ini langsung memegang kalungnya dan memutusnya lalu dimasukkan ke saku.

Selanjutnya, si pria ini berjalan santai di sisi teman guru hingga beberapa puluh meter mendekati sekolah.

Selama perjalanan menuju sekolah setelah kalungnya diminta, rekan guru ini merasa ketakutan tetapi tenggorokannya seperti tercekik untuk minta tolong. Andai bisa, itu pun berteriak minta tolong pada siapa. Trotoar sepi pejalan kaki walau jalan raya riuh kendaraan bermotor.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun