Mohon tunggu...
Ardy Firmansyah
Ardy Firmansyah Mohon Tunggu... Mencari candu yang baru

Lagi belajar nulis di Kompasiana | Psikologi Universitas Negeri Malang 2015 | email : ardyf3311@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Artikel Utama

Kehadiran "New Normal" di Antara Kita

1 Juni 2020   00:49 Diperbarui: 2 Juni 2020   04:41 318 23 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kehadiran "New Normal" di Antara Kita
Ilustrasi New Normal di Pusat Perbelanjaan. Sumber Kompas/Antara Foto | Adeng Bustomi

"New normal" adalah sebuah pola perilaku masyarakat yang harus adaptif. Pola perilaku ini merujuk pada protokol kesehatan yang harus dilaksanakan setiap lapisan masyarakat terutama dalam menghadapi pandemi covid-19.

Istilah "New normal" sudah ada sejak munculnya kebiasaan baru masyarakat yang dilakukan di tengah pandemi. Seperti sering mencuci tangan, menggunakan masker dan handsanitizer, melakukan social dan juga physical distancing.

Ada juga kebiasaan menjaga kebugaran dan stamina tubuh seperti berolahraga, minum suplemen dan vitamin, serta makan-makanan bergizi. Selain itu hobi-hobi baru juga dilakukan banyak orang di tengah pandemi corona, apalagi ketika sering berada di rumah atau #StayAtHome.

"New normal" menjadi hal menarik diperbincangkan akhir-akhir ini, dan kehadiran "new normal" diantara kita memberikan suasana baru dan perubahan dalam berbagai hal.

"New Normal" Jadi Istilah Populer

"New normal" jadi istilah yang populer dikalangan masyarakat. Penggunaan istilah ini menjadi hal yang ramai diperbincangkan di media sosial. Semuanya seakan-akan serba "new normal"

Selain merujuk pada protokol kesehatan, Perilaku atau kebiasaan lain yang "nyeleneh" dan "viral" juga dicap oleh beberapa masyarakat sebagai sebuah kewajaran baru.

Misal seperti bermain TikTok. Beberapa masyarakat sudah tidak menganggap aneh perilaku tersebut dan mewajarkannya.

"Ngapain dia gerakin hape muter-muter, mana musiknya keras juga!"

"Ah paling juga TikTok, udah biasa itu, new normal"

Perilaku nyeleneh dan viral yang lain yang tidak bisa saya sebutkan satu-satu (karena buanyak dan gak jelas), oleh beberapa masyarakat sudah dianggap sebuah "jokes" semata. Lalu mereka  menggunakan istilah atau kata "new normal" untuk menanggapi fenomena tersebut.

"Pusingnya diriku, Oh inikah New Normal yang lain!?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x