Mohon tunggu...
Ardi Wijaya
Ardi Wijaya Mohon Tunggu... Hadir dan Mengalir

Hadir dan Mengalir

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Tradisi dan Covid-19 dalam Masyarakat Agraris

21 April 2020   12:40 Diperbarui: 21 April 2020   13:54 98 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tradisi dan Covid-19 dalam Masyarakat Agraris
fb-img-1551166881310-5e9e980e097f361d7a07e5c2.jpg

Tokoh filsafat Islam, Ibnu Sina, pernah mengatakan separuh penyakit adalah ketakutan, ketenangan adalah separuh obat, dan kesabaran adalah permulaan kesembuhan. Pernyataan itu dapat kita artikan bahwa sakit pada manusia tidak selalu karena kondisi fisik yang tidak sehat tetapi juga dihasilkan dari kondisi kejiwaan manusia yang diproduksi melalui pikiran. 

Dilansir dari Psychology Today, panik di tengah penyebaran wabah penyakit dapat menyebabkan seseorang rentan terpapar virus. Problem panik ini tanpa disadari telah merasuk di tengah masyarakat seiring makin masifnya penyebaran penyakit.

Sejak awal Januari 2020 sampai saat ini virus covid-19 telah melanda hampir semua negara yang ada di seluruh belahan dunia, sehingga memberikan dampak yang sangat terasa bagi populasi manusia di bumi. Penularan virus yang terjadi secara cepat dengan interaksi manusia sebagai objeknya tentu saja menimbulkan permasalahan lain yang lebih kompleks.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) hingga Senin pagi, 20 April 2020 jumlah orang yang terinfeksi covid-19 sebanyak 2,39 juta. Dampaknya, bukan hanya dalam konteks kesehatan tetapi dapat memicu ketimpangan pada berbagai aspek diantaranya ekonomi, politik, hukum, pertahanan dan keamanan. 

Perkembangan teknologi dan informasi yang selama ini digenjot oleh negara-negara maju maupun negara berkembang belum sepenuhnya maksimal mengirimkan pesan kepada masyarakat mengenai ancaman dari wabah penyakit. Negara adidaya dunia dengan peralatan perang moderen seakan tak berdaya menghadapi serangan virus yang tak kasat mata ini. Berbagai penelitian medis terus dikembangkan oleh lembaga riset dunia, tentu kita semua berharap vaksin covid-19 dapat segera ditemukan.

Untuk meminimalisir penyebaran virus ini dapat dilakukan dengan membatasi interaksi antar manusia, hal ini dianggap efektif untuk mengurangi populasi manusia yang akan berdampak terhadap covid-19. Kebijakan ini telah diterapkan oleh hampir seluruh negara di dunia. 

Dalam skala nasional, daerah, sampai pada tingkat desa/kelurahan. Di sisi lain pemerintah terus mengingatkan mengenai anjuran untuk selalu menjaga kondisi fisik dan meningkatkan imun tubuh, kondisi psikologi yang baik serta daya tahan tubuh yang kuat dianggap perlu ketika menghadapi kondisi labil seperti saat ini.

Upaya untuk menyampaikan himbauan akan lebih ideal jika menggunakan berbagai pendekatan. Budaya, tradisi, dan kearifan lokal perlu diajukan sebagai instrumen tambahan untuk mengisi ruang hampa yang sepenuhnya tidak dapat diisi oleh sains ilmiah.

Melalui tradisi dapat mendorong partisipasi dari berbagai komponen masyarakat. Salah satunya adalah tokoh adat yang dapat mengambil peran untuk mengingatkan memori kolektif masyarakat tentang ancaman wabah penyakit menular yang dulu pernah menimpa umat manusia.

Melihat tipologi masyarakat Indonesia yang majemuk, tradisi dapat berdampingan dengan sains ilmiah, sains ilmiah mendapingi tradisi dan sebaliknya tradisi mendampingi sains ilmiah. Rukun dalam khasanah ilmu pengetahuan yang dapat memberikan nilai-nilai yang bermanfaat. 

Tradisi harus digaungkan kembali untuk keluar dari keterasingan, melawan stigma dan kecaman dari masyarakat yang ada dalam lingkaran modernisasi. Tradisi yang selama ini terus dihakimi dan dijustifikasi, ternyata dapat menunjukan eksistensi dengan memproduksi kekuatan melalui sugesti alam bawah sadar sehingga dapat bermanfaat demi terciptanya suasana aman dan nyaman dalam diri seseorang maupun kelompok masyarakat. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x