Mohon tunggu...
Ardi
Ardi Mohon Tunggu... Penulis - Guru

Penulis buku; Menulis Buku, Alternatif bagi Guru. 2022., Guru, Ayo Menulis Artikel Pendidikan. 2021., Menjadi Guru Penggerak bagi Siswa. 2020.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

5 Cara Meningkatkan Literasi Siswa

24 September 2022   23:57 Diperbarui: 25 September 2022   00:01 257 5 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Program for International Student Assessment (PISA) mensurvei tingkat literasi di 70 negara pada tahun 2019 lalu, dan negara Indonesia berada pada urutan ke 62. Ini artinya negara kita termasuk ke dalam 10 besar negara terendah tingkat literasinya, begitu dirilis oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD).

 Menghadapi kenyataan tersebut, agaknya kita harus berbenah diri. Sama-sama bergotong royong untuk memperbaiki tingkat literasi di Negara kita secara umum, dan pada lembaga pendidikan secara khusus. Apa itu literasi? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kemampuan membaca dan menulis. Meningkatkan kegemaran membaca pada siswa itu penting, karena membaca adalah gerbang ilmu pengetahuan.

Jika tidak suka membaca, bagaimana ilmu pengetahuan itu dapat masuk dalam ingatan. Adapun kemampuan menulis, itu tergantung seberapa banyaknya seseorang membaca. Semakin ia banyak membaca, akan baik pula kemampuan menulisnya. Karena menulis hanya menuangkan kembali informasi yang kita miliki dalam bentuk tulisan. Oleh sebab itu penting untuk 'menggenjot' siswa meminati kegiatan membaca.

Ini menjadi pe-er bagi pengelola pendidikan, khususnya seorang guru yang berada di garis terdepan mencerdaskan putra putri bangsa. Lantas, bagaimana kita memperbaikinya? Berikut 5 tips ringan meningkatkan literasi siswa.

Pertama, memanfaatkan variasi bahan bacaan. Kaya akan ragam bacaan membuat siswa punya banyak pilihan untuk membaca. Misalkan untuk tingkat Sekolah Dasar, perpustakaan menyediakan komik. Ya, ilmu pengetahuan juga dapat disampaikan dalam bentuk komik, bukan? Bahan bacaan seperti komik lebih dinikmati anak-anak ketimbang buku biasa.

Yang penting siswa tertarik dulu untuk datang ke perpustakaan dan mencari buku lalu membacanya. Ini penting untuk menumbuhkan minat membaca siswa. Jika itu sudah tertanam, mereka akan membaca lebih banyak buku. Bukan hanya komik tentunya.

Kedua, membiasakan kegiatan membaca di kelas. Anda dapat meminta siswa untuk membaca buku pelajaran selama 5 menit sebelum memulai pelajaran. Ini berlaku untuk semua mata pelajaran, bukan hanya pelajaran non-eksak. Bahkan pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan sebelum memulai olahraga di lapangan, siswa diminta untuk membaca lebih dulu.

Setiap hari dan setiap guru yang mengajar. Jika terdapat jam pelajaran yang kosong, misalkan karena gurunya tidak hadir atau lainnya, maka para siswa dapat dibimbing oleh guru piket menuju ke perpustakaan.

Ketiga, berlatih memecahkan masalah. Seorang guru memberikan sebuah kasus untuk dipecahkan. Nantinya mereka akan menuliskan hasil pemecahan masalahnya. Lalu membacakannya di depan kelas. Selanjutnya mereka mendiskusikannya bersama teman-temannya. Hal ini mengasah kejelian dan ketelitian siswa. Bertukar fikiran dapat menambah wawasan dan informasi siswa.

Keempat, memahamkan kata-kata. Siswa menuliskan kata-kata yang mereka baca atau dengar, tapi belum mengerti maksudnya. Mereka akan membawa kosa kata itu kepada guru lalu guru itu akan menjelaskannya. Ini akan menambah perbendaharaan kata mereka, baik secara lisan maupun tulisan.

Kelima, menjadikan literasi membaca sebagai ajang komunikasi. Guru menugaskan kepada siswa untuk mencari bahan bacaan yang sering terlihat di sekitar, atau tersebar banyak. Misalkan iklan, artikel di koran, resep masakan, bait syair, dan lain sebagainya. Secara tidak langsung, siswa telah belajar memahami informasi yang tersebar di sekitarnya.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan