Mohon tunggu...
Ajeng Arainikasih
Ajeng Arainikasih Mohon Tunggu... Writer of #MuseumTravelogue Series

Proud wife and mother of 3 | World traveler | Museum researcher and lecturer | Museum blogger / writer | www.museumtravelogue.com

Selanjutnya

Tutup

Travel Artikel Utama

Mengunjungi Armenian Genocide Museum di Yerevan, Saya Malu!

5 April 2020   10:15 Diperbarui: 5 April 2020   19:44 493 16 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengunjungi Armenian Genocide Museum di Yerevan, Saya Malu!
Lobby Armenian Genocide Museum, Yerevan, 2012. Foto oleh Ajeng Arainikasih

Bulan April biasanya diperingati sebagai Genocide Awareness Month, sebab, hampir semua peristiwa genosida di dunia di mulai di bulan April. Salah satunya adalah genosida terhadap orang-orang Armenia yang dimulai di bulan April 1915. 

Kebetulan, di tahun 2012 saya berkesempatan berkunjung ke Yerevan, Armenia, dalam rangka berbicara di konferensi internasional mengenai museum

Di sela-sela jadwal hari terakhir konferensi yang agak lowong, teman saya dari Singapura (sesama presenter konferensi) mengajak saya mengunjungi Armenian Genocide Museum. Diajak jalan-jalan ke museum? Mana mungkin saya bisa menolak!  

Berhubung pada masa itu akses internet bagi turis di luar negeri belum semudah sekarang, maka saat itu saya tidak bisa mencari informasi lebih dalam mengenai apa itu Armenian Genocide Museum. 

Jujurnya saya sama sekali buta dengan sejarah Armenia, dan saat itu saya tidak tahu menahu mengenai peristiwa genosida yang menimpa mereka hampir satu abad silam. 

Saya dan teman saya tersebut juga trauma naik taksi di Yerevan karena kami pernah diputar-putar keliling kota oleh supir taksi. Oleh sebab itu, kami memutuskan untuk pergi ke Armenian Genocide Museum naik angkutan umum. 

Bermodalkan kertas petunjuk alamat berbahasa Armenia yang dituliskan oleh petugas hostel, kami kemudian naik kendaraan semacam “angkot” untuk menuju ke Armenian Genocide Museum. 

Armenian Genocide Museum ternyata terletak di atas bukit yang agak jauh dari pusat kota Yerevan. Berdasarkan petunjuk dari petugas hostel, supir “angkot” kemudian menurunkan kami dipinggir jalan sebelum “angkot” memasuki semacam jalan bebas hambatan. Kami lalu harus berjalan kaki cukup jauh sambil menaiki bukit sebelum akhirnya tiba di museum.

Selain museum, ada pula memorial monument yang berada di satu lokasi yang dengan museum. Bangunan Armenian Genocide Museum sendiri didesain secara modern dan dibuka tahun 1995 dalam rangka memperingati 80 tahun peristiwa pembunuhan masal 1,5 juta orang Armenia di sekitar tahun 1915 oleh Kekaisaran Turki Ottoman. 

Awalnya, pembunuhan masal dilakukan terhadap tentara-tentara Armenia. Lalu terhadap orang-orang “penting” Armenia yang memiliki kedudukan tinggi di masyarakat. 

Terakhir, pembantaian dilakukan terhadap wanita, anak-anak dan lansia. Tanpa mengetahui fakta ini sebelumnya, saya dengan santai memasuki ruang pamer museum.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x