Birokrasi

Monitoring dan Evaluasi Kebijakan

14 Mei 2019   23:52 Diperbarui: 15 Mei 2019   00:13 6 0 0

Aprilia Priskila Faot (1807010126)

Monitoring dan Evaluasi

1. Pengertian Monitoring dan Evaluasi
Monitoring adalah kegiatan pemantauam untuk memperoleh informasi secara terus-menerus sehingga hasil sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Evaluasi yaitu kegiatan penilaian di akhir kegiatan untuk melihat pencapaian dari program yang dijalankan. Menurut Ahli Kesehatan Masyarakat Amerika, evaluasi adalah suatu proses untuk menentukan nilai atau jumlah keberhasilan dan usaha pencapaian suatu tujuan yang telah ditetapkan.

Monitoring dan evaluasi memiliki tugas yang sama yaitu memantau atau menilai jalannya suatu program. Monitoring lebih digunakan pada saat program sementara berjalan, sehingga dapat mengetahui kekurangan dan kesalahan yang dijumpai agar dapat diperbaiki secara dini. Dengan demikian, tujuan program bisa dicapai sesuai dengan target yang ditetapkan. 

Sedangkan evaluasi lebih berfokus pada akhir dari perjalanan program. Dimana, evaluasi ditujukan untuk menilai keberhasilan atau kegagalan dari program tersebut, dan juga dapat mengetahui mengapa keberhasilan atau kegagalan dapat terjadi. Dari hasil evaluasi tersebut, dapat digunakan untuk memperbaiki atau meningkatkan kegiatan-kegiatan dan perencanaan yang lebih baik untuk kegiatan masa mendatang.

2. Fungsi Monitoring dan Evaluasi
Menurut William N. Dunn (1981), fungsiMonitoring, yaitu:
a. Ketaatan ( compliance )
Monitoring ditujukan untuk menilai apakah adminidstrator, staf, dan semua yang berhubungan dalam sebuah kebijakan atau program mengikuti atau menaati standar dan prosedur yang diberlakukan.
b. Pemeriksaan ( auditing )
Monitoring diberlakukan untuk mengetahui sumber dan pelayanan yang difokuskan kepada target apakah telah mencapainya atau tidak.
c. Laporan ( accounting )
Monitoring dilakukan untuk memperoleh evaluasi atas kebijakan atau program yang diterapkan, sudah dirasakan atau dinikmati oleh target.
d. Penjelasan ( explanation )
Monitoring menghasilkan informasi yang menjelaskan bagaimana kebijakan tersebut berhasil atau gagal dan mengenai perencanaan serta pelaksanaan tidak berjalan.


3. Metode Monitoring dan Evaluasi
A. Metode monitoring
a. Metode dokumentasi, yaitu metode pemantauan yang dilakukan terhadap berbagai laporan kegiatan baik itu mingguan, bulanan, semester, atau tahunan.
b. Metode survei, untuk menjaring data dari stakeholders, terutama kelompok sasaran.
c. Metode observasi lapangan, yaitu metode yang dipakai untuk memantau di lapangan agar mengetahui data empiris yang bertujuan untuk meyakinkan dalam penilaian proses kebijakan, dapat dipakai untuk melengkapi metode survei.
d.Metode campuran, yakni campuran antara beberapa metode, seperti metode wawancara dan metode dokumentasi, atau gabungan dari keempat metode diatas.
e. Metode FGD, yaitu metode pemantauan dengan melakukan pertemuan dan diskusi dengan berbagai stakeholders. Dengan cara inidataa dan informasi yang diperoleh lebih lengkap dan akurat.

B. Metode Evaluasi
a. Single program after-only, yaitu pengukuran kondisi setelah melakukan program tanpa adanya kelompok kontrol dsn informasi diambil dari kelompok sasaran.
b. Single program before-after yaitu pengukuran kondisi sebelum dan sesudah program dijalankan, tidak ada kelompok kontrol dan informasi diperoleh dari perubahan sasaran.
c. Comparative after-only, yakni pengukuran/penilaian kondisi yang dilakukan sesudah program dijalankan, adanya kelompok kontrol dan informasi diperoleh dari kelompok kontrol dan sasaran.
d. Comparative before-after, yakni penilaian kondisi sesudah dan sebelum program diterapkan, ada kelompok kontrol serta informasi diperoleh dari bekerjanya program terhadap kelompok kontrol dan sasaran.