Mohon tunggu...
Apriani Dinni
Apriani Dinni Mohon Tunggu... Rimbawati

Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena aku akan binasa secara perlahan

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Catatan ADSN 63, Ada Literasi di Kertajati

17 Januari 2020   11:16 Diperbarui: 20 Januari 2020   22:26 125 24 10 Mohon Tunggu...
Catatan ADSN 63, Ada Literasi di Kertajati
Dokumen Pribadi

Liburan sekolah tahun  kemarin penuh kenangan bagiku, karena untuk pertamakalinya aku melakukan perjalanan jauh seorang diri dengan jalur udara. 

Pertamakali memasuki Bandara Kertajati perasaanku campur aduk rasa di hati ada perasaan senang, cemas dan deg degan jadi satu, khawatir ketinggalan pesawatlah, khawatir salah pesawat, khawatir ketiduran di ruang tunggu, khawatir e-tiket salah hari atau tanggal, khawatir tersesatlah dan banyak kecemasan yang lain. 

Ujung-ujungnya kebelet pipis saking khawatirnya, akhirnya aku mencari toilet, aku berjalan ke arah belakang dari ruang tunggu, keadaan Bandara Kertajati  yang diresmikan pada tanggal 24 Mei 2018 berlokasi di Kabupaten Majalengka masih terlihat sepi, karena  waktu untuk check In masih lama. 

Aku berjalan sambil mendorong koper warna ungu kesukaanku, sambil berjalan aku melihat-lihat situasi Bandara yang terlihat sangat  bersih dan rapi, sampai akhirnya aku melewati sebuah tempat seperti tempat bazar yang banyak memajang buku, terdengar sapaan sopan dari sang petugas agar aku mampir ke tempatnya, sebagai orang timur  aku basa basi menjawab sapaannya dan mengatakan bahwa aku mau ke toilet, aku tidak terlalu memperhatikan tawarannya karena aku berpikir pasti ujung-ujungnya menawarkan buku hehehe.

Dokumen Pribadi
Dokumen Pribadi
Setelah selesai aktifitas di toilet yang bersih dan nyaman dengan petugas yang ramah aku melewati tempat tadi, dan bertemu dengan sang petugas yang belakangan aku tahu namanya mas Gatot, dia kembali menyapa dengan ramah dan menawarkan padaku untuk mampir membaca buku secara gratis, sebagai seorang pegiat literasi (eyyyaaaa) dan mendengar kata gratis  aku mulai tertarik untuk mampir apalagi ketika  aku melihat jam tangan di pergelangan tangan kiriku.

waktu untuk check in sekitar dua jam lebih tiga puluh menit lagi, akhirnya aku ngobrol dan lihat-lihat buku yang ada di tempat itu, ternyata koleksi  buku di Perpustakaan itu banyak juga, ada novel, koran, majalah, cerita anak-anak, tempatnya nyaman juga ada bantal besar untuk santai dan yang lebih nyamannya disediakan colokan listrik untuk ngecas Handphone.

Aku mengambil satu novel dan aku membacanya dengan asyik sambil ngobrol-ngobrol dengan sang petugas (bolehkan aku sebut itu? Hehehe). Awalnya di tempat itu hanya berdua aku dengan sang petugas, tak lama datang seorang pemuda anak kuliahan yang berambut ikal ikut nimbrung membaca, pemuda itu mau pulang ke Surabaya dan dia kuliah di Bandung, tak lama tempat itu ramai juga dengan hadirnya anak-anak yang membaca.

Dokumen Pribadi
Dokumen Pribadi
Mas Gatot senang bercerita tentang  pengalamannya bertugas menjaga perpustakaan di bandara Kertajati, menurutnya Pabukon Prak Maca mulai beroperasi di Bandara Kertajati pada tanggal 24 November 2018, dan dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat. 

Menurut informasi mas Gatot Pabukon Prak Maca itu adalah gagasan Gubernur Jawa Barat Bapak Ridwan Kamil untuk meningkatkan minat budaya baca masyarakat yang tertuang dalam program kerja 100 hari. Diperuntukkan bagi para masyarakat, pegawai khususnya bagi pengguna jasa penerbangan dari BIJB Kertajati.

Mas Gatot  orangnya  asyik diajak bicara dan sangat ramah sampai tak terasa aku ditempat itu hampir tiga jam, dan sang petugas alias mas Gatot itu sudah waktunya pulang, dan dia membolehkan aku dan pemuda berambut ikal itu untuk tetap disitu membaca buku, tapi aku merasa tidak enak dan akhirnya aku meninggalkan tempat itu, menuju ruang tunggu, sedang pemuda berambut ikal masih bertahan membaca di tempat itu.

Seandainya di tempat-tempat umum ada perpustakaan mini atau pojok baca  seperti Pabukon Prak Maca alangkah menyenangkan karena menunggu tidak selamanya  membosankan tapi mengasyikkan.  Jangan sampai ada  pojok baca tapi asal ada dengan buku yang tidak terawat. Pabukon Prak Maca kerrereeen dech.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN