Mohon tunggu...
Annisa Maimunah
Annisa Maimunah Mohon Tunggu... Psikolog - Psikolog Klinis

Psikolog Klinis RS Nasional Diponegoro Undip Semarang; Psikolog Klinis Mitra Halodoc

Selanjutnya

Tutup

Healthy Artikel Utama

Menjadi Teman yang Baik untuk Orang dengan HIV/AIDS

2 Desember 2020   05:08 Diperbarui: 2 Desember 2020   08:33 611
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sumber gambar: https://manado.tribunnews.com/

4. Depresi (depression)

"Apa gunanya lagi saya berusaha, toh saya tetap akan meninggal"

"Apa gunanya lagi saya melakukan hal baik, Tuhan tidak akan membeirkan kesembuhan"

"Untuk apa lagi saya hidup, jika terus dicemooh dengan kondisi saya yang seperti ini"

Pada fase ini, seseroang mulai memahami kepastian apa yang akan terjadi padanya di kemudian hari. Seseorang denganHIV/AIDS pada fase ini dapat menjadi sangat pendiam, menolak orang lain mendekat, serta menghabiskan banyak waktu untuk menangis dan berduka.

5. Penerimaan (acceptance)

"Semua akan baik-baik saja. Tidak ada lagi yang dapat saya lakukan untuk melawan kondisi ini, lebih baik saya bersiap diri untuk menghadapinya"

Saat seseorang telah mencapai tahap ini, Ia mulai dapat berdamai dengan keadaan mereka. Mereka sudah mulai dapat menerima dirinya sendiri seutuhnya dengan penyakitnya.

Hal ini selanjutnya juga membawa mereka menerima lingkungan. Mereka mulai kembali terbuka untuk berinteraksi dengan orang lain di sekitar. 

Waktu yang dibutuhkan masing-masing orang berbeda-beda dalam melalui tahapan-tahapan tersebut. Jika seseorang dengan ODHA berada di lingkungan yang mendukung, maka tahap penerimaan juga akan semakin cepat datangnya. 

Sebaliknya jika yang Ia hadapi adalah stigma negatif dari lingkungan, tak menutup kemungkinan ODHA tersebut tidak mencapai fase terakhir penerimaan, tetapi bertahan pada fase-fase sebelumnya yang sangat menekan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun