Mohon tunggu...
Annisa Ika Yuliana
Annisa Ika Yuliana Mohon Tunggu... Mahasiswa - pelajar

Mulailah dari mana kamu berada

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Masa Depan Bangsa Ini Ditangan Generasi Muda

27 November 2021   15:31 Diperbarui: 27 November 2021   16:15 147 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Edukasi. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Dosen Pengampu : Dr. Ira Alia Maerani, S.H.,M.H

Penulis : Annisa Ika Yuliana (Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Sultan Agung)

     Pancasila merupakan visi atau pandangan hidup yang melandasi dan menjadi tujuan seluruh hukum dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Fungsi Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia adalah asas pemersatu bangsa Indonesia dan menjadikan Pancasila sebagai pegangan atau pedoman dalam memecahkan masalah. Pancasila menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan, persatuan, kesatuan, keselarasan dan keseimbangan.

     Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari sehari seperti bersikap toleran antar sesama umat beragama, tidak bersikap semena-mena, saling menghormati sesama manusia, menanamkan sikap saling menghargai  terhadap keanekaragaman budaya, mendahulukan kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi, menghargai hasil musyawarah, tidak memaksakan kehendak atau pendapat orang lain, dan saling membantu apabila ada yang mengalami kesusahan.

     Arnold Rose, mengatakan bahwa masalah sosial dapat didefinisikan sebagai suatu situasi yang telah memengaruhi sebagian besar masyarakat sehingga mereka percaya bahwa situasi itu adalah sebab dari kesulitan mereka. Situasi itu dapat diubah. Masalah sosial dapat diartikan suatu dampak dari berbagai interaksi sosial, seperti interaksi sosial antar individu, interaksi sosial dan kelompok, serta interaksi sosial antar kelompok satu dengan kelompok  yang lain. Apabila dalam keadaan normal, interaksi sosial dapat menghasilkan integrasi. Namun interaksi juga bisa menyebabkan konflik antara pihak satu dengan pihak yang lainnya. Dimasa sekarang ini, banyak terjadi masalah sosial disekitar kita seperti kemiskinan, pengangguran, kriminalitas, kenakalan remaja, gizi buruk dan radikalisme.

     Dari segi emosional remaja cenderung bersifat rapuh dan tidak stabil, mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi, serta suka mencoba hal baru. Hal inilah yang melatarbelakangi beberapa siswa terlibat dalam kenakalan remaja seperti seks bebas, tawuran, mengkonsumsi narkoba dan obat-obatan terlarang. Kenakalan remaja adalah sebuah perbuatan yang melanggar aturan, norma, atau hukum yang berlaku dalam masyarakat dan dilakukan pada usia remaja atau masa anak-anak beranjak ke masa dewasa.

     Kenakalan remaja berdampak besar bagi pelakunya seperti hancurnya masa depan, dijauhi oleh teman dan orang sekitar, munculnya bibit kriminalitas yang dapat merugikan banyak orang, nama sekolah akan tercoreng, dan orang tua akan menanggung beban materi atas seluruh akibat dari kenakalan anaknya. Kenakalan remaja menjadi salah satu masalah sosial yang kerap terjadi di Indonesia. Faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja antara lain:

  1. Kurangnya pembinaan moral dan agama, karena jika kita paham mengenai ilmu agama maka kita mengerti tidak ada agama yang mengizinkan umatnya untuk mengkonsumsi hal-hal yang akan membahayakan dirinya sendiri.
  2. Kurangnya perhatian dari orang tua kepada anaknya, hal ini menyebabkan anak merasa segala hal yang dilakukan adalah benar. Apabila peran orang tua berjalan dengan baik maka orang tua bisa mengarahkan anaknya mana perbuatan yang benar dan salah.
  3. Salah memilih teman atau lingkungan pergaulan, lingkungan berpengaruh besar pada proses perkembangan anak jika tidak tepat dalam memilih teman dikhawatirkan akan ikut terjerumus kedalam pergaulan yang salah.

     Berbagai faktor penyebab kenakalan remaja tentunya memiliki solusi untuk pembinaan dan perbaikannya. Mengingat dampak yang ditimbulkan sangat berpengaruh besar terhadap masa depan remaja. Cara mengatasi masalah sosial kenakalan remaja adalah dengan cara  berikut ini:

  1. Memberikan bimbingan atau penyuluhan tentang bahaya narkoba.
  2. Menguatkan mental para remaja supaya siap menghadapi masalah yang ada.
  3. Menguatkan iman dan taqwa.
  4. Menjauh dari lingkungan yang sekiranya berpotensi sebagai penyebab kenakalan remaja.
  5. Menyalurkan energi untuk hal yang positif.
  6. Pandai-pandai memilih teman.

     Tindakan kenakalan remaja bertentangan dengan Pancasila sila ke-2 yang berbunyi  "Kemanusiaan yang adil dan beradab". Dikarenakan kenakalan remaja melanggar adab berkehidupan dalam berbangsa dan bernegara serta bertentangan dengan nilai kemanusiaan yang ada.

Didalam Alquran terdapat surat yang membahas tentang kenakalan remaja.

  • Menurut QS. Al- Isra/17:32 yang berbunyi:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلًا

Artinya:

Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.

  • Menurut QS. At-Tahrim/66:6 yang berbunyi:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

Artinya:

Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

  • Syekh Abu Syuja' berkata:

"Barangsiapa meminum khamar atau minuman yang memabukkan, dihad empat puluh kali dera, dan boleh lebih hingga mencapai delapan puluh kali dengan cara tazkir"

      Kesimpulan yang dapat diambil dari materi kali ini adalah Pancasila merupakan pandangan atau pedoman hidup bagi masyarakat. Salah satu upaya untuk memerangi masalah sosial dengan cara menanamkan nilai Pancasila kepada diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan dengan menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari tingkat terjadinya masalah sosial menurun dan generasi muda tidak terjerumus ke dalam hal yang salah. Masa depan bangsa kita bergantung pada generasi muda yang ada semakin banyak kita menghasilkan generasi yang berkompeten dan paham makna Pancasila semakin maju dan berkembang pula bangsa Indonesia.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan