Mohon tunggu...
Ansara
Ansara Mohon Tunggu... wiraswasta -

Suka Musik, Sejarah dan Fotografi FB Annie Sabri, Twitter @4nsar4

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Jadi Konglomerat Berkat Permen Karet

15 September 2010   01:15 Diperbarui: 26 Juni 2015   13:14 1882
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption id="attachment_212843" align="alignright" width="168" caption="William Wrigley Jr. Foto wrigley.com"][/caption]

Mungkin kita pernah mengalami betapa jengkelnya saat tangan dan kaki kita lengket terkena pemen karet atau pada saat remaja kita sering mengunyah permen karet lalu menggelembungkannya dan terkadang membunyikannya dengan lidah kita. Ketika sedang mengunyah permen karet itu, pernahkah terpikirkan oleh kita bahwa permen yang sering dianggap sepele dan kadang bikin jengkel ini ternyata telah membuat seseorang jadi konglomerat.

Bagaimana kisahnya permen karet bisa membuat seseorang jadi konglomerat? Coba perhatikan saat belanja di supermarket atau di warung, biasanya terdapat toples penuh permen karet merk Wrigley beraneka rasa dan harganyapun cukup murah. Apabila kita telusuri sejarahnya ternyata permen karet Wrigley ini sudah berumur 117 Tahun. Kisahnya dimulai pada tahun 1891 pada saat itu seorang Pria Amerika berusia 29 Tahun bernama William Wrigley Jr. hijrah dari Philadelpia ke Chicago hanya berbekal uang 32 dollar dan tekad untuk sukses.

William Wrigley Jr (lahir 30 September 1861) adalah seorang salesman dan ayahnya adalah seorang pembuat sabun. Awalnya Wrigley berjualan sabun buatan ayahnya, supaya sabunnya laku dia memberi hadiah baking powder kepada setiap pembeli sabun. Ternyata Baking Powdernya lebih disukai daripada sabun, diapun berubah jadi berjualan baking powder. Seperti biasa dalam menjaring pembeli, dia selalu menyertakan hadiah gratis saat menjual produknya. Kali ini dia memberi hadiah 2 bungkus permen karet bagi setiap kaleng baking powder yang dijualnya tapi yang terjadi selanjutnya para pembelinya lebih menyukai hadiah permen karetnya itu. Akhirnya Wrigley memutuskan untuk bisnis  permen karet padahal pada saat itu sudah ada beberapa perusahaan pembuat permen karet dan bisnis mereka tidak berkembang. Tapi hal itu tidak menyurutkan langkah Wrigley untuk berjualan permen karet.

[caption id="attachment_212844" align="alignright" width="257" caption="Foto www.wrigley.com"]

1347857363583404501
1347857363583404501
[/caption]

Pada tahun 1893 mulailah dia memproduksi secara kecil-kecilan permen karet buatannya sendiri berjenis Juicy Fruit dan memakai namanya sendiri sebagai merk dagang permen karet itu lalu memasarkannya. Selain dikenal sebagai salesman, Wrigley juga cerdik dalam mengiklankan produknya sehingga diapun dikenal sebagai pakar dibidang periklanan. Berkat kecerdikan dan keuletannya, perlahan tapi pasti permen karet Juicy Fruit digemari banyak orang dan laris dipasaran. Sukses yang diraih Juicy Fruit membuat Wrigley memproduksi lagi jenis permen karet lainnya yaitu Wrigley's Spearmint dan Double Mint yang juga laris manis.

Walaupun sempat jatuh bangun dalam mengelola bisnis permen karetnya, William Wrigley Jr. tetap gigih menekuni bisnis permen karet. Terbukti dengan keberhasilannya dalam mengelola bisnis itu hingga bertahan puluhan tahun dan mampu mewariskan nama besar perusahaannya pada anak dan cucunya. William Wrigley Jr. Meninggal di usia 70 pada tahun 1932 setelah sukses merintis dan membangun kerajaan bisnis permen karetnya. Ketika dia wafat, bisnisnya dilanjutkan oleh anaknya Phill Knight Wrigley yang kemudian melanjutkan bisnis ayahnya itu selama 45 tahun. Sama seperti ayahnya, ditangan PK Wrigley perusahaan ini berkembang dengan pesat. P.K. Wrigley meninggal pada tahun 1977 lalu anaknya  yaitu  William Wrigley III yang mengelola perusahaan itu hingga dia meninggal tahun 1991. Saat ini Perusahaan Wrigley dikelola oleh cucunya Phill Knight Wrigley yaitu William Wrigley Jr II alias Bill Wrigley yang berhasil melanjutkan bisnis kakek buyutnya sehingga menorehkan namanya dalam daftar 500 orang terkaya didunia versi majalah Forbes dan berhasil menempatkan perusahaannya WM. Wrigley Company kedalam daftar 500 perusahaan terbaik dunia versi majalah Fortune

pada tahun 2006 Bill Wrigley menyerahkan kepemimpinan perusahaan pada William Perez yang pernah menjadi C.E.O Nike, dia adalah orang pertama diluar  anggota keluarga Wrigley yang dipercaya untuk mengelola perusahaan yang selama 117 tahun dikelola secara turun temurun oleh keluarga Wrigley. Pada bulan Oktober 2008, Bill Wrigley menjual sebagian sahamnya pada perusahaan coklat raksasa Mars senilai 23 milyar Dollar. Merger antara Mars dan Wrigley menjadikan Wrigley Mars sebagai perusahaan gula-gula terbesar di dunia.

[caption id="attachment_258041" align="alignright" width="211" caption="Kantor Pusat Wrigley (www.google.com)"][/caption]

Dari biografi keluarga William Wrigley Jr. kita bisa memetik hikmah bahwa hal sekecil apapun jika dikelola dengan serius, ulet, tidak mudah putus asa dan konsisten pasti lambat laun akan membuahkan hasil yang besar. Jika kita perhatikan dengan seksama daftar orang terkaya didunia  versi majalah Forbes, kita akan menemukan fakta bahwa para Milyuner itu  (yang kaya  karena usaha bukan karena seorang Raja) sukses karena merintis bisnis besar yang membutuhkan keahlian rumit misalnya bisnis software, property, baja, pengeboran minyak, telekomunikasi , electronik dan berbagai bisnis besar lainnya jarang sekali kita temukan milyuner yang kaya dari hal kecil tapi William Wrigley Jr dan keturunannya mampu membuktikan pada dunia bahwa hanya dengan permen karet, merekapun bisa sejajar dengan para milyuner lainnya. Saat ini perusahaan Wrigley berhasil mengembangkan sayapnya ke 180 negara dan memiliki pabrik di Amerika, Mexico, Australia, Inggris, Canada, Spanyol,  Selandia Baru, Pilipina, Perancis, Kenya, Taiwan, China, India, Polandia, dan Russia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun