Mohon tunggu...
Anisa NurHidayanti
Anisa NurHidayanti Mohon Tunggu... Mahasiswa PGSD Unisnu Jepara

Bismillah

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar

30 November 2020   22:07 Diperbarui: 2 Desember 2020   08:22 65 1 0 Mohon Tunggu...

Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar          

            Pendidikan yang bermutu merupakan wadah bagi manusia Indonesia guna mewujudkan tercapainya sasaran pengembangan manusia Indonesia yang bermutu. Pendukung dari pendidikan yang bermutu ini salah satunya adalah dengan mengembangkan kemapuan peserta didik guna menolong diri sendiri dalam memilih dan mengambil keputusan demi tercapainya cita-cita.  Sekolah sebagai lembaga pendidikan ini memiliki peran penting dalam membentuk pribadi peserta didik, baik sebagai individu maupun sebagai masyarakat. Sekolah merupakan suatu sistem yang memiliki komponen terintegrasi dengan baik dan bimbingan konseling merupakan salah satu komponen sekolah yang memiliki tugas membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh komponen lain.

            Bimbingan konseling merupakan suatau layanan bantuan yang diberikan kepada peserta didik, baik secara indidvidu maupun kelompok, supaya peserta didik mandiri dan mempu mencapai taraf perkembangan dan kebahagiaan yang optimal dalam menjali proses pemahaman, penerimaan, dan penyesuaian diri dengan lingkungannya. (Susanto, 2018: 1). Mengapa BK di sekolah dasar ini penting. Hal ini didasari dengan adanya kasus-kasus kenakalan dan kriminalitas yang dilakukan oleh anak sekolah dasar serta adanya permaslahan yang terjadi pada pesera didik ini yang mampu menghambat perkembangan, baik perkembangan akademis, pribadi maupun sosial. Guru SD memegang peran penting serta memiliki tangggung jawan besar guna memahami dan membantu perkembangan sosial dan pribadi pesera didik. (Telaumbanua, 2016)

Pengertian Bimbingan dan Konseling

            Menurut Moh. Surya, bimbingan merupakan bantuan yang diberikan secara sistematis supaya peserta didik menjadi mandiri, mempu menerima diri, mampu mengarahkan diri dan mewujudkan diri sebagai bentuk pencapaian perkembangan yang optimal. (Budiarti, 2017: 10). Dengan demikian bimbingan merupakan suatu proses mendampingi peserta didik secara berkelanjutan, teratur, terencana dan sistematis guna mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan secara maksimal. Bimbingan bukan merupakan suatau kegiatan yang dilakukan secara kebutulah. Namun bimbingan ini murapakan bagian dari sistem pendidikan yang memiliki sistem dan organisasi. Akhir dari bimbingan ini peserta didik diharapkan mampu menjadi individu yang mandiri.

            Konseling merupakan sebuah proses hubungan interaksi individual guna memberikan pemahaman tentang diri dan lingkungannya dalam menentukan tujuan yang akan dilakukan berdasarkan nilai yang dianutnya. Menurut Gibson, konseling merupakan proses menolong individu dalam memecahkan dan menyelesaikan masalahnya. Sedangkan menurut Sukardi, konseling merupakan suatu proses interaksi oleh 2 orang maksudnya disisni adalah antara guru dan peserta didik guna membantu peserta didik mengatasi masalahnya yang didasari dengan kompetensi professional dan terintegrasi dengan proses pendidikan. (Budiarti, 2017: 11).

Bimbingan dan Konselin di SD

            Di sekolah dasar, kegiatan bimbingan konseling tidak dilakukan oleh guru pembimbing khusus seperti di sekolah menengah pertama atau sekolah menengah atas. Namun kegiatan ini dilaksanakan oleh guru kelas secara menyeluruh baik tugas menyampaikan materi semua mata pelajaran kecuali agama penjas dan memberikan layanan BK kepada semua peserta didik tanpa terkecuali. Dalam pemberian layanan BK Prayitno (1997: 35-36) mengemukakan bahwa pemberian layanan BK meliputi layanan orientasi, informasi, penempatan dan penyaluran, pembelajaran, konseling perorangan, bimbingan kelompok dan konseling kelompok. Guru SD harus melaksanakan tujuh layanan BK tersebut supaya permaslahan yang dihapadi peserta didik dapat diatasi dengan baik.

            Pada penelitian yang dilakukan Hamdan Husein Batubara dan Dessy Norr Ariani pada tahun 2018 pelaksanaan bimbingan dan konseling di SD terdiri atas layanan langsung dan tidak langsung. Layanan langsung dilakukan oleh guru secara terintegrasi dengan proses pembelajaran dan pada kasus-kasus tertentu yang diberikan pada saat jam istirahat dan memalui kegiatan ekstrakulikuler. Guru kelas biasanya memberikan tindakan sesuai dengan masalah yang dihadapi peserta didiknya. Terkait masalah anak yang berkebutuhan khusus, guru kelas berkerjasama dengan guru pendamping ABK dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi peserta didiknya. Ketika guru kewelahan dalam menghadapi permasalahan peserta didik guru biasanya menyampaikan masalah tersebut kepada kepala sekolah, guru kelas lain yang dianggap senior, dan kepada orang tuan peserta didik, baik secara incidental maupun secara terjadwal pada kegiatan bulanan dewan guru dan pada waktu penerimaan laporan hasil belajar.

Latar Belakang Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di SD

Pelaksanaan bimbingan dan konseling disekolah dasar ini dilatar belakangi oleh beberapa alasan yaitu:

  • Peserta didik membutuhkan persiapan yang matang sejak dini guna menghadapi tugas yang lebih menantang di masa depan. (Widada, 2015)
  • Keadaan peserta didik di usia yang masih kecil ini masih kurang dalam memahami dirinya dan lingkunganya, serta belum cukup memiliki pengalaman guna menentukan arah hidupnya. (Kamaludin, 2011).
  • Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang tidak bijak dapat memberika dampak negatif terhadap peserta didik, seperti sifat individualism, konsumtif dan gerak fisik yang minim. (Nurdiyan & Suryanto, 2010).
  • Tuntutan hidup yang semakin besar dan penuh persaingan pada masa modern ini rentan menyebabkan kecemasan, stress, dan depresi. (Muhajrah, 2005).
  • Kegagalan peserta didik sekolah dasar dalam mencapau tugas perkembangan akan menimbulkan kekecewaan, kecemasan, serta menyebabkan peserta didik menjadi tidak siap dalam melaksanakan tugas perkembangan selanjutnya. (Widada, 2015). Oleh karena itulah bimbingan konseling perlu dilaksanakan di sekolah dasar guna membantu peserta didik dalam memecahkan permasalahan yang dihadapinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN