Mohon tunggu...
Anis Hidayatie
Anis Hidayatie Mohon Tunggu... Penulis, guru

Perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata. Cinta adalah muasal segalanya. Mari tebar cinta dengan kata-kata.

Selanjutnya

Tutup

Thrkompasiana

Seperti Aurat, 3 Nomor Ini Wajib Kita Jaga Rahasianya

8 Mei 2019   14:38 Diperbarui: 8 Mei 2019   14:55 0 7 1 Mohon Tunggu...
Seperti Aurat, 3 Nomor Ini Wajib Kita Jaga Rahasianya
Pixabay.com

Ramadhan terus berjalan menuju lebaran. Telah mafhum dalam masyarakat kita akan terjadi lonjakan kebutuhan besar besaran dalam menyambut lebaran. Baju baru, penampilan rumah baru, kue kue, hantaran lebaran, selamatan, sampai uang baru yang lazim disebut sangu atau angpao untuk dibagikan pada kerabat saat lebaran tiba.

Itu semua membutuhkan dana yang tidak sedikit, bisa tiga kali anggaran belanja rumah tangga pada hari biasa. Untuk memenuhi hal itu sebagian masyarakat kadang rela melakukan apa saja, asal bisa menghasilkan uang, pegadaian ramai, BPR, Koperasi, hingga rentenir menuai panen pada bulan puasa ini. 

Potensi inilah yang dianggap cukup menggiurkan bagi pelaku kejahatan untuk melakukan aksi kejahatan berbasis produk perbankan. Beberapa modus kejahatan pun dilancarkan. 

Misal, nasabah sebuah Bank akan digiring pelaku kejahatan untuk menunjukkan nomor rekening hingga melakukan transaksi dengan pelaku kejahatan. Seringkali kasus terjadi karena nasabah tak sadar memberikan nomor rekening berikut data pribadinya kepada pelaku.  

Lalu dengan mudahnya kita akan  menginformasikan 3 data pribadi penting yang kerahasiaannya hanya kita yang boleh tahu. Apa saja nomor penting itu?  Saya cuplik dari BCA co.id, ternyata ada tiga rahasia yang wajib kita sembunyikan. Berbagi dengan orang lain berarti siap menanggung resiko. Nomor-nomor itu adalah,

1. PIN,  (Personal Identification Number), merupakan angka sandi rahasia untuk masuk ke rekening kita. Jaga betul kerahasiaannya, ingat di kepala. Jangan ditulis apalagi difoto, bahkan petugas bankpun tak tahu pin kita.

Modus kejahatan meminta PIN ini sering digunakan penipu yang beroperasi di ATM. Penipu memanipulasi mesin ATM agar korban gagal bertransaksi dan kartu tertelan di mesin. Lalu datang anggota tim penipu  untuk mengarahkan korban menghubungi nomor call center palsu. Setelah dihubungi dia memberitahukan bahwa ATM telah diblokir,  kemudian meminta korban memberikan identitas pribadi termasuk nomor PIN ATM. 

Disinilah kemudian petaka itu berawal.
Harusnya jika terjadi demikian tak usah buru-buru menelpon call center yang ditawarkan penolong, tapi mencari nomor call center asli dari bank terkait, yang biasa tertera di mesin ATM, atau kalau tak ada  bisa mencari melalui akses internet.

Hafalkan, rahasiakan nomor pin kita
Hafalkan, rahasiakan nomor pin kita

Ini seperti dikatakan Kepala Unit I Subdirektorat Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKP Malvino, dalam penjelasannya tentang Modus pencurian dengan cara mengganjal slot kartu pada mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) pada CNN Kamis, 01/11/2018 lalu.

" Kalau kartu tertelan segera hubungi call center dari bank itu, jangan pernah berikan pin ke orang sebelah yang pura-pura mau membantu. Mungkin karena panik akhirnya [korban mau] memberikan pinnya," 

2. CVV (Card Verification Code)
atau CVC (card Verification Code)

CVV atau CVC adalah 3 digit angka terakhir yang terdapat pada bagian belakang kartu kredit. Di tempat tanda tangan, biasanya terletak CVV atau CVC.

Tentang CVV dan CVC ini Cermati.com menjelaskan. Kode CVV/CVC ini terletak di tiga digit angka terakhir yang ada di belakang kartu kredit. CVV dan CVC itu sama saja, dan yang membedakan adalah jenis kartu kreditnya. Jika kartu kredit berlogo VISA menggunakan istilah CVV, sedangkan kartu kredit berlogo Mastercard menggunakan istilah CVC.

Untuk keamanan bahkan ada saran menghapus saja angka bagian belakang (CVV/CVC), terutama tiga digit terakhir yang digunakan untuk keamanan transaksi online. Sebelum ditutup atau dihapus, hafalkan tiga digit CVV itu. Dalam kasus kejahatan, para penipu biasanya mengincar nomor ini untuk digunakan dalam bertransaksi secara online.

Tiga angka di belakang kartu kredit, sebelah tanda tangan menunjukkan nomor kode CCV/CVC
Tiga angka di belakang kartu kredit, sebelah tanda tangan menunjukkan nomor kode CCV/CVC

Terkini, kejahatan dengan memanfaatkan CVV kartu kredit ini terendus kepolisian menyasar penggemar film Avangers Endgame.  Kasperskay Lab melaporkan aksi penipuan daring (scammer) masuk kepada penonton yang menyaksikan secara streaming melalui situs-situs film ilegal. Dalam hitungan menit, scammer bisa mengantongi informasi data pribadi mulai dari alamat surel hingga kode tiga digit (CVV) di belakang kartu kredit. 

Seperti dilansir CNN Indonesia Sabtu 04/05/2019 Semua dimulai ketika pemburu film melakukan pencarian sederhana melalui mesin pencari daring, misalnya dengan mengetikkan kata kunci "Nonton Avengers: Endgame Daring". Hasilnya mencakup situs web yang menjanjikan pengguna mengunduh atau melihat 'Avengers: Endgame' online.

Aktivitas streaming awalnya dimulai tanpa insiden. Akan tetapi, ancaman berbahaya akan datang setelah itu dimulai, sebuah pesan akan muncul untuk meminta pengguna membuat akun.
Lebih lanjut pengguna akan diperintah untuk memvalidasi akun tersebut. 

Validasi akun tersebut melibatkan informasi tagihan pengguna dan detail kartu kredit termasuk kode CVC yang tercetak di bagian belakang kartu. Lalu informasi yang diberikan pengguna berada  di tangan scammers. Dia menang, penonton  tertipu karena tidak akan ada film yang telah dijanjikan. Konten asli yang ditayangkan para scammer hanya sebagian dari cuplikan trailer film. 

3. OTP  (One Time Password) adalah password dinamis (  bisa berubah-ubah ) yang dikirimkan ke nomor telepon seluler pemegang rekening. Dikirimkan oleh pihak bank atau situs jual beli online melalui SMS/email. OTP ini diberikan untuk meminta persetujuan akses ke rekening kita,  seperti mendebet rekening atau memotong pulsa. OTP bisa juga dibilang sebagai kode otorisasi terhadap sebuah transaksi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2