Mohon tunggu...
andriana rumintang
andriana rumintang Mohon Tunggu... Hobi membaca dan menulis serta suka merajut

never stop learning

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Stunting, Bonus Demografi dan Indonesia Sehat

13 September 2018   15:11 Diperbarui: 14 September 2018   07:30 0 9 3 Mohon Tunggu...
Stunting, Bonus Demografi dan Indonesia Sehat
sehatnegeriku.kemkes.go.id

Perhelatan besar Asean games baru saja usai. Perhelatan yang diakhiri dengan sukacita dan juga prestasi. Indonesia meraih posisi peringkat ke-4 dengan perolehan 98 medali yaitu emas sebanyak 31, 24 medali perak dan 43 medali perunggu. 

Prestasi perolehan tersebut di luar target yang diharapkan. Semua anak bangsa menyambut prestasi itu dengan sorak sorai dan gembira. Tentunya prestasi tersebut tidak lepas dari usaha atlet dalam berlatih dan berjuang.

Jika ditilik dari para penyumbang medali, banyak atlet-atlet yang berusia sangat muda atau belia. Sebut saja Jonathan Christie atlet bulutangkis, Kevin sanjaya yang juga atlet bulutangkis ataupun Aries Susanti atlet panjat tebing  di mana mereka masih berusia di bawah 25 tahun. 

Atlet muda yang berprestasi. Tentunya generasi-generasi muda yang berprestasi di bidangnya yang diharapakan menjadi penerus dan harapan bangsa.

instagram kemenkes @kemenkes_ri
instagram kemenkes @kemenkes_ri
Yang muda yang breprestasi, slogan itu mungkin sudah sering kita dengar. Bagaimana generasi muda sebagai tonggak kemajuan bangsa. Bahkan presiden Soekarno pernah berkata " berikan aku 10 pemuda, maka akan kuguncang dunia". Sebegitu pentingnyalah peran pemuda dalam suatu bangsa. Namun pemuda yang bagaimana yang bisa memajukan bangsa? Tentunya pemuda yang berprestasi, pemuda yang sehat secara jasmani dan rohani.

Di tahun 2020-2030, Indonesia diprediksi akan medapatkan bonus demografi. Bonus demografi yaitu suatu keadaan dimana jumlah usia produktif (15-64 tahun) diperkirakan mencapai 70% dibandingkan usia non produktif (0-14 tahun dan 65 tahun ke atas) yang hanya 30%. 

Intinya, penduduk usia produktif akan lebih banyak dibanding penduduk usia non produktif. Bonus ini bisa mendatangkan keuntungan dan kemajuan bila kita mempersiapkannya dengan baik atau  di sisi lain dapat menimbulkan masalah. Bagaimana bisa menjadi masalah? Misalkan saja generasi yang berusia produktif lebih banyak, namun generasi tersebut kebanyakan tidak dalam kondisi sehat, bagaimana bisa prestasi dan produktif? 

Untuk menyambut bonus demografi tersebut, kita perlu mempersiapkan segala sesuatu. Mulai dari mempersiapkan generasi-generasi yang cerdas dan sehat, infrastruktur yang baik, ketersediaan lapangan pekerjaan dan lain-lain. 

Pemuda adalah ujung tombak dari suatu bangsa yang menentukan masa depan bangsa. Untuk menghadapi bonus demografi di tahun 2030, tentunya bangsa Indonesia perlu mempersiapkan generasi penerus yaitu pemuda-pemuda yang berpotensi, sehat, cerdas dan memilki moral yang baik. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan generasi adalah kesehatan.

Namun, di Indonesia masih sering  terjadi dan terdengar kasus gizi buruk dan stunting. Bagaimana kita bisa menyambut bonus demografi dengan baik, jika banyak masyakat yang masih awam dan minim pengetahuan tentang kesehatan untuk mempersiapkan generasi?

Menurut badan kesehatan dunia, Indonesia ada di urutan ke-5 wilayah dengan angka stunting tertinggi.  Lebih dari sepertiga balita Indonesia mengalami stunting. Kondisi tersebut tentunya sangat memprihatinkan, karena selain pertumbuhan yang terhambat, stunting juga dapat mengakibatkan perkembangan otak yang tidak maksimal.  Tentu hal itu harus segera ditangani untuk masa depan anak bangsa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
KONTEN MENARIK LAINNYA
x