Mohon tunggu...
FIRITRI
FIRITRI Mohon Tunggu... Administrasi - Penulis, Penulis Mojokerto, Blogger dan Pembawa Acara yang tertarik dalam Human Interest, Budaya serta Lingkungan

Penulis, Penulis Mojokerto, Blogger dan Pembawa Acara yang tertarik dalam Human Interest, Budaya serta Lingkungan

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Santri Bodoh dan Hari Santri (Seri Menyambut Hari Pahlawan)

23 Oktober 2019   13:58 Diperbarui: 23 Oktober 2019   14:11 50
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

dokpri.
dokpri.
dokpri.
dokpri.
Saya menulis peringatan hari santri ini di tengah kesibukan Pemilihan Kepala Desa Serentak menggunakan ponsel saya. Jadi akan ada banyak salah ketik atau salah pemilihan kata.

Hari santri, Mbah Hasjim atau KH Hasjim Asy'ari mencetuskan fatwa jihad melawan agresor yang mencengangkan dunia. Apakah seperti itu saja? ternyata rangkaiannya sangat panjaaaaaaaaaang tidak serta merta hanya terjadi di hari itu saja. Sebelum itu ada cerita yang panjang dan rumit.

Saya cerita saja mulai sebelum Jepang datang dan Belanda masih berkuasa di Indonesia yang dulu masih bernama Hindia Belanda. Saat ada politik etis yang menyediakan dana besar untuk pendidikan di Indonesia, Mbah Hasjim dengan keras menolak dana untuk gaji dan pengembangan pendidikan di kalangan pesantren.

Mbah Hasjim juga mengharamkan berpakaian menyerupai Belanda. Yang dikhawatirkan Mbah Hasjim adalah..... kurikulum....

Segitu bahayanya kurikulum? Ya...Kurikulum pendidikan diyakini akan merusak cara berpikir ala Indonesia karena dimasuki cara berpikir ala Belanda. Mbah Hasjim menginginkan pesantren tetap murni dengan kurikulum yang ada....

Hasilnya..... Belanda mengeluarkan propaganda bahwa santri pesantren adalah bodoh. Pemuda yang tidak bersekolah adalah bodoh. Mbah Hasjim tetap pada pendiriannya. Pendidikan ala Belanda yang memisahkan sekolah anak belanda sendiri, sekolah china sendiri dan sekolah pribumi sendiri akan membuat pemuda kehilangan kepercayaan diri dengan bangsanya dan memandang orang kulit putih adalah yang superior belum lagi kurikulum yang ada di dalamnya, pendidikan pesantren tetap dengan kurikulum tradisionalnya.

Lalu? ....
Ya Santri dianggap kampungan karena kurikulum tradisional dan kuno....

Sampai Jepang datang ke Indonesia. Jauuuuh sebelum itu Mbah Hasjim ternyata sudah memprediksi kedatangan Jepang. 20 tahun sebelum 1942 intelejen Jepang sudah di sebar di Indonesia entah sebagai juru foto, pedagang, wartawan, bahkan pekerja seks.

Kekuatiran Mbah Hasjim akan kurikulum Belanda terbukti....Mentalitas Belanda sangat lemah dalam sekejap saja mereka sudah menyerah kalah. Saat ini dimanfaatkan oleh kalangan pesantren. Melalui Pak Wahid (Abdul Wahid atau terkenal dengan KH Wahid Hasjim) untuk memasukkan orang-orang pesantren ke pendidikan Jepang karena dirasa sistem pendidikan ini sangat bagus.

Jepang pun merasa kecolongan. Banyak santri yang sudah masuk ke dalam sistemnya dan kepintaran setara dengan perwira Jepang tetapi tidak mau tunduk dengan aturan Jepang karena Mbah Hasjim mengeluarkan fatwa haram untuk tunduk ke arah Tokyo setiap pagi untuk menghormati Dewa Hidup Jepang yaitu Kaisar Hirohito. Mbah Hasjim pun dipenjara dan disiksa. Banyak santri yang meminta untuk dipenjara juga seperti Mbah Hasjim membuat Jepang kebingungan dan melepaskan Mbah Hasjim.

Singkat cerita Jepang kalah dan Republik Indonesia merdeka. Tetapi, Keadaan semakin genting karena Indonesia belum mempunyai tentara yang kuat. Inggris mulai merapat ke Indonesia, juga ke Surabaya. Menurut perhitungan, Senjata yang ada di Surabaya setara bahkan melebihi kemampuan senjata yang dimiliki Inggris karena Surabaya adalah pusat senjata jepang terbesar di Asia Tenggara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun