Puisi

Pagi Pilihan

23 Januari 2018   21:35 Diperbarui: 23 Januari 2018   21:42 319 0 0

diantara rutinitas pagi dipenghujung pekan
mencoba merubah rutinitas yang telah berjalan
senam peregangan tulang yang menghabiskan pagi menuju siang
namun tetap terjaga dalam tidur yang menenangkan

meninggalkan rutinitas penghujung pekan
berjalan naik ke atas menuju ujung pemberhentian
menghirup udara di bawah rindangnya pepohonan
hijaunya dedaunan siulan burung hutan
sisa hujan semalam yang masih menyisakan lembab di tanah pijakan
yang berjarak dengan hiruk pikuk tanah kota rantauan

rantau-an perjalanan pilihan-

berhenti sejenak dilangkah kaki menuju puncak gunung yang berjarak dengan khalayak
menerka sebentar sesuatu yang berdenyar di pelupuk pijakan

Masa Depan-

mencoba tetap terjaga dijalur yang sudah menjadi tujuan
setiap langkah yang berderap menyambung kerangka masa depan
senyum sendu rindu renyah tawa yang berkelindan menemani perjalanan menuju definisi mapan
diberagamnya pengertian meraih cita cita masa depan


berada di pagi ini semua tidak terjadi secara instan
selalu terdapat doa dan ikhtiar yang menguatkan
bukan hanya dari si pemilik kaki pijakan terdapat banyak peran yang berperan
teristimewa ternama ibu dan ayah untaian kecerewetan
yang terdengar atau terpesan dalam layar genggaman
membentuk tulusnya doa yang terbatin atau terlisan

semua itu bagian dari perjalanan pulang
karena semuanya bermakna demikian
seyogyanya mencoba memaknai setiap langkah untuk bernilai di persinggahan dan keabadian
merupakan suatu keniscayaan yang juga merupakan suatu pilihan

|