Mohon tunggu...
Andika Tirta
Andika Tirta Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Saya adalah siswa tamatan sekolah marsudirini hobi sekarang saya adalah menulis saya sedang menempuh pendidikan calon imam di Seminari Menengah Stella Maris Bogor

Selanjutnya

Tutup

Parenting Pilihan

Pengaruh Harmonisasi Keluarga dalam Pembinaan Anak

13 Februari 2024   14:45 Diperbarui: 13 Februari 2024   14:53 69
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Parenting. Sumber ilustrasi: Freepik

Dari segi kognitif dan afektif.  Adanya kasih sayang di keluarga menjadi pedoman umum bagi setiap keluarga yang ingin anaknya menjadi pribadi yang manusiawi. Peranan kedua orang tua memang sangat mempengaruhi tahap perkembangan dan pertumbuhan anak. Seringkali dalam keluarga terjadi perbedaan antara mau memilih ibu atau ayah biasanya anak laki-laki akan dekat dengan ibunya sedangkan anak perempuan dekat dengan ayahnya. 

Kedekatan ddegan salah satu pornag tua ternyata ada korelasinya dengan afeksi dan emosi anak. Pengalaman-pengalaman personal dijadikan tolok ukur anak mau dekat dengan siapa. Perlu ditegaskan sekali lagi  keluarga adalah tempat awal anak  mengenal lingkungan dan eksplorasi diri serta emosi. Fungsi utama keluaraga adalah  prmbangun komunikasi dua arah antara anak maupun juga orang tua. 

Jika ada miss komunikasi antara keduanya kemungkinan akan ada hal  buruk yang terjadi pada anak. Penanaman kebiasaan-kebiasaan yang keliru terhadap anak akan merusak karakter dan kepribadian anak. Kiranya sikap kemampuan untuk memahami anak dengan baik harus dikuasai oleh orang tua memang,sulit menentukan bagaimana cara mendidik anak. 

Hanya saja,keluarga yang didasarkan oleh kasih sayang pasti akan mudah mendidik anak. Dalam pandangan gereja katolik hal ini sangat ditekankan dalam tujuan perkawinan yaitu mencapai kebaikan bersama dan pendidikan anak yang sesuai dengan nilai-nilai kristiani. Nilai kristiani yang sudah seumustianya dijadikan keutamaan keluarga adalah harmonisasi. Harmonisasi adalah terciptanya kehidupan beragama yang kuat,suasana rumah yang hangat penuh dengan kasih sayang,saling mencintai dan saling terbuka.

Di dalam keluarga yang memiliki harmonisasi pastilah akan mencerminkan nilai-nilai kristiani yang lainnya seperti kasih, iman dan harapan. Dalam proses mendidik  anak pastilah orang tua mengusahakan tiga nilai utama ini tujuannya adalah agar anak menjadi manusia yang manusiawi . Dalam hal ini anakalaha yang akan menjadi peniru dan pengamat. 

Anak begitu banyak mengeksplorasi di dalam lingkungan keluarganya dan juga mengeksplorasi ekspresi-ekspresi yang mungkin meninggalkan konsekuensi bagi dirinya. Kebiasaan yang ada di dalam keluarga akan menjadi batu fondasi anak yang nantinya akan diimplementasikan dalam kehidupan selanjutnya. Kebiasaan yang baik akan ditemukan anak dan begitu juga baik kebiasaan buruk tetapi lagi-lagi peranan orang tua dalam mengajari anaknya akan mempengaruhi mau jadi apa si anak nanti.

Kebiasaan sederhana seperti berdisiplin merapikan atau membersihkan rumah,rajin berdoa maupun ke gereja akan menjadi fondasi anak. Perlu dilihat adapun kebiasaan-kebiasaan ini harus disesuaikan oleh umur anak  pengajaran norma sopan santun sangatlah perlu bagi anak yang sudah remaja. Masalah yang sering ditemui orang tua ketika mendidik para remaja adalah kenyataan kebutuhan anak dan orang tua itu berbeda. 

Orang tua hanya jadi seorang pemerintah yang memerintahkan remaja jangan melakukan ingin tahu harus melakukan itu. Kita bisa melihat ketidak efektifan  komunikasi antara anak dan orang tua. Orang tua yang memiliki cinta tanpa syarat  merupakan anugerah bagi para remaja. Oleh karena itu penting sekali memberikan perhatian kepada para remaja. Perlu disoroti lagi harmonisasi dalam keluarga adalah nilai utama jika notabene ada seorang anak remaja yang sering memberontak kemungkinan keluarganya tidak baik-baik saja. Bisa jadi para remaja yang nakal beras dari keluarga ini kekerasan keluarga adalah sumber tensi. 

Remaja yang nakal ini ingin mendapatkan intensi untuk diperhatikan secara lebih karena mereka defisit afeksi. Penting bagi keluarga yang kurang adanya harmonisasi untuk menemukan rekonlisiasi proses ini membutuhkan  komitmen dari semua anggota keluarga. Adanya komunikasi yang terbuka,pengertian,pengampunan serta konsistensi dan kesabaran hubungan keluarga dapat dipulihkan dan diperkuat. 

Harmonisasi bukan berarti bukan berarti tidak ada konflik sama sekali. Konflik adalah bagian yang dialami manusia dalam berhubungan termasuk berkeluarga. Dalam keluarga yang harmonis konflik dapat diatasi dengan cara yang sehat hal ini memungkikan anak akan mendapat nilai bagaimana menyelesaikan konflik dengan sehat. Hal ini memberikan pengalaman kepada mereka tentang baiagmana mengatasi konflik dengan cara kerjasama dan damai.

Kasih merupakan landasan fundamental yang diajarkan kepada keluarga beriman kristiani. Anggota keluarga yang menunjukan kasih satu sama lain melalui pengorbanan, pengampunan, dan dukungan mencerminkan bagaimana pentingnya peranan harmonisasi dalam keluarga.  Keluarga yang harmonis sering memiliki iman yang kuat dalam Tuhan dan berdoa bersama sebagai suatu keluarga. Mereka mempercayakan kehidupan dan masalah mereka kepada Tuhan, mencari petunjuk dan kekuatan-Nya dalam menghadapi tantangan. Keluarga yang harmonis mungkin aktif dalam pelayanan masyarakat atau memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, menjadikan kasih dan kepedulian sebagai bagian integral dari kehidupan mereka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Parenting Selengkapnya
Lihat Parenting Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun